Jantho — Rangkaian Webinar Literasi Digital di Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh kembali bergulir. Pada Rabu, 27 Oktober 2021 pukul 09.00 hingga 12.00 WIB, telah dilangsungkan webinar bertajuk “Tips Dampingi Anak Belajar di Era Pandemi”.
Kegiatan masif yang diinisiasi dan diselenggarakan oleh Direktorat Pemberdayaan informatika Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo RI ini bertujuan mendorong masyarakat menggunakan internet secara cerdas, positif, kreatif, dan produktif sehingga dapat meningkatkan kemampuan kognitif-nya untuk mengidentifikasi hoaks serta mencegah terpapar berbagai dampak negatif penggunaan internet.
Pengguna internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 202,6 juta jiwa. Total jumlah penduduk Indonesia sendiri saat ini adalah 274,9 juta jiwa. Ini artinya, penetrasi internet di Indonesia pada awal 2021 mencapai 73,7 persen.
Direktur Jenderal Aplikasi Informatika (Aptika) Kominfo Semuel Abrijani Pangerapan mengatakan Indonesia masih memiliki pekerjaan rumah terkait literasi digital.
“Hasil survei literasi digital yang kita lakukan bersama siberkreasi dan katadata pada 2020 menunjukkan bahwa indeks literasi digital Indonesia masih pada angka 3,47 dari skala 1 hingga 4. Hal itu menunjukkan indeks literasi digital kita masih di bawah tingkatan baik,” katanya lewat diskusi virtual.
Dalam konteks inilah webinar literasi digital yang diselenggarakan oleh Kementerian Kominfo RI ini menjadi agenda yang amat strategis dan krusial, dalam membekali seluruh masyarakat Indonesia beraktifitas di ranah digital.
Pada webinar yang menyasar target segmen mahasiswa PAUD, guru PAUD, dan orang tua di Aceh Besar, dihadiri oleh sekitar 273 peserta daring ini, hadir dan memberikan materinya secara virtual, para narasumber yang berkompeten dalam bidangnya, yakni Masfuukhatur Rokhmah, M.Psi., Psikolog Klinis., Dosen Fak. Psikologi Universitas Gunadarma; Donny Prayudi Nugroho, Chief Of Academic Officer NUEFA Digital Campus; Ita Warliani, M.Ed., Widyaprada Ahli Madya, BP PAUD dan Dikmas Provinsi Aceh; dan Gracia Mandira, S.Pd., M.Ed., Dosen PG–PAUD FKIP Universitas Syiah Kuala. Elyas Nur Firdayana sebagai Key Opinion Leader (KOL) dan memberikan pengalamannya. Para narasumber tersebut memperbincangkan tentang 4 pilar literasi digital, yakni Digital Culture, Digital Ethic, Digital Safety dan Digital Skill.
Pada sesi pertama tampil Masfuukhatur Rokhmah, M.Psi., Psikolog Klinis., memaparkan pendampingan psikologis orangtua bagi anak cakap digital akan menyempurnakan kecanggihan teknologi dalam memberikan kendali agar lebih aman dan bermanfaat di ruang digital.
Giliran pembicara kedua, Donny Prayudi Nugroho, menjelaskan lakukan pengaturan (parental control) sederhana pada gawai yang digunakan anak untuk beraktivitas digital. Gunakan aplikasi pendampingan orangtua untuk memantau aktivitas digital anak-anak. Google Family Link atau Microsoft Family Safety.
Tampil sebagai pembicara ketiga, Ita Warliani, M.Ed., mengatakan enam aspek perkembangan kemampuan anak usia dini antara lain perkembangan perilaku (pendidikan karakter) dengan perkembangan nilai agama dan moral dan perkembangan sosial-emosional, kemudian kemampuan dasar berupa perkembangan motorik, kognitif, bahasa dan seni.
Pembicara keempat, Gracia Mandira, S.Pd., M.Ed., menuturkan perlunya mendampingi anak saat mengakses gawai, menyeleksi konten yang sesuai untuk anak, memahami informasi yang disediakan media digital, menganalisis konten digital untuk menemukan pola positif atau negatif serta memverifikasi media digital.
Para peserta mengikuti dengan antusias seluruh materi yang disampaikan dalam webinar ini, terlihat dari banyaknya tanggapan dan pertanyaan-pertanyaan yang diajukan kepada para narasumber. Seperti Akbar Raditya yang bertanya bagaimana agar anak-anak sekarang bisa memahami etika digital dan dapat diterapkan di dunia maya maupun nyata? Narasumber Gracia Mandira, S.Pd., M.Ed., menanggapi etika perlu untuk dibiasakan, tentu untuk anak-anak harus dibiasakan sejak dini, karena etika mencerminkan perilaku seseorang. Guru dan orang tua harus mengajarkan dan mengkomunikasikan kepada anak-anak bahwa berperilaku yang baik itu penting, jika sudah diterapkan di dunia nyata maka akan terbawa kepada dunia maya.
Webinar ini merupakan satu dari rangkaian webinar yang diselenggarakan di Kabupaten Aceh Besar. Masyarakat diharapkan dapat hadir pada webinar-webinar yang akan datang.[]








