Penulis adalah Rahmawati, mahasiswa IAIN Langsa.
Ada ungkapan masa depan ada pada generasi muda. Ungkapan ini ternyata memang benar adanya. Sekarang Indonesia didominasi oleh generasi muda. Menurut data Badan Pusat Statistik Nasional tahun 2020 Warga Negara Indonesia dengan rentang umur dibawah 40 tahun itu berjumlah lebih dari 150 juta jiwa atau 66% dari total seluruh penduduk Indonesia. Jika kita bandingkan dengan negara tetangga kita seperti malaysia dan Filipina, merujuk kepada data dari laman worlddometers.info total populasi Negara Malaysia itu hanya sebesar 32 juta jiwa dan Filipina dengan populasi sebesar 110 juta jiwa. Jelaslah Indonesia punya populasi terbesar di negara-negara ASEAN bahkan jumlah orang berusia muda sekali pun masih lebih banyak jika dibandingkan dengan total penduduk di negara-negara tetangga kita.
Populasi yang besar ini harusnya menjadikan daya saing Indonesia sangat tinggi di Asean bahkan didunia. kita bisa mencotoh negara Cina. Cina sadar bahwa populasi yang besar itu bukan menjadi beban namun itu adalah potensi yang besar. Dalam sepuluh tahun terakhir Cina mampu tumbuh dan menjadi negara dengan pertumbuhan ekonomi yang paling pesat. Bahkan mampu melawati Jepang yang notabene negara paling maju di benua Asia. Setidaknya berkat Cina, kita sadar bahwa populasi yang besar itu menjadi modal besar sebuah negara untuk berkembang dan menjadi negara maju. Setelah Cina sekarang India dan kita Indonesia siap menyusul.
Sekarang kita sudah sadar bahwa jumlah penduduk kita yang besar bisa menjadi modal besar kita untuk maju. Sekarang pertanyaannya apakah kita siap untuk maju?, sejauhmana persiapan kita untuk menuju ke arah sana?, sebagai penurus bangsa bagaimana kesiapan anak muda kita untuk menjadi negara maju?. Pertanyaan-pertanyaan itu harus bisa kita jawab jika kita memang ingin menjadi negara maju.
Dengan perkembangan teknologi, dunia usaha juga terus berkembang. Banyak para pengusaha muda mulai bermunculan dan memimpin perusahaan-perusahaan besar berbasis teknologi informasi. Diantaranya ada Bukalapak, Tokopedia, Gojek, Ruang Guru dan banyak lagi perusahaan-perusahaan start-up lainnya yang dipimpin oleh generasi muda Indonesia.
Perkembangan teknologi juga menciptakan lapangan-lapangan usaha baru bagi anak muda Indonesia. Sekarang banyak influencer-influencer dari media baru seperti youtube, instagram, twitter dan tiktok sekalipun. Diantaranya yang sangat menonjol itu ialah Rafi Ahmad, Atta Halilintar, Ria ricis dan masih banyak lagi. Tingkah laku mereka banyak dilirik masyarakat terutama generasi muda. Mereka juga menjadi idola dan role model bagi generasi muda.
Selain itu generasi muda juga mulai dilirik oleh pemerintah, di tahun 2019 yang lalu kita sempat dihebohkan oleh pengumuman staf khusus milineal presiden. Para staf khusus melineal ini terdiri dari Adamas Belva Syah Devara CEO dari Ruang Guru, Putri Indahsari Tanjung CEO dari Creativepreneur dan anak dari salah satu konglomerat Indonesia Chairul Tanjung, Andi Taufan Garuda Putra CEO dari PT Amartha Mikro Fintech, Ayu Kartika Dewi pendiri dan mentor lembaga SabangMerauke, Gracia Billy Mambrasar putra tanah papua, Angkie Yudistia anak muda penyandang disabitilas dan aktif di sociopreneur melalui Thisable Enterprise yang didiririkannya, dan yang terakhir Aminuddin Maruf ketua Umum Pengurus Besar Perhimpuan Mahasiswa Islam Indonesia (PBMII). Tugas para staf minilenial itu adalah memberi gagasan-gagasan segar kepada presiden. Namun sayangnya dengan berbagai kontroversi dua di antara tujuh staf khusus milineal presiden mengundurkan diri yaitu Adamas Belva Syah Devara dan Andi Taufan Garuda Putra.
Selain itu generasi muda juga diberi tanggung jawab untuk menempati posisi menteri dan wakil menteri. Ada Nadiem Makarim ditugasi oleh presiden untuk menempati posisi Menteri Pendidikan. Karena umur beliau yang masih muda masyarakat lebih mengenal beliau dengan sebutam mas materi”. Kemudian ada Angela Tanoesoedibjo diberi tanggung jawab memegang posisi Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bersama dengan Wishnutama Kusbandio sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang kemudian digantikan dengan Sandiaga Uno.
Generasi muda Indonesia juga mulai memasuki wilayah eksekutif setidak dilangsir dari laman tirto.id pada tahun 2016 yang lalu ada dua gubernur muda berusia dibawah 40 tahun yaitu Zumi Zola (36 tahun) Gubernur Provinsi Jambi dan Muhammad Ridho Ficardo (36 tahun) Gubernur Provinsi Lampung. Dua gubernur muda ini punya visi dan misi yang baik dalam membangun wilayahnya. Setidaknya ini tercermin dari total pemilih di wilayah masing-masing dimana mereka terpilih dengan tingkat persentase di atas 50%. Keduanya maju untuk pertama kalinya di kancah pimpinan eksekutif provinsi dan lansung terpilih. Selain itu ada Emil Dardak Wakil Gubernur Provinsi Jawa Timur yang saat dilantik berumur 35 tahun. Ini bisa diartikan bahwa rakyat juga menaruh harapan besar kepada para pemimpin muda ini. Dengan aturan Undang-undang Nomor 10 tahun 2016 tentang Pilkada umur minimal sebagai syarat calon gubernur dan wakil gubernur yaitu 30 tahun dan 25 tahun untuk calon bupati/walikota dan wakil bupati/walikota. Diharapkan kedepan kita punya pemimpin muda lain yang punya jiwa leadership yang mumpuni untuk memimpin negeri ini.
Selain dibidang eksektutif, di lembaga legislatif juga sudah mulai banyak pemuda yang menunjukkan taringnya. Kemarin pada pemilu 2019 banyak anggota Dewan Perwakilan Rakyat yang berasal generasi muda tidak hanya di tingkat pusat bahkan di daerah pun ada. Di tingkat pusat ada Hillary Lasut anggota DPR RI Fraksi Partai Nasdem yang saat dilantik masih berumur 23 tahun.
Hillary menjadi viral karena sempat didapuk sebagai pemimpin sidang DPR RI sementara saat pelantikan DPR RI Periode 2019-2024. Di Kota Langsa sendiri Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Langsa paling muda adalah Melvita sari kelahiran tahun 1996 berasal dari Fraksi Partai Gerindra. Walaupun anggota muda DPRD atau DPR RI masih belum dominan namun diharapkan mereka mampu menjalankan tugasnya dengan baik dan bukan hanya numpang nama.
Dengan kesadaran bahwa peran generasi muda yang sangat vital untuk kemajuan negeri ditambah jumlah populasi yang didominasi oleh generasi muda jelas tanggung jawab sekarang ada pada punggung generasi muda. Anak muda sudah ada disemua sektor penting negeri ini baik di dunia usaha, lembaga legislasi bahkan di pemerintahan. Bidang-bidang yang lain juga tak kalah penting untuk generasi muda kuasai dari bidang hukum, jurnalistik, bidang ilmu pengetahuan baik menjadi peneliti dan penemu serta bidang lainnya. Sekarang tanggung jawab generasi muda untuk maju dan memanfaat keunggulannya sebagai negara dengan populasi terbesar ketiga dan negara dengan penganut agama islam terbesar di dunia. Sudah saatnya kita memimpin perekonomian baik bidang syariah atau bidang-bidang lainnya. Dan generasi muda juga harus mempelopori gerakan cinta produk lokal agar ekonomi kita terus maju dan menjadi negara yang mapan.
![[Opini] Saatnya yang Muda Ambil Peran](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2021/04/IMG-20210413-WA0019.jpg)









