Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Penentang Junta Myanmar Ramai-ramai Dukung Muslim Rohingya

Admin1 by Admin1
15/06/2021
in Internasional
0
Bangladesh: Kami Tidak Wajib Menerima Pengungsi Rohingya dari Myanmar

Jakarta – Kelompok anti-junta Militer Myanmar ramai-ramai menunjukkan solidaritas untuk etnis Muslim Rohingya.

Mereka membanjiri media sosial Myanmar dengan foto-foto diri mengenakan pakaian hitam, pada Minggu (13/6) sebagai bentuk dukungan kepada Rohingya, salah satu kelompok minoritas paling teraniaya di negara itu.

Gerakan anti-junta yang menuntut kembalinya demokrasi telah berkembang termasuk memperjuangkan hak-hak etnis minoritas.

Rohingya, yang sebagian besar Muslim, tidak diakui sebagai warga negara di Myanmar. Mereka sudah sejak lama mengalami penganiayaan di tanah airnya sendiri.

Ratusan ribu orang melarikan diri dari tindakan keras militer tahun 2017 ke negara tetangga Bangladesh.

Aktivis dan warga sipil memposting foto diri mereka di media sosial mengenakan pakaian hitam sambil berpose simbol perlawanan salam tiga jari dengan tagar “#Black4Rohingya”.

“Keadilan harus ditegakkan untuk Anda dan kami di Myanmar,” kata aktivis HAM Thinzar Shunlei Yi di Twitter.

Seperti dikutip dari AFP, media lokal juga melaporkan ada aksi kecil di Yangon. Di sana para demonstran kompak berpakaian hitam sambil memegang spanduk protes Rohingya yang tertindas.

Pada Minggu sore, tagar #Black4Rohingya menjadi trending di Twitter Myanmar dengan lebih dari 332.000 mentions.

PBB mencatat sekitar 740 ribu etnis Rohingya meninggalkan negara bagian Rakhine pada Agustus 2017 untuk mengungsi ke Bangladesh karena ada upaya genosida.

Aung San Suu Kyi yang saat itu memimpin Myanmar membantah ada upaya pembantaian massal di Rakhine.

Peraih Nobel Perdamaian pada 1991 itu justru membela militer Myanmar dalam sidang atas kekejaman terhadap Rohingya di Pengadilan Kriminal Mahkamah Internasional pada 2019.

Publik Myanmar sebagian besar tidak simpatik dengan penderitaan Rohingya. Sementara para aktivis dan jurnalis yang melaporkan penderitaan Rohingya menghadapi sumpah serapah secara online.

Sumber: CNNIndonesia

Previous Post

Eks Bos Intelijen Israel Beberkan Operasi Mossad di Iran

Next Post

Gubernur Nova Masih Jalani Isolasi Mandiri

Next Post

Gubernur Nova Masih Jalani Isolasi Mandiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

DTSEN Pidie Jaya Catat 52.866 KK, Sebanyak 3.284 KK Belum Punya Desil

DTSEN Pidie Jaya Catat 52.866 KK, Sebanyak 3.284 KK Belum Punya Desil

14/10/2026
Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

Pemilik Teras Kupi Blangpidie Salurkan Zakat Lewat Lazismu Abdya

14/10/2026
Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 2]

14/10/2026
Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

Pemkab Bengkalis Ajak Masyarakat Aceh Perkuat Ukhuwah dan Berkontribusi Bagi Daerah

14/10/2026
Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

Polisi Periksa 126 Saksi Terkait Kasus Korupsi Stunting Rp1,68 Miliar di Aceh Barat

14/10/2026

Terpopuler

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

In Memoriam Budi Azhari M.Pd, Wadek FTK UIN Ar-Raniry: Nasehat Terakhir dan Komitmen Menjaga Jamaah

12/10/2026

Penentang Junta Myanmar Ramai-ramai Dukung Muslim Rohingya

Almarhum Budi Azhari dan Candaan yang ‘Hilang’ di Darussalam [Bagian 1]

MPU Abdya Gelar Musda ke-V, Bupati Minta Ulama Berkolaborasi untuk Ummat dan Daerah

Bupati Tembus Bappenas, SKPK Pidie Jaya Kembali Usulkan Revisi R3P

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com