“Halal,…halal..halal”
“Halal…….”
Pria itu berteriak keras memanggil orang-orang sekeliling, akhir pekan lalu. Suaranya terdengar hingga ke arah jalan raya.
Ia memakai celana dan baju rapi. Senyumnya mengembang saat melihat sekeliling.
Pria tadi tak sendiri. Ada dua rakannya lain yang juga melakukan aktivitas yang sama.
Di depannya ada ratusan paket berbuka puasa.
“Halal, halal,” ujarnya lagi sambil melambai ke beberapa ibu-ibu yang kebetulan lewat di sana.
Para ibu-ibu tadi tersenyum. Mereka antri dan memakai masker. Saat di panggil satu persatu, kemudian baru mendekat.
“Gratis?” tanya ibu-ibu itu ulang.
Pria tadi tersenyum. Ia kemudian mengangguk berulang kali.
Pria ini bernama Yusnadi Hasyem. Ia merupakan alumni timur tengah.
Yusnadi dan para pria tadi adalah para ustadz yang biasa menghiasi mjmbar dan juga jadi imam disamping profesi mereka adalah dosen dan pengajar di dayah-dayah. Dari segi pendidikan semua mereka sudah S2.
Kegiatan berbagi menu buka puasa gratis yang dilakukannya bersama rekan rekan alumni timur tengah. Aktivitas tersebut sudah dilakoni hampir 3 tahun lamanya.
Kegiatan tadi dinamakan Maedah Rahman dalam bahasa Arab atau pemberian menu berbuka kepada orang yang berpuasa.
Di Mesir dan negara-negara Arab sudah menjadi budaya. Ini juga menjadi rutinitas tahunan yang senantiasa dijaga oleh keluarga besar Ikat Atjeh. Tahun 2021 ini, Kafalah IKAT Aceh, lembaga otonom IKAT yang bergerak di bidang sosial kemasyarakatan dibawah komando Teungku Muhammad Fadhil dan Yayasan Maedah Ar Rahman, pimpinan Teungku Yusnadi Hasyem, kembali bersinergi.
Mereka ada tiap sore selama Ramadhan di samping RSUZA (Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin) Banda Aceh. Tujuan utamanya adalah berbagi menu berbuka puasa gratis bagi keluarga pasien yang dirawat di RSUZA.
“Alhamdulillah sudah 3 tahun. Kita utamakan keluarga yang menjaga pasien di RSUZA,” kata Yusnadi.
Sahlal, pengurus IKAT lainnya menambahkan, semua menu yang dibagikan oleh Kafalah IKAT Aceh berasal dari sumbangan para muhsinin dan dermawan.
“Semoga kebaikan ini bisa bermanfaat bagi warga yang membutuhkan,” kata Sahlal.
Sahlal dan Yusnadi kemudian minta izin untuk melanjutkan aktivitasnya. Warga yang ingin mendapatkan menu berbuka semakin banyak.
Sekitar pukul 18.04 WIB, satu unit mobil Avanza tiba-tiba merapat di lokasi tadi. Senator muda Aceh HM Fadhil Rahmi Lc turun dari mobil sambil tersenyum.
“Syech…” ujar Yusnadi sambil datang untuk memeluk pria yang akrab disapa Syech Fadhil.
“Salah satu donator,” kata Yusnadi lagi.
Yusnadi kemudian memberi kesempatan bagi Syech Fadhil untuk membagi-bagikan penganan berbuka tadi.
“Dari mana buk?” tanya Syech Fadhil pada seorang ibu-ibu yang mengantri.
“Blangkejeren,” jawab ibu tadi.
Syech Fadhil tersenyum.
“Keluarga besar istri saya juga di Blangkejeren,” kata Syech Fadhil dengan logat Gayo.
Mereka berdua kemudian terlibat obrolan panjang. Sang ibu ternyata tak menyangka jika lelaki di depannya berasal dari pedalaman dan anggota DPD RI asal Aceh.
Hanya butuh beberapa menit hingga kemudian menu buka puasa tadi habis.
Syech Fadhil sendiri, mengaku senang dengan aktivitas Kafalah IKAT Aceh dan Yayasan Maedah Ar-Rahman yang terus berbagi menu berbuka puasa kepada keluarga pasien yang membutuhkan.
“Semoga yang membantu dan bertugas membagi-bagikan menu berbuka ini mendapat pahala dari Allah Swt. Terus berbuat baik,” kata Syech Fadhil.











