Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Wonderland Dinilai Gagasan Besar Tapi Kinerja Lemah

Admin1 by Admin1
30/10/2021
in Nanggroe
0
BRA Diminta ‘Tak Lambong-lambong Kupiah’ Atas Nama Korban Konflik

Usman Lamreung

JANTHO – Langkah bupati Aceh Besar untuk menjadikan program wisata menjadi program strategis Aceh Besar dinilai patut didukung.

“Namun juga harus lihat juga seserius apa kebijakan yang dicanangkan oleh Bupati dengan Wonderland-nya. Sebesar apa keseriusannya, karena seharusnya antara  kebijakan dan realisasi program dilapangan harus lebih fokus dan serius, jangan pengembangan spot wisata karena kepentingan sempit dan tidak jangka panjang,” kata Usman Lamreung, tokoh muda Aceh Besar.

Hal tersebut disampaikan Usman Lamreung merespon promosi wonderland Buket Meusara, RT-IV, Jantho yang disampaikan oleh Bupati Aceh Besar melalui video dan pemberitaan di media Serambi Indonesia.

“Wonderland adalah sebutan bupati potensi wisata Aceh Besar, dan bupati mempromosi lokasi wisata baru yang diprakarsai olehnya, jadi banyak program yang diarahkan untuk lokasi ini, terakhir bupati langsung melakukan pod-cast yang dipandu oleh salah seorang wartawan senior Serambi Indonesia,” ujarnya lagi.

Menurut Usman, langkah yang ditempuh oleh bupati sudah tepat, namun bagusnya lagi jangan hanya fokus ke Buket Meusara saja, karena banyak juga lokasi lainnya, seperti Krueng Jalin Jantho, Pulo Aceh, Ujong Batee, Ie Seuum dan lainnya.

Bagusnya, jelas tokoh akademisi ini, anggarannya diarahkan untuk penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan pengelolaannya, juga alokasikan untuk rehab semua fasilitas di spot wisata yang sudah berkembang tersebut.

“Perbaiki tata kelola lokasi-lokasi tersebut, perbaiki WC-nya, jalan akses serta tertibkan pintu masuk dan parkirnya, serta harga makanannya agar pengunjung nyaman,” kata Usman.

Selanjutnya, sambung Usman lagi, promosi bupati kemarin itu, semestinya dapat dilakukan dilokasi seperti taman binatang Cut Fit.

“Apalagi bicara mengundang investor, lokasi Cut Fit menjadi contoh lokasi wisata yang dikembangkan oleh investor, diinvestasikan sendiri oleh beliau, pemkab Aceh Besar harus mendukungnya,” kata dia.

“Kemarin itu, bagusnya lokasi Pod-Cast pak bupati dilokasinya Cut Fit, bukan di lokasi yang baru saja beliau buka, jadi kelihatan road map pengembangan wisata Aceh Besar yang membuka peluang bagi para investor, “ jelas Usman Lamreung sambil sedikit tersenyum santai.

“Lokasi Buket Meusara ini jangan hanya fokus saat pak bupati masih menjabat, begitu beliau tidak ada lagi, maka lokasi ini pun terbengkalai sebagaimana yang sudah digagas oleh almarhum pak Bukhari,” ujar dosen Unaya, Usman Lamreung.

Previous Post

Aceh Kreatif Berikan Penghargaan ke Kepala DPPKP Banda Aceh

Next Post

Guru dan Siswa MTsN Model Banda Aceh Sukses Vaksinasi ke-2

Next Post

Guru dan Siswa MTsN Model Banda Aceh Sukses Vaksinasi ke-2

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

Imigrasi Banda Aceh Deportasi Warga Negara Kanada

11/06/2026
BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

BNPB Gelar Operasi Modifikasi Cuaca di Langit Aceh Barat

11/06/2026
Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

Riyaldi Dinilai Tepat Pimpin KNPI Aceh Selatan, Dinilai Mampu Hadirkan Semangat Baru Organisasi Kepemudaan

11/06/2026
Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

Empat Rumah di Permata Hangus ‘Dilalap’ Sijago Merah

11/06/2026
Atap Sebuah Ruko di Kuta Cot Glie Rusak Diterjang Angin Kencang

Atap Sebuah Ruko di Kuta Cot Glie Rusak Diterjang Angin Kencang

11/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

Plt Sekda Lantik 50 Pejabat Fungsional Tenaga Kesehatan dan Guru

Pesantren Jadi Lokomotif Pertanian Modern, IPB Kenalkan Varietas Padi Cerdas Iklim di Pidie Jaya

HUT ke-19 Pidie Jaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi dan Pengelolaan SDA Berkelanjutan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com