Bupati Akmal Buka Musrenbang Kabupaten, Ini dia Prioritas Pembangunan Abdya Kedepan
BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menggelar kegiatan Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2022 di Aula Killa Kantor Bappeda Kompleks Perkantoran Bukit Hijau Blangpidie, Rabu (31/03/2021).
Kegiatan Musrenbang dengan tema Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi Dalam Rangka Peningkatan PAD dan Pengentasan Kemiskinan itu dibuka secara resmi oleh Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH.
Hadir pada kegiatan Musrenbang Ketua DPRK Abdya Nurdianto, Kejari Abdya Nilawati, SH. MH, Dandim Abdya Letkol Inf Arip Subagiyo, Kapolres Abdya AKBP. Muhammad Nasution, SIK, Sekretaris Bappeda Provinsi Aceh Ir. Alamsyah, Mr, para SKPK, Tokoh Masyarakat, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya Bupati Akmal Ibrahim menyampaikan bahwa, Musrenbang digelar dalam rangka penyusunan RKPD Kabupaten Tahun 2022 yang merupakan bagian dari RPJMD Kabupaten Abdya.
“Melalui kegiatan ini kita dapat menerima masukan dari para pemangku kepentingan mulai dari Gampong, Kecamatan hingga Kabupaten,” katanya.
Saat ini pandemi covid-19 belum berakhir, sesuai dengan arahan pemerintah pusat kita diwajibkan untuk mengalokasikan penanganannya hingga 8% dari dana DAU, selanjutnya kewajiban pengalokasian anggaran sesuai dengan amanah undang-undang diantaranya bidang pendidikan 20%, kesehatan 10%, pengalokasian ADD 10 % dan lainnya.
“Penyelarasan dan pengintegrasian rencana pembangunan, tingkat Kabupaten, Provinsi dan Nasional wajib kita lakukan menyikapi ketersediaan dan keterbatasan anggaran yang kita miliki,” pungkas Bupati.
Sebelumnya kepala Bappeda Abdya, Firmansyah, ST dalam laporannya menyampaikan bahwa. Dalam perencanaan pembangunan Abdya tujuan yang akan dicapai sesuai dengan Visi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kabupaten (RPJMK) Aceh Barat Daya Tahun 2017-2022 yaitu Bersama Kita Wujudkan Aceh Barat Daya Yang Sejahtera dan Islami.
“Sejahtera dalam arti selama lima tahun kedepan, Pemerintah harus mampu menurunkan angka kemiskinan secara periodik. Memenuhi kebutuhan dasar masyarakat sesuai dengan kemampuan Daerah, memberi stimulus dan pemberdayaan untuk meningkatkan produktifitas masyarakat yang akan berdampak positif bagi pertumbuhan ekonomi, perkembangan etos kerja dan pendapatan masyarakat,” ucap Firmansyah.
Sedangkan Islami bermakna bahwa, lanjutnya. Masyarakat yang ingin diwujudkan adalah masyarakat yang Religius, menerapkan nilai-nilai Islami dalam setiap kegiatan dan tatanan kehidupan, sosial dan budaya. Agama harus mampu menjadi pedoman dalam setiap pengambilan keputusan
berdasarkan RPJMK Abdya tahun 2017-2022.
“Prioritas pembangunan kita adalah
Peningkatan PAD dan ZIS, Pengembangan akses dan jaringan pasar, peningkatan kualitas Infrastruktur publik dan pelayanan dasar, Peningkatan mutu Pendidikan dan layanan Kesehatan, Peningkatan implementasi Syariat Islam serta peningkatan indeks reformasi birokrasi daerah,” imbuh Firmansyah.
Reporter: Rusman








