Oleh Fadhli Espece. Penulis adalah Tim Aceh government & authority monitor (Agam)
Belum lagi selesai dengan persoalan korupsi beasiswa Aceh dari anggaran APBA 2017 yang diduga terpokle’k mencapai 10 Milyar lebih, kini publik di Aceh kembali dirundung pilu dengan ketidakterbukaan hasil seleksi penerima beasiswa tahun anggaran 2021. Beasiswa Pemerintah Aceh yang ditempatkan pada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ini dinilai tidak transparan.
Beberapa waktu yang lalu, saat pengumuman hasil Seleksi Tes Potensi Akademik (TPA) dan Seleksi Administrasi, media sosial instagram BPSDM Aceh diserbu netizen yang memuntahkan kekecewaannya terhadap hasil seleksi karena dinilai tidak terbuka dan sarat kepentingan. Sebagai tindak lanjut dari kekecewaan ini, beberapa pihak sudah melaporkan keganjalan ini kepada Ombudsman.
Coretan singkat ini tidak ingin terlalu dalam menyoal hasil seleksi tersebut, toh pihak BPSDM Aceh pasti sudah menyiapkan amunisi-amunisi jitu untuk menjawab kegelisahan netizen di atas. Tulisan ini ditulis sesaat setelah hasil seleksi tahap akhir calon penerima beasiswa tersebut diumumkan. Ternyata, hasil seleksi yang diumumkan pada 31 agustus 2021 masih jauh panggang dari api. Alih-alih melihat keterbukaan terhadap informasi para penerima beasiswa, informasi yang dipublikasikan justru terbatas kepada pelamar beasiswa semata.
Hasil seleksi tahap akhir yang diumumkan oleh BPSDM Aceh hanya bisa diakses oleh para pelamar yang sudah dinyatakan lulus pada tahap seleksi TPA dan Administrasi. Lantas bagaimana publik dapat mengetahui siapa saja mereka yang dinyatakan lolos dalam seleksi tersebut? Hanya Allah dan pihak BPSDM Aceh saja yang tau. Realitas ini semakin menimbulkan kecurigaan publik yang sudah dikecewakan dari hasil seleksi sebelumnya, jangan-jangan ada udang di balik batu.
Ketidakterbukaan informasi ini menjadi kado pahit bagi Hari Pendidikan Aceh yang akan kita peringati 2 september esok hari. BPSDM yang seharusnya menjadi motor penggerak bagi peningkatan mutu dan kualitas pendidikan Aceh jangan sampai justru menciderai nilai dan spirit pendidikan Aceh dengan kebijakan dan pola pengelolaan anggarannya yang tidak transparan.
Sebenarnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan transparansi informasi tersebut selama masih di jalur yang benar. Kan tidak mungkin peserta seleksi beasiswa ngamok-ngamok bakar ban di depan kantor gubernur hanya karena tidak lulus seleksi pada tahapan tertentu. Persoalnnya hari ini adalah peserta yang belum lulus tidak mendapatkan informasi yang jelas mengenai kekurangan yang menyebabkan mereka tidak lulus. Hal inilah yang menyebabkan instagram BPSDM Aceh diserbu netizen beberapa waktu yang lalu.
Tentu saja akan berbeda ceritanya jika BPSDM Aceh menjelaskan sebab-musabab itu secara transparan. Keterbukaan informasi ini, pada dasarnya, justru memberikan dampak yang baik bagi khalayak. Selain peserta yang belum lulus dalam seleksi dapat mengetahui kekurangan mereka, publik juga dapat mengetahui, siapa saja sih orang-orang yang berhasil melewati proses seleksi yang ketat nan akurat ini. Konon seleksi ini juga melibatkan pihak-pihak yang kompeten dalam menentukan siapa yang layak ataupun tidak. Maka tidak ada yang perlu ditutup-tutupi, kecuali jika memang ada apa-apanya.
Kita tidak tahu apa tujuan BPSDM Aceh mengumumkan hasil seleksi melalui sistem login di akun masing-masing. Padahal dalam seleksi-seleksi beasiswa periode sebelumnya, nama-nama yang dinyatakan lulus seleksi diumumkan secara terbuka kepada publik. Lalu, mengapa akhir-akhir ini BPSDM Aceh kita sudah mulai tertutup? Sekali lagi, saya tidak tahu, mungkin cara terbaik untuk saat ini adalah dengan bertanya langsung pada kolom komentar di akun instagramnya. Lebih baik ditanya langsung oleh rakyat daripada diinterogasi oleh KPK. Kita boleh tidak bersepakat dalam hal ini, tentu saja.
Jika memang sudah sesuai dengan prosedur, ayolah, bapak-bapak yang diamanahkan mengelola uang rakyat, terbukalah dalam mengelola informasi publik, terbukalah kepada mereka yang sudah memberikan kewenangan untuk mengelola uangnya, dengan harapan uang yang sudah digelontorkan saboh tong itu dapat dipergunakan secara bijak dan tepat sasaran. Bukan berbasis kepentingan dan balas jasa. Apalagi jika sekadar jasa penyelenggaraan seminar atau apresiasi terhadap kinerja Anda. Semoga saja tidak. Harapan kami rakyat jelata jangan sekali-kali dikhianati.
Jangan sampai usaha mewujudkan penyelenggaraan negara yang baik dengan menggunakan jargon “transparan, efektif, efesien, akuntabel serta dapat dipertanggungjawabkan” hanya omong kosong belaka. Maka dengan ini, demi penyelengggaraan pemerintahan Aceh yang baik, kita tantang BPSDM Aceh untuk dapat segera memberikan informasi hasil seleksi tahap akhir calon penerima beasiswa pemerintah Aceh 2021 secara transparan kepada publik.
Ini penting. Penting sekali. Agar tidak menimbulkan kecurigaan publik. Supaya publik tidak curiga jika ada olah-mengolah di antara kita!
![[Opini] Transparansi Penerima Beasiswa: Sebuah Tantangan Untuk BPSDM Aceh!](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2021/09/WhatsApp-Image-2021-08-14-at-4.36.36-PM-1-750x375.jpeg)









