BANDA ACEH – Juru Bicara DPA Partai Aceh, Nurzahri ST, membenarkan bahwa Teungku Muharuddin, telah bertemu dengan Mualem dan Aburazak sebelum ditunjuk sebagai Ketua Perindo Aceh.
“Kami juga menyampaikan yang bahwasanya saudara muharuddin sebelum menerima jabatan sebagai ketua Perindo Aceh, telah menghadap dan berbicara dengan ketua Umum Partai Aceh serta Sekjen Partai Aceh tentang rencana beliau untuk berkarir dalam kancah Nasional, walaupun keduanya (ketua dan Sekjen) tidak tahu dan faham tentang apa strategi dan jalur politik yang akan menjadi pilihan saudara Muharuddin,” kata Nurzahri.
Namun, kata dia, kedua pimpinan Partai Aceh pada prinsipnya memahami langkah yang diambil oleh Muharuddin.
“Walau di satu sisi sangat menyayangkan rencana politik yang diambil tersebut, karena pimpinan partai Aceh menganggap bahwa Muharuddin adalah salah satu kader terbaik Partai Aceh dan bahkan pernah dipercayakan oleh Partai Aceh untuk menduduki jabatan strategis di pemerintahan yaitu Ketua DPR Aceh pada periode 2014-2018,” ujar Nurzahri.
Untuk kedepannya, kata dia, Partai Aceh berharap agar Muharuddin mendapatkan kesuksesan di jalur politiknya yang baru.
“Sembari mengucapkan terima kasih atas sumbangsih dan peran beliau selama menjadi pengurus Partai Aceh.”
Partai Aceh juga menyampaikan bahwa sikap dan langkah politik yang di ambil oleh Teungku Muharuddin bukanlah karena ada permasalahan di dalam kepengurusan Partai Aceh atau karena kekecewaan yang bersangkutan kepada Partai Aceh.
“Akan tetapi murni karena pilihan politik beliau yg ingin berkarir di kancah nasional, oleh karena itu Partai Aceh berharap agar publik dapat memahaminya dan dapat berasumsi dengan benar atas peristiwa ini.”
“Sebagai partai moderen dan terbuka, Partai Aceh akan tetap menghargai sikap-sikap personal dari kader-kader yg ingin maju dan berkembang dengan jalur pilhannya masing-masing serta tidak akan pernah menghalangi pilihan-pilihan tersebut dan partai Aceh akan terus mendidik serta mencetak kader-kader terbaik yang akan bermanfaat baik bagi Aceh secara khusus maupun nasional secara umum,” katanya lagi.
Sebelumnya, Nurzahri juga mengatakan Teungku Muharuddin telah dikeluarkan dari kepenngurusan Partai Aceh.
Informasi ini disampaikan Nurzahri melalui pernyataan tertulis yang dikirim ke redaksi atjehwatch.com, Senin pagi 26 Juli 2021.
“Sehubungan dengan penunjukan saudara Muharuddin sebagai ketua DPW Perindo Aceh dapat kami sampaikan bahwa berdasarkan rapat pimpinan Partai Aceh pada hari Minggu malam tanggal 25 Juli 2021, Partai Aceh memutuskan untuk mengeluarkan saudara Muharuddin dari kepengurusan Partai Aceh,” tulis Nurzahri.
“Selain itu Partai Aceh juga menyatakan bahwa untuk kedepannya saudara Muharuddin tidak lagi berhak mengatas namakan Partai Aceh dalam segala sikap dan pendapatnya,” tulis Nurzahri lagi.
Teungku Muharuddin resmi ditunjuk sebagai Ketua DPW Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Aceh.
Penunjukan ini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Dewan Pimpinan Pusat Perindo bernomor 1735-SK/DPP-PARTAI PERINDO/VI/2021 yang ditandatangai langsung oleh Hary Tanoesoedibjo selaku ketua umum dan Ahmaq Rofiq selaku Sekjend tertanggal 04 Juli 2021.
Dalam SK tersebut menyebutkan bahwa Muharuddin menggantikan Hamdani Hamid selaku ketua DPW Perindo Aceh.
Terkait hal ini, Teungku Muhar, sapaan akrab Muharuddin, membenarkan informasi tersebut.
“Iya beutoi (benar-red),” kata Teungku Muhar kepada atjehwatch.com.
“Ditandatangan pada 04 Juli. Namun penyerahannya pada 21 Juli lalu,” kata Teungku Muhar.
Teungku Muharuddin mengaku bahwa penunjukan dirinya sebagai Ketua Perindo Aceh atas sepengetahuan dan restu dari Mualem Muzakir Manaf.
Secara aturan qanun di Aceh, kader partai local diizinkan merangkap menjadi anggota partai politik nasional.
“Iya sepengetahuan Mualem. Aburazak juga,” kata Teungku Muhar.










