Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pupuk Urea Subsidi Langka di Aceh Tenggara 

Admin1 by Admin1
22/08/2019
in Nanggroe
0

KUTACANE – Pupuk subsidi pemerintah jenis Urea kembali langka di Kabupaten Aceh Tenggara. Kelangkaan tersebut sudah berlangsung sejak awal juli 2019. Seperti diungkapkan RK (30), petani jagung warga Desa Lawe Sagu Hulu, Kecamatan Lawe Bulan, Aceh Tenggara.

“Sudah dua bulan susah pupuk urea, kalau kita beli dipengecer tidak ada, yang ada hanya urea non subsidi”, ujarnya, Kamis (22/8/2019).

Menurut RK, sebagai petani jagung, dirinya sangat membutuhkan pupuk jenis urea tersebut untuk menyuburkan tanaman. Kelangkaan pupuk urea ini membuatnya khawatir tanaman jagungnya tidak berproduksi maksimal sehingga berpotensi gagal panen.

RK menambahkan, untuk mengatasinya, ia harus mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membeli pupuk urea non subsidi yang dijual seharga Rp 250 ribu/sak (50 Kg). Harga urea non subsudi ini jauh lebih mahal dari urea subsudi yang biasa dijual pengecer seharga Rp 100 ribu/sak.

“Ya, mau tidak mau harus beli urea yang non subsidi, harganya Rp 250 ribu/sak. Kalau yang subsidi biasa dijual Rp 100 ribu/sak (50 Kg),” ujar RK.

Dalam sekali tanam, tanaman jagung milik RK yang mempunyai luas lahan satu hektar membutuhkan sekitar 10 sak (500 Kg) pupuk urea.

Tidak hanya petani jagung, kesulitan pupuk ini diduga menimpa banyak petani lainnya di Kabupaten Aceh Tenggara.

Hasil pantauan wartawan disejumlah toko pertanian di pasar Inpres, Kota Kutacane, dari tiga toko pertanian yang biasa menjual urea subsidi mengaku sejak awal 2019, mereka tidak mendapatkan pasokan dari distributor.

“Yang subsidi kosong bang, yang ada urea non subsidi. Sejak awal 2019 toko kita tidak mendapat pasokan dari distributor,” ujar salah seorang penjaga toko di Jalan Kenari, pasar Inpres Kutacane.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Aceh Tenggara, Irfan Iskandarsyah yang dikonfirmasi via messengger miliknya, tidak menjawab pertanyaan wartawan, meski sudah membaca isi pesan.[]

Laporan: Sapti Andri

Tags: aceh tenggarakutacanepupuk ureasubsidi
Previous Post

Cerita Dek Mie Berawal dari Tukang Cuci Gelas Hingga Jadi Pengusaha Warkop

Next Post

Pemuda Aceh Diajak Berwirausaha

Next Post

Pemuda Aceh Diajak Berwirausaha

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

226 Siswa Baru Mengikuti Try Out Asesmen MPLS di SMAN 4 Takengon

21/07/2026
FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

FORKI Pidie Kukuhkan Dominasi, Sabet Juara Umum Kejurda Karate Aceh 2026

21/07/2026
BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

21/07/2026
Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Ratusan Pelajar Ikuti Program Bimbingan Remaja Usia Sekolah

21/07/2026
Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

Kapolres Pidie Perketat Pengawasan Internal, Judi Online dan Senpi Personel Jadi Atensi Utama

21/07/2026

Terpopuler

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

Launching Hope Coffee, Sajikan Kuah Beulangong hingga Ayam Pramugari Khas Aceh Besar

18/07/2026

Megawati akan Kukuhkan Mantan Ketua OSIS STM Meulaboh di Jajaran Pimpinan Pusat Gerakan Nelayan Tani Indonesia

KPK Surati Gubernur Aceh hingga 23 Kepala Daerah Kabupaten/Kota, Meminta Data 10 Proyek Strategis

BPBD Buka Bursa Ketua FPRB Pidie Jaya, Figur Tangguh Hadapi Ancaman Bencana Dicari

Bupati Sarjani Mutasi 45 Pejabat dan Siapkan Evaluasi Berkala

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com