Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kampus

Mahasiswa Prodi BSA UIN Ar-Raniry Kunjungi Komplek Dayah Tengku Chik Awee Geutah

Admin1 by Admin1
10/10/2021
in Kampus
0

BANDA ACEH – Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Arab UIN Ar-Raniry Banda Aceh Kunjungi Dayah Tengku Chik Awee Geutah yang bertempat di Kecamatan Peusangan Siblah Krueng Kabupaten Bireuen pada 9-10/10/2021.

Ketua Prodi Bahasa dan Sastra Arab Dr. Zulhelmi, MHSc,  menyampaikan kepada awak media, bahwa kunjungan tersebut dilaksanakan dalam rangka praktikum filologi yang diikuti oleh 100 orang Mahasiswa dari Prodi Bahasa dan Sastra Arab, serta didampingi oleh 10 orang Dosen pendamping.

“Kegiatan praktikum filologi adalah salah satu kegiatan rutin Prodi BSA yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan mahasiswa di bidang manuskrip kuno (pernaskahan),” kata Zulhelmi.

Lebih lanjut, Zulhelmi menyampaikan, bahwa pada kegiatan itu, mahasiswa diajak untuk melakukan penelaahan terhadap naskah-naskah kuno yang masih tersimpan di komplek Dayah Tengku Chik Awee Geutah.

Di samping itu, mahasiswa juga di tuntur agar bisa menghargai dan menjaga naskah-naskah kuno yang tersisa dibeberapa tempat di Aceh. Salah satunya di Komplek Dayah ini. Imbuh Zulhelmi.

Istiqamatunnisa, M.A. selaku Filolog Aceh yang ikut mendampingi mahasiswa pada kegiatan tersebut, menyebutkan di Komplek Dayah Tengku Awee Geutah terdapat 51 naskah kuno yang masih tersimpan.

“Naskah-naskah yang tersimpan tersebut lebih banyak memuat tentang tata bahasa Arab, fikih, tasawuf, dan tauhid. Salah satu naskah yang memuat persoalan tata bahasa Arab yakni naskah “Tufah Attulab fi qawaiduli’rab,” kata Istiqamah.

Naskah “Tufah Attulab fi qawaiduli’rab” ditulis oleh Syekh Ahmad bin Haim. Di dalamnya tidak menyebutkan tahun terbit, diperkirakan naskah ini ditulis antara abad 17 dan 18.

“Tetapi, jika dilihat dari sisi kertasnya, salinan naskah ini dikeluarkan pada abad 18,” ujar Istiqamah.

Sebatas informasi, komplek Dayah Tengku Chik Awee Getah adalah komplek bangunan yang sudah ada sejak abad 13 yang dimiliki oleh oleh ulama besar Aceh Tengku Chik Awee Geutah dengan nama aslinya Syaikh Abdurrahim Bawarith al Asyi.

Usia bangunannya sudah sangat tua, akan tetapi bangunan ini masih berdiri kokoh, dan terlihat indah dari sisi ukiran-ukiran pada dinding, pintu, jendela, dan menunjukkan ciri khas bangunan Aceh di Aceh.

Previous Post

FT USM Gelar Simulasi Pemilihan Kades Berbasis e-Voting

Next Post

Empat Tim Lolos ke Semifinal Turnamen Antar Pelajar Pidie dan Pijay

Next Post

Empat Tim Lolos ke Semifinal Turnamen Antar Pelajar Pidie dan Pijay

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Krak, KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Strategis Aceh

Krak, KemenPU Bangun Jembatan Permanen di Jalur Strategis Aceh

22/06/2026
Seorang Pria Didakwa Terkait Serangan Anti-Muslim di Skotlandia

Seorang Pria Didakwa Terkait Serangan Anti-Muslim di Skotlandia

22/06/2026
AS-Iran Kembali Negosiasi di Swiss Usai Serangan Israel ke Lebanon

AS-Iran Kembali Negosiasi di Swiss Usai Serangan Israel ke Lebanon

22/06/2026
Azhari Cage Gelar 4 Pilar di Paloh Dayah Lhokseumawe

Azhari Cage Gelar 4 Pilar di Paloh Dayah Lhokseumawe

21/06/2026
Nasir Djamil Desak Pelaku Pemotongan Tangan Warga Aceh Besar Diproses Hukum

Nasir Djamil Desak Pelaku Pemotongan Tangan Warga Aceh Besar Diproses Hukum

21/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

ASDP Prioritaskan Pemulihan Korban dan Evaluasi Menyeluruh Pasca Insiden KMP Aceh Hebat 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com