TAKENGON – Pemetaan potensi konflik yang ada pada sebuah daerah serta bagaimana efektifitas penanganannya, penting diketahui agar masyarakat aman, damai, dan bermartabat terus terjaga.
Hal itu disampaikan Kabid Kewaspadaan Nasional Kesbangpol Aceh, Suburhan, SH saat membacakan sambutan Kepala Badan Kesbangpol Aceh Drs. Mahdi Effendi pada kegiatan Focus Group Discussion (FGD) ‘Capaian Penangan Konflik Aceh’ di Kantin Batas Kota, Takengon, Aceh Tengah, Kamis (11/2/2021).
“Stabilitas politik dan keamanan di Aceh yang kita rasakan saat ini adalah salah satu bukti capaian bahwa upaya-upaya pencegahan dan penanganan konflik di Aceh telah berjalan dengan baik,” ujar Suburhan.
Dia berharap kondusifitas daerah yang telah dirasakan saat ini menjadi modal dasar bagi keberlanjutan pembangunan di Aceh.
“Namun kita juga perlu mengingat bahwa di daerah kita rentan terjadi konflik, terutama terkait isu intern umat beragama, konflik lahan, tapal batas, dan sebagainya,” jelasnya.
“Semangat inilah yang harus kita implementasikan dan menjadi garis-garis besar secara umum dalam mewujudkan keberlanjutan perdamaian di Aceh,” tambah Suburhan.
FGD Capaian Penangan Konflik ini diikuti oleh puluhan peserta dari berbagai unsur dan komponen masyarakat Kabupaten Aceh Tengah. Acara tersebut semakin menarik karena menghadirkan pakar resolusi konflik dan mantan aktifis, Wiratmadinata, yang didaulat sebagai narasumber dalam kegiatan itu.[]








