JANTHO – Langkah bupati Aceh Besar untuk menjadikan program wisata menjadi program strategis Aceh Besar dinilai patut didukung.
“Namun juga harus lihat juga seserius apa kebijakan yang dicanangkan oleh Bupati dengan Wonderland-nya. Sebesar apa keseriusannya, karena seharusnya antara kebijakan dan realisasi program dilapangan harus lebih fokus dan serius, jangan pengembangan spot wisata karena kepentingan sempit dan tidak jangka panjang,” kata Usman Lamreung, tokoh muda Aceh Besar.
Hal tersebut disampaikan Usman Lamreung merespon promosi wonderland Buket Meusara, RT-IV, Jantho yang disampaikan oleh Bupati Aceh Besar melalui video dan pemberitaan di media Serambi Indonesia.
“Wonderland adalah sebutan bupati potensi wisata Aceh Besar, dan bupati mempromosi lokasi wisata baru yang diprakarsai olehnya, jadi banyak program yang diarahkan untuk lokasi ini, terakhir bupati langsung melakukan pod-cast yang dipandu oleh salah seorang wartawan senior Serambi Indonesia,” ujarnya lagi.
Menurut Usman, langkah yang ditempuh oleh bupati sudah tepat, namun bagusnya lagi jangan hanya fokus ke Buket Meusara saja, karena banyak juga lokasi lainnya, seperti Krueng Jalin Jantho, Pulo Aceh, Ujong Batee, Ie Seuum dan lainnya.
Bagusnya, jelas tokoh akademisi ini, anggarannya diarahkan untuk penguatan kapasitas SDM dan kelembagaan pengelolaannya, juga alokasikan untuk rehab semua fasilitas di spot wisata yang sudah berkembang tersebut.
“Perbaiki tata kelola lokasi-lokasi tersebut, perbaiki WC-nya, jalan akses serta tertibkan pintu masuk dan parkirnya, serta harga makanannya agar pengunjung nyaman,” kata Usman.
Selanjutnya, sambung Usman lagi, promosi bupati kemarin itu, semestinya dapat dilakukan dilokasi seperti taman binatang Cut Fit.
“Apalagi bicara mengundang investor, lokasi Cut Fit menjadi contoh lokasi wisata yang dikembangkan oleh investor, diinvestasikan sendiri oleh beliau, pemkab Aceh Besar harus mendukungnya,” kata dia.
“Kemarin itu, bagusnya lokasi Pod-Cast pak bupati dilokasinya Cut Fit, bukan di lokasi yang baru saja beliau buka, jadi kelihatan road map pengembangan wisata Aceh Besar yang membuka peluang bagi para investor, “ jelas Usman Lamreung sambil sedikit tersenyum santai.
“Lokasi Buket Meusara ini jangan hanya fokus saat pak bupati masih menjabat, begitu beliau tidak ada lagi, maka lokasi ini pun terbengkalai sebagaimana yang sudah digagas oleh almarhum pak Bukhari,” ujar dosen Unaya, Usman Lamreung.










