Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Peneliti AS dan Australia Ungkap Bukti Epidemi Virus Corona 20.000 Tahun Lalu

Admin1 by Admin1
05/10/2021
in Kesehatan
0
Peneliti AS dan Australia Ungkap Bukti Epidemi Virus Corona 20.000 Tahun Lalu

Ilustrasi 2019 Novel Coronavirus (2019-nCoV). REUTERS/CDC

Jakarta – Sebuah studi baru yang ditulis bersama oleh peneliti dari University of Arizona, Amerika Serikat, dan University of Adelaide, Australia, menemukan epidemi virus corona di kawasan Asia Timur yang terjadi lebih dari 20.000 tahun yang lalu. Jejak wabah itu terbukti dalam susunan genetik orang-orang dari daerah itu.

Dalam studi yang diterbitkan di Current Biology, peneliti menganalisis genom lebih dari 2.500 manusia modern dari 26 populasi di seluruh dunia, untuk lebih memahami bagaimana manusia beradaptasi dengan sejarah wabah virus corona. Tim menggunakan metode komputasi untuk mengungkap jejak genetik adaptasi terhadap virus corona, keluarga virus yang bertanggung jawab atas tiga wabah besar dalam 20 tahun terakhir, termasuk Covid-19.

Dalam 20 tahun terakhir, telah terjadi tiga wabah virus corona epidemi parah, yakni SARS-CoV yang mengarah ke Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS), yang berasal dari Cina pada 2002 dan menewaskan lebih dari 800 orang; MERS-CoV menyebabkan Middle East Respiratory Syndrome, yang menewaskan lebih dari 850 orang; dan SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, yang telah menewaskan 3,8 juta orang.

Tetapi studi tentang evolusi genom manusia ini telah mengungkapkan epidemi virus corona besar lainnya yang pecah ribuan tahun sebelumnya. Profesor di Departemen Ekologi dan Biologi Evolusi, University of Arizona, David Enard, mengatakan ini seperti menemukan fosil jejak kaki dinosaurus, bukan menemukan fosil tulang secara langsung.

“Kami tidak menemukan virus purba secara langsung, tapi menemukan tanda-tanda seleksi alam yang dikenakannya pada genom manusia pada saat epidemi purba,” ujar Enard yang juga sebagai penulis utama studi.

Tim mensintesis protein manusia dan SARS-CoV-2, tanpa menggunakan sel hidup, dan menunjukkan bahwa ini berinteraksi secara langsung. Bahkan, secara khusus menunjukkan sifat alami dari mekanisme yang digunakan virus corona untuk menyerang sel. Genom manusia modern berisi informasi evolusi yang menelusuri kembali ratusan ribu tahun, termasuk adaptasi fisiologis dan imunologis yang memungkinkan manusia bertahan dari ancaman baru, termasuk virus.

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa nenek moyang orang Asia Timur mengalami epidemi penyakit akibat virus corona yang mirip dengan Covid-19. Orang Asia Timur berasal dari daerah yang kini menjadi Cina, Jepang, Mongolia, Korea Utara, Korea Selatan, dan Taiwan.

Untuk menyerang sel, virus harus menempel dan berinteraksi dengan protein spesifik yang diproduksi oleh sel inang yang dikenal sebagai protein interaksi virus, atau VIP. Para peneliti menemukan tanda-tanda adaptasi pada 42 gen manusia berbeda yang mengkode VIP, menunjukkan nenek moyang orang Asia Timur modern pertama kali terpapar virus corona lebih dari 20.000 tahun yang lalu.

“Kami menemukan 42 VIP terutama aktif di paru-paru—jaringan yang paling terpengaruh oleh virus corona—dan mengkonfirmasi bahwa mereka berinteraksi langsung dengan virus yang mendasari pandemi saat ini,” kata penulis pertama makalah, Yassine Souilmi, dari Fakultas Ilmu Biologi, University of Adelaide.

Selain VIP, yang terletak di permukaan sel inang dan digunakan oleh virus corona untuk masuk ke dalam sel, virus berinteraksi dengan banyak protein seluler lain begitu masuk. Menurut Enard, pihaknya menemukan bahwa gen manusia yang mengkode protein yang mencegah atau membantu virus berkembang biak telah mengalami lebih banyak seleksi alam sekitar 25.000 tahun yang lalu.

Studi independen lainnya menunjukkan bahwa mutasi pada gen VIP dapat memediasi kerentanan virus corona dan juga keparahan gejala Covid-19. Beberapa VIP saat ini sedang digunakan dalam perawatan obat untuk Covid-19 atau menjadi bagian dari uji klinis untuk pengembangan obat lebih lanjut.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Warga Berharap Jalan Lingkar Asantola – Ujung Sialit Berlanjut

Next Post

Junta Myanmar Langgar Komitmen, Menlu: ASEAN Tak Bisa Bertindak seperti Biasa

Next Post
Junta Myanmar Langgar Komitmen, Menlu: ASEAN Tak Bisa Bertindak seperti Biasa

Junta Myanmar Langgar Komitmen, Menlu: ASEAN Tak Bisa Bertindak seperti Biasa

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Murid SLBN Kota Langsa Lolos ke Nasional di Ajang FLS3N Jenjang Diksus

Murid SLBN Kota Langsa Lolos ke Nasional di Ajang FLS3N Jenjang Diksus

22/05/2026
Thayeb Loh Angen: Taman Budaya Aceh Harus Kembali ke “Fitrah” Kebudayaan

Thayeb Loh Angen: Taman Budaya Aceh Harus Kembali ke “Fitrah” Kebudayaan

22/05/2026
Semangat Idul Adha: KUA Tangan-Tangan Tebarkan Kebaikan Lewat Program Sejuta

Semangat Idul Adha: KUA Tangan-Tangan Tebarkan Kebaikan Lewat Program Sejuta

22/05/2026
Siswa SMK PPN Saree Wakili Aceh ke Nasional di Ajang LKS 2026

Siswa SMK PPN Saree Wakili Aceh ke Nasional di Ajang LKS 2026

22/05/2026
Warga Ceurih Ulee Kareng Keluhkan Sampah Tak Diangkut Hingga 10 Hari

Warga Ceurih Ulee Kareng Keluhkan Sampah Tak Diangkut Hingga 10 Hari

22/05/2026

Terpopuler

Disdikbud Abdya Launching TKN Teungku Peukan, Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

Disdikbud Abdya Launching TKN Teungku Peukan, Perkuat Pendidikan Anak Usia Dini

21/05/2026

Darwati Serap Aspirasi Guru PAUD Aceh, Soroti Rendahnya Kesejahteraan Pendidik Nonformal

Warga Ceurih Ulee Kareng Keluhkan Sampah Tak Diangkut Hingga 10 Hari

ASAC 2026 Ditutup, Seluruh Peserta Berkesempatan Lanjut Studi Gratis di Al Zahrah

Ohku, Huntara Proyek PT HK Rusak Akibat Angin Kencang di Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com