Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

China Disarankan Balas Kirim Kapal Perang ke Perairan Teritorial AS

Admin1 by Admin1
10/09/2021
in Internasional
0
China Disarankan Balas Kirim Kapal Perang ke Perairan Teritorial AS

Kapal induk USS Carl Vinson Amerika Serikat. Kapal ini melakukan latihan tempur di Laut China Selatan. Foto/REUTERS

BEIJING – China disarankan untuk mengirim kapal-kapal perangnya ke perairan teritorial Amerika Serikat (AS). Itu sebagai pembalasan setelah Washington mengirim kapal induk dan beberapa kapal perangnya ke Laut China Selatan.

Saran itu disampaikan The Global Times, media milik Komite Sentral Partai Komunis China, dalam editorialnya.

Menurut surat kabar yang didanai negara itu, Beijing harus mengambil tindakan dan menciptakan kemampuan untuk melakukan operasi pengintaian di perairan, yang dianggap wilayah teritorial AS dan sekutunya di bawah hukum internasional.

“Hanya dengan membuat AS merasakan obatnya sendiri, kita dapat menyentuh saraf AS dan sekutunya, dan membentuk kembali pemahaman dunia Barat tentang intimidasi AS di Laut Cina Selatan…AS pasti akan melihat pertunjukan PLA [Tentara Pembebasan Rakyat] di depan pintunya dalam waktu yang tidak terlalu lama,” bunyi editorial The Global Times, Kamis (9/9/2021).

Editorial tersebut menyinggung kejadian baru-baru ini yang melibatkan kapal perusak berpeluru kendali AS, USS Benfold, yang berlayar hanya 12 mil laut dari Meiji Reef—salah satu pulau buatan yang didirikan Beijing di perairan Laut China Selatan yang disengketakan dan yang merupakan rumah bagi peralatan militer China.

Kapal induk AS, USS Carl Vinson, dan kelompok tempurnya juga hadir secara terpisah di Laut China Selatan untuk latihan tempur.

Beijing selama ini bersikeras bahwa peralatan militernya memenuhi peran murni defensif, tetapi Washington mengeklaim bahwa China membatasi akses ke Laut China Selatan dengan tindakannya, dan dengan demikian membenarkan pengiriman kapal perang Amerika pada apa yang disebut operasi “kebebasan navigasi” di wilayah tersebut.

Militer China mengaku telah mengerahkan beberapa jet tempur dan mengirim kapal Angkatan Laut untuk mengusir USS Benfold dari perairan yang dianggap Beijing sebagai wilayahnya itu.

The Global Times mengakui bahwa kedua negara tidak setuju pada status teritorial perairan di Laut China Selatan yang dipermasalahkan, tetapi menekankan bahwa itu sama sekali tidak membuat tindakan Angkatan Laut Amerika di Laut Cina Selatan legal.

“Apa yang telah dilakukan AS adalah provokasi terang-terangan, dan ini jelas bagi semua orang. Ada banyak orang dan fasilitas China di Meiji Reef, dan kapal perang AS yang berlayar begitu dekat tampaknya menjadi ancaman. Pihak China tidak bisa tetap acuh tak acuh, tetapi harus mengambil tindakan pencegahan. Ini adalah akal sehat,” lanjut editorial itu.

Surat kabar itu menekankan bahwa provokasi berkelanjutan dari AS cepat atau lambat akan menghasilkan “insiden” antara kedua negara dan menuduh Washington membawa lebih banyak kekacauan daripada ketertiban ke wilayah Laut China Selatan.

AS mengeklaim membela kepentingan kekuatan regional, tetapi pada saat yang sama secara terbuka menunjuk Beijing sebagai salah satu saingan utamanya dalam dokumen militer dan kebijakan luar negeri.

Konfrontasi kedua kekuatan meningkat di bawah pemerintahan Trump dengan yang terakhir meluncurkan perang dagang dan memulai kampanye penumpasan global terhadap raksasa teknologi China, seperti Huawei. Kebijakan tersebut berlanjut secara praktis tanpa perubahan besar di bawah penerus Trump—Presiden Joe Biden dari Partai Demokrat.

Sumber: sindonews.com

Previous Post

Tol Lampung-Aceh Ditargetkan Selesai di 2024

Next Post

Pelaku Penculikan Anak di Aceh Tengah Ternyata Residivis

Next Post
Pelaku Penculikan Anak di Takengon Aceh Tengah Diamuk Massa

Pelaku Penculikan Anak di Aceh Tengah Ternyata Residivis

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Kemenag Aceh Besar-Densus 88 Sasar Madrasah dan KUA Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme

Kemenag Aceh Besar-Densus 88 Sasar Madrasah dan KUA Cegah Paham Radikalisme dan Terorisme

15/04/2026
Dana Otsus Aceh, DPR RI: Pastikan Pengelolaannya Sehat, Bukan Cuma Transfer…

Dana Otsus Aceh, DPR RI: Pastikan Pengelolaannya Sehat, Bukan Cuma Transfer…

15/04/2026
Wabup Aceh Barat Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

Wabup Aceh Barat Ingatkan Masyarakat Waspada Cuaca Ekstrem

15/04/2026
Polda Aceh dan UTU Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pendidikan dan Riset

Polda Aceh dan UTU Jalin Kerja Sama Strategis untuk Pendidikan dan Riset

15/04/2026
Imigrasi Amankan Satu WNA Malaysia di Abdya

Imigrasi Amankan Satu WNA Malaysia di Abdya

15/04/2026

Terpopuler

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

14/04/2026

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

Wabup Abdya Kunjungi Warga Cot Mane, Pastikan Pembangunan Rumah Layak Huni

Setelah Diarahkan Bupati, Baitul Mal Abdya Langsung Tinjau Rumah Nurlaila

China Disarankan Balas Kirim Kapal Perang ke Perairan Teritorial AS

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com