Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Timur

Wamenkes RI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh

redaksi by redaksi
22/05/2026
in Lintas Timur
0
Wamenkes RI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh

Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono Sp.PD-KEMD., Ph.D saat memberikan keterangan kepada wartawan di sela kunjungannya di Puskesmas Lueng Bata Banda Aceh Jumat 22 Mei 2026

BANDA ACEH – Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dr. Dante Saksono Harbuwono Sp.PD-KEMD., Ph.D. melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Aceh, Jumat 22 Mei 2026 guna meninjau pelayanan kesehatan dasar serta mendorong peningkatan cakupan imunisasi di daerah tersebut.

Dalam kunjungannya, Wamenkes didampingi Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir, Wali Kota Banda Aceh Illiza Saaduddin Djamal, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Aceh Ferdiyus, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

Kunjungan diawali ke Posyandu Desa Panteriek, Kecamatan Lueng Bata, Banda Aceh. Di lokasi tersebut, Wamenkes berdialog langsung dengan masyarakat dan meninjau pelayanan kesehatan bagi anak-anak, balita, remaja hingga lansia.

Menurut Dante, konsep posyandu kini telah berkembang menjadi Pos Kesehatan Keluarga yang tidak hanya melayani balita, tetapi juga seluruh kelompok usia. Ia menilai pelayanan di Posyandu di Panteriek dapat menjadi contoh bagi daerah lain.

“Posyandu yang dulu hanya melayani anak-anak, sekarang bisa digunakan untuk melayani remaja, dewasa hingga lansia. Tadi saya lihat antusias masyarakat luar biasa,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pelayanan bagi pasien pascastroke yang tetap dapat memperoleh pengobatan di posyandu karena tersedia tenaga kesehatan seperti dokter dan bidan.

Usai meninjau Posyandu, Wamenkes melanjutkan kunjungan ke UPTD Puskesmas Lueng Bata, Banda Aceh. Di sana, ia turut memberikan vaksin imunisasi polio tetes kepada balita serta mengecek fasilitas pelayanan kesehatan yang tersedia.

Dante menjelaskan, Puskesmas Lueng Bata, telah menerapkan Integrasi Layanan Primer (ILP), yakni sistem pelayanan kesehatan yang terintegrasi berdasarkan siklus hidup masyarakat mulai dari kesehatan ibu dan anak, remaja, dewasa hingga lansia.

Dalam kesempatan itu, Wamenkes menyoroti rendahnya cakupan imunisasi di Aceh. Secara nasional, cakupan imunisasi pada tahun lalu mencapai 80,2 persen, sementara target pemerintah sebesar 90 persen. Namun di Aceh, cakupan imunisasi baru berada di angka 33 persen.

Menurutnya, rendahnya imunisasi di Aceh dipengaruhi sejumlah faktor, termasuk masih adanya anggapan keliru di masyarakat terkait efek imunisasi serta keputusan keluarga yang bergantung pada persetujuan kepala keluarga.

“Nanti akan kita buat modifikasi, misalnya imunisasi dilakukan pada hari Sabtu atau hari libur sehingga bapak bisa ikut mengambil keputusan,” katanya.

Ia juga mengajak media untuk ikut membangun informasi yang benar dan konstruktif terkait pentingnya imunisasi guna mencegah berbagai penyakit menular.

Dante mengungkapkan, rendahnya cakupan imunisasi berdampak pada meningkatnya kasus campak di Aceh. Hingga saat ini tercatat sebanyak 263 kasus campak di seluruh Aceh, termasuk 24 kasus di Banda Aceh.

Selain itu, Wamenkes menegaskan bahwa isu halal dan haram imunisasi tidak perlu lagi diperdebatkan. Menurutnya, Majelis Permusyawaratan Ulama telah mengeluarkan fatwa bahwa imunisasi hukumnya mubah atau diperbolehkan.

“Mudah-mudahan dengan informasi yang benar, anggapan masyarakat mengenai imunisasi bisa diperbaiki dan cakupan imunisasi di Aceh dapat meningkat,” ujarnya.

Previous Post

Kejati Aceh Didesak Periksa Mantan Kabag PBJ Aceh Selatan Terkait Indikasi Monopoli Tender 2025

Next Post

Bea Cukai Aceh Sikat Penyelundupan Emas 527 Gram Rp1,45 M ke Malaysia

Next Post
Bea Cukai Aceh Sikat Penyelundupan Emas 527 Gram Rp1,45 M ke Malaysia

Bea Cukai Aceh Sikat Penyelundupan Emas 527 Gram Rp1,45 M ke Malaysia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Di Era Digital, Pemuda Pilar Kekuatan Politik Masa Depan

Di Era Digital, Pemuda Pilar Kekuatan Politik Masa Depan

15/09/2026
Sekretariat DPRK Abdya Dukung Instruksi Bupati Aktivasi IKD bagi ASN, PPPK dan Non ASN

Sekretariat DPRK Abdya Dukung Instruksi Bupati Aktivasi IKD bagi ASN, PPPK dan Non ASN

15/09/2026
Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

Pemerintah Tetapkan 26 Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2027, Berikut Daftarnya

15/09/2026
Hoaks Menyebar dalam Detik, PWI Pidie Jaya: Anak Muda Harus Jadi Filter

Hoaks Menyebar dalam Detik, PWI Pidie Jaya: Anak Muda Harus Jadi Filter

15/09/2026
Dr Nasrul: Indikasi Maladministrasi Membayangi Proses Perizinan IUP di Samadua

Dr Nasrul: Indikasi Maladministrasi Membayangi Proses Perizinan IUP di Samadua

15/09/2026

Terpopuler

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

ASN, Non ASN, dan Honorer yang Belum Aktifkan IKD Segera Registrasi dan Aktivasi

15/09/2026

Misteri ‘Talak 3’ Bunda Salma dan Cipratan Kopi Aceh

Dua Murid MIN 50 Bireuen Raih Juara OMI Tingkat Kabupaten

Krak, Dua Jembatan Utama di Aceh Siap Beroperasi

Wamenkes RI Soroti Rendahnya Cakupan Imunisasi di Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com