Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Ilmuwan Teliti Permukaan Air Laut 125 Ribu Tahun Lalu, Hasilnya?

Admin1 by Admin1
12/11/2019
in Internasional
0

Jakarta – Penelitian terbaru mengungkapkan permukaan air laut naik 10 meter sejak periode hangat terakhir Bumi 125 ribu tahun lalu. Penelitian yang terbit dalam Nature Cummunication mengungkapkan es mencair pertama kali di Antartika, kemudian di Greenland beberapa ribu tahun berselang.

Ilmuwan meneliti perubahan kimia dalam fosil plankton di sedimen laut dari Laut Merah, yang terkait perubahan permukaan laut. Bersama dengan bukti air lelehan di sekitar Antartika dan Greenland, catatan ini mengungkapkan seberapa cepat permukaan laut naik dan membedakan antara kontribusi lapisan es yang berbeda.

Siklus bumi terdiri dari periode glasial dingin, atau zaman es, ketika sebagian besar dunia ditutupi lapisan es. Periode interglasial yang lebih hangat ketika es mencair dan permukaan laut naik, demikian Amp.scroll, baru-baru ini.

Kehilangan es awal di Antartika terjadi ketika Samudra Selatan menghangat pada awal interglasial. Air lelehan ini mengubah cara lautan bersirkulasi, yang menyebabkan pemanasan di wilayah kutub utara dan memicu pencairan es di Greenland.

Dalam penelitian itu diketahui bahwa mencairnya es di Antartika adalah pendorong utama kenaikan permukaan laut dalam periode interglasial terakhir, yang berlangsung sekitar 10.000 tahun. Naiknya permukaan laut menjadi salah satu tantangan besar bagi manusia yang ditimbulkan perubahan iklim.

Bumi saat ini berada dalam periode interglasial yang dimulai sekitar 10.000 tahun lalu. Namun, emisi gas rumah kaca selama 200 tahun terakhir menyebabkan perubahan iklim yang lebih cepat dan ekstrem dari pada yang dialami selama interglasial terakhir.

Peneliti memeriksa data dari interglasial terakhir, pada 125 ribu hingga 118 ribu tahun lalu. Temperatur hingga satu derajat Celcius lebih tinggi dari hari ini – mirip dengan yang diproyeksikan untuk waktu dekat.

Permukaan air laut rata-rata global saat ini diperkirakan akan naik lebih dari 3 mm per tahun. Tingkat ini diproyeksikan akan meningkat dan total kenaikan permukaan laut pada 2100 – relatif terhadap tahun 2000 – diproyeksikan mencapai 70 cm sampai 100 cm tergantung pada emisi gas rumah kaca.

Proyeksi semacam itu biasanya mengandalkan catatan yang dikumpulkan abad ini dari alat pengukur pasang surut, dan sejak 1990-an dari data satelit. Sebagian besar proyeksi tidak menjelaskan proses alami utama – ketidakstabilan tebing es – yang tidak diamati dalam catatan instrumental singkat.

Inilah sebabnya mengapa pengamatan geologis sangat penting. Ketika es mencapai lautan, ia menjadi beting es mengambang yang berakhir di tebing es. Ketika tebing-tebing ini menjadi sangat besar, mereka menjadi tidak stabil dan dapat dengan cepat runtuh.

Sumber: Tempo.co

Tags: bumisejarah
Previous Post

Pertamina Kucurkan USD 2,68 Miliar untuk Genjot Energi Panas Bumi

Next Post

Ruslan M. Daud Laporkan Hartanya ke KPK Senilai Rp28,4 Miliar

Next Post

Ruslan M. Daud Laporkan Hartanya ke KPK Senilai Rp28,4 Miliar

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Mahasiswa Kepung DPRK Pidie, Desak Dandim hingga Pangdam Dicopot! “Setiap Nyawa Berharga”

Mahasiswa Kepung DPRK Pidie, Desak Dandim hingga Pangdam Dicopot! “Setiap Nyawa Berharga”

07/11/2026
Lewat ToT Kader Penggerak, Farid Nyak Umar Perkuat Ketahanan Keluarga

Lewat ToT Kader Penggerak, Farid Nyak Umar Perkuat Ketahanan Keluarga

07/11/2026
Ramalan Nostradamus 2027: Kebakaran Hutan, Ekonomi Runtuh, & Kiamat

Ramalan Nostradamus 2027: Kebakaran Hutan, Ekonomi Runtuh, & Kiamat

07/11/2026
Peringatan Mojtaba: Kekalahan Trump Tak Akan Hentikan Permusuhan AS

Peringatan Mojtaba: Kekalahan Trump Tak Akan Hentikan Permusuhan AS

07/11/2026
Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 37

Sang Kombatan [Jilid 2] Bagian 38

07/11/2026

Terpopuler

Ilmuwan Teliti Permukaan Air Laut 125 Ribu Tahun Lalu, Hasilnya?

12/11/2019

Sarjani Minta Insiden Berdarah di Pulo Keunari Pidie Diusut Tuntas dan Transparan

Siswi MAN 3 Aceh Besar Raih Juara III AI Prompt Manifest 2026, Bersaing dengan Mahasiswa

Tiga Fraksi DPRK Abdya Terima Rancangan APBK Jadi Qanun, Setelah Dengarkan Jawaban Bupati

Nyan, Pemkab Pidie Jaya Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Selama 14 Hari

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com