ACEH UTARA – Badan Reintegrasi Aceh (BRA) melakukan pelatihan Life Skill untuk mantan Kombatan, Tapol/Napol, dan Korban Konflik sebagai bentuk pemberdayaan Ekonomi. Kegiatan itu dilaksanakan di Aceh Utara dan pembukaan dilaksanakan di Lido Graha Hotel, Senin 11 November 2019
Ketua BRA M. Yunus melalui Deputi I Kebijakan dan Kajian Setrategis BRA Pusat Tgk Amni Bin Ahmed Marzuki meagatakan, pelatihan Life Skill yang dilaksanakan untuk mendorong kemampuan mantan kombatan, Tapol/Napol, dan korban imbas konflik untuk mengisi peluang usaha sebagai bentuk penguatan ekonomi, sehingga perlu menjadi perhatian semua pihak sebagai wujud mendorong penguatan perdamaian Aceh.
“Kita harapkan pemerintah Kabupaten/Kota, termasuk Pemerintah Aceh Utara agar mendukung program-program penguatan perdamaian, supaya mantan kombatan GAM, Tapol/Napol, dan Masyarakat Imbas Konflik bisa mendapatkan haknya,” kata Tgk. Amni Bin Ahmed Marzuki.
Sementara, senada dengan Ketua BRA Pusat, Panglima Wilayah Samudera Pasee Tgk. Ni Pasee meminta kepada seluruh peserta pelatihan agar benar-benar serius mengikuti pelatihan ini karena ke depan semakin terbuka peluang memasuki dunia usaha.
“Ke depan, dibutuhkan ribuan pekerja karena akan dibuka banyak lapangan kerja. Manfaatkan pelatihan ini sebaik-baiknya untuk meningkatkan ketrampilan/skill. Serap ilmu yang diberikan,” ujar Tgk. Ni Pasee.
Pada pembukaan pelatihan hadir Bupati Aceh Utara yang diwakili Kepala Kesbangpol Aceh Utara Muhammad Zulkifli, kepala Sekretariat BRA yang diwakili Kabag Hukum, Humas, dan Publikasi Cut Aja Muzita, S.STP, MPA.
Pada acara itu juga ada penyerahan bantuan Mesin Penggiling Padi keliling secara simbolis kepada mantan kombatan GAM. (ji)









