CALANG – Banjir menerjang setidaknya 40 gampong atau desa di wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Provinsi Aceh. Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Aceh Jaya memprediksi kemungkinan dampak banjir meluas.
“Yang sudah masuk laporan ada sekitar 40 desa yang terendam banjir. Kami sedang melakukan pendataan, bisa saja jumlah tersebut bertambah,” kata Kepala Pelaksana BPBD Aceh Jaya, Fajri di Aceh Jaya, Selasa (6/7). Dikutip dari Antara.
BPBD Aceh Jaya sudah menurunkan petugas untuk membantu penanggulangan banjir di Kecamatan Krueng Sabe dan Kecamatan Setia Bakti.
“Kami berharap kepada pihak kecamatan, dalam hal ini camat, untuk terus memantau perkembangan di lapangan dan dilaporkan kepada kami desa-desa yang terendam banjir,” lanjutnya.
Fajri mengatakan bahwa sampai saat ini belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi akibat banjir. Dia mengimbau warga yang berkendara melintasi daerah banjir meningkatkan kehati-hatian.
“Kepada para pengguna jalan raya untuk berhati-hati saat hujan dan angin kencang seperti ini sangat rawan banjir dan longsor,” imbaunya.
Sebanyak lima desa di Kecamatan Jaya kabupaten Aceh Jaya Lumpuh total akibat jalan dan Jembatan ambruk diterjang banjir yang terjadi pada Senin sore (5/7).
“Lima gampong tersebut masih terisolir dan belum bisa dilewati oleh masyarakat karena jembatan ambruk,” kata Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Jaya Rusdi di Aceh Jaya.
Ada pun ke lima gampong tersebut masing-masing Cot Dulang, Putue, Babah Krueng, Lamdurian dan Alue Rayeuk.
Menurut dia Jembatan yang ambruk yang menghubungkan gampong tersebut adalah Jembatan Bitay, sementara jembatan Babah Krueng terendam banjir dengan arus yang sangat deras.
“Saat ini memang air tampak mulai surut namun hujan masih turun di wilayah kami, kami berharap hujan dapat reda sehingga akses menuju kesana bisa kembali lancar,” kata Rusdi.








