Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Kisah Empat Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjaman Online

Admin1 by Admin1
08/10/2021
in Nasional
0
Kisah Empat Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjaman Online

Ilustrasi pinjaman online. Freepik

Jakarta – Sebanyak empat kasus bunuh diri setidaknya tercatat dalam beberapa tahun terakhir akibat jeratan pinjaman online ilegal. Kasus terbaru dialami oleh WPS, 38 tahuh, seorang ibu rumah tangga di Kecamatan Giriwoyo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah.

Ia mengakhiri hidup dengan cara bunuh diri pada Sabtu, 2 Oktober 2021, karena diduga tidak kuat menerima teror dari debt collector dari 23 pinjaman online atau pinjol yang menagih utang. Tapi setelah kejadian ini, dikabarkan tidak ada lagi penagih utang yang mendatangi rumah korban.

“Mungkin sudah mengetahui nasabahnya meninggal dunia,” Kapolsek Giriwoyo Inspektur Polisi Satu Sumawan saat dihubungi pada Kamis, 7 Oktober 2021.

Adapun nilai rata-rata utang korban ke tiap pinjol tersebut berkisar Rp 1,6 juta hingga Rp 3 juta. Belakangan diketahui 23 pinjol tersebut ilegal.

Meski demikian, Sumarwan menghimbau agar masyarakat hati-hati terhadap pinjol yang kerap menawarkan bunga tinggi ini. Lalu, melakukan intimidasi saat penagihan.

Meski demikian, WPS bukanlah orang pertama yang akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hidupnya karena jerat pinjol. Sebelumnya beberapa kasus serupa sudah terjadi di beberapa tempat.

Pada Maret 2020, seorang pria bunuh diri di dalam rumah kontrakannya di Kelurahan Gandul, Cinere, Kota Depok, Jawa Barat. Pria ini diduga putus asa dengan jeratan utang dari pinjaman online.

Kapolsek Limo, Komisaris Bintang Silaen mengatakan, aksi bunuh diri dengan cara gantung diri menggunakan tali tambang plastik tersebut diketahui pertama kali oleh istri korban. “Sang istri menemukan korban sudah menggantung di plafon dapur rumah,” kata Bintang.

Bintang mengatakan, berdasar keterangan sang istri, korban diduga putus asa karena sedang memiliki masalah utang melalui pinjaman online yang sudah jatuh tempo.

Lalu pada Februari 2019, seorang sopir taksi bernama Zulfadhli mengakhiri hidup dengan gantung diri karena terlilit utang pinjaman online yang tak sanggup dilunasinya. Polisi menemukan mayat Zulfadhli dengan kondisi leher terjerat seutas tali di Jalan Mampang Prapatan, Tegal Parang, Jakarta Selatan.

“Polisi sudah melakukan penyelidikan, hasil pemeriksaan tidak ada luka karena orang lain,” kata Kepala Kepolisian Sektor Mampang Prapatan Kompol Tri Harjadi saat dihubungi Tempo pada Senin sore, 11 Februari 2019.

Setelah peristiwa gantung diri itu dilaporkan ke polisi, penyidik mendapati selembar kertas bertulisan tangan Zulfadhli. Dalam suratnya, pria kelahiran Padang tahun 1984 itu menuliskan bahwa ia sedang terlilit utang dan dikejar-kejar oleh rentenir pinjol.

Di luar itu, ada juga kejadian pada Oktober 2020. Seorang pemuda berinisial KS nekat mencoba bunuh diri di kamar mandi minimarket Alfamidi Buaran Raya, Duren Sawit, Jakarta Timur. Pria 25 tahun itu menyayat nadinya dengan pisau cutter yang ia beli di minimarket tersebut.

“Dia sayat nadi tangan kirinya,” ujar Kapolsek Duren Sawit AKP Rensa Sastika Aktadivia saat dihubungi Tempo, Ahad, 25 Oktober 2020.

Beruntung usaha bunuh diri gagal setelah pegawai minimarket memergokinya. Saat ditemukan, KS sudah bersimbah darah dan dalam keadaan kritis. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat. “Dia mencoba bunuh diri karena terbelit utang pinjaman online atau fintech,” ujar Rensa.

Sumber: tempo.co

Previous Post

Bupati Aceh Singkil, Dulmusrid Berhentikan Kapus Pulau Banyak Barat

Next Post

3 Perempuan Denmark Diduga Anggota ISIS Dievakuasi dari Suriah

Next Post
3 Perempuan Denmark Diduga Anggota ISIS Dievakuasi dari Suriah

3 Perempuan Denmark Diduga Anggota ISIS Dievakuasi dari Suriah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

Bupati Aceh Tengah Harap Program Sesuai dengan Skala Prioritas Daerah Terdampak

27/03/2026
Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

Pemkab Aceh Besar: THR dan Gaji 13 Guru Sudah Dibayarkan, TPG Segera…!

27/03/2026
Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

Kapolda Ajak Generasi Muda Implementasi Program Kepolisian Hijau

27/03/2026
Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

Sekda Tegaskan Pemanfaatan TKD Harus Berdampak Langsung bagi Masyarakat

27/03/2026
Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Terpopuler

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

27/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Prof Saifullah Resmi Mendaftar sebagai Calon Rektor UIN Ar-Raniry 2026-2030

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Kisah Empat Kasus Bunuh Diri Akibat Pinjaman Online

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com