Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Eks Direktur WHO Asia Tenggara Sebut 4 Upaya Tekan Omicron Menyebar di Indonesia

Admin1 by Admin1
29/11/2021
in Kesehatan
0
Eks Direktur WHO Asia Tenggara Sebut 4 Upaya Tekan Omicron Menyebar di Indonesia

Calon penumpang mendaftar untuk tes PCR secara drive thru di Terminal 3 Bandara Internasional Sukarno Hatta, Tangerang, Banten, Senin, 25 Oktober 2021. Tarif RT-PCR dengan hasil 3 jam di Airport Health Center Bandara Soekarno-Hatta ditetapkan Rp 495 ribu. TEMPO/Tony Hartawan

Jakarta – Penyebaran varian baru Covid-19, yakni B.1.1.529 atau yang lebih dikenal dengan Omicron, harus mendapat perhatian khusus pemerintah. Mantan Direktur WHO Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama, memuji langkah cepat Direktur Jenderal Keimigrasian yang mengeluarkan surat edaran untuk menutup sementara pintu masuk dari sejumlah negara, khususnya Afrika.

Meksi begitu, Tjandra mengatakan masih ada langkah lanjutan yang harus dilakukan pemerintah. Setidaknya hal ini terbagi ke dalam empat bagian.

“Untuk mereka yang sudah masuk Indonesia dalam beberapa hari ini dan masih dalam karantina, maka sebaiknya karantinanya diperpanjang sampai satu atau dua minggu, karantina hanya tiga hari tentulah tidak cukup,” kata Tjandra dalam keterangannya, Ahad, 28 November 2021.

Kedua, karena dalam surat edaran Dirjen Imigrasi ada pengecualian untuk orang asing yang akan mengikuti pertemuan terkait G20, Tjandra mengingatkan bagi mereka juga harus menjalani pemeriksaan ketat. Karantina yang memadai juga harus dilakukan pada mereka.

“Ketiga, harus diingat bahwa mungkin saja sebelum tanggal 26 November sudah ada warga asing dari 8 negara itu yang masuk ke Indonesia, mungkin dalam 2 minggu terakhir ini yang bukan tidak mungkin sudah pernah terpapar varian baru ini,” kata Tjandra.

Karena itu, ia mengatakan penelusuran perlu dilakukan. Mereka yang sekarang sehat atau tengah sakit, yang tentu harus diisolasi dan ditangani dengan seksama, termasuk whole genome sequencing.

Keempat, diperlukan kajian mendalam apakah penolakan hanya dilakukan pada 8 negara ini. Khususnya bila nanti varian baru terus meluas ke negara-negara lain.

Tjandra mengatakan secara umum Indonesia masih perlu meningkatkan pemeriksaan whole genome sequencing-nya. Data di GISAID 26 November, menunjukkan Indonesia memasukkan 8.906 sampel WGS, sementara Afrika Selatan dengan penduduk tidak sampai 60 juta sudah memasukkan 23.452 sampel WGS India bahkan sudah memasukkan 80.446 WGS.

“Penduduk kita kira-kira adalah seperempat penduduk India. Jadi kalau India sekarang sudah memeriksa lebih 80 ribu sampel maka seyogyanya kita dapat juga harusnya sudah memeriksa 20 ribu sampel,” kata Tjandra.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Harga Emas Antam Naik Seiring Kenaikan di Pasar Asia Akibat Efek Omicron

Next Post

Gerhana Matahari Terakhir 2021 Terjadi 4 Desember, Istimewa di Antartika

Next Post

Gerhana Matahari Terakhir 2021 Terjadi 4 Desember, Istimewa di Antartika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

515 Tahun Pidie: Jejak Pedir dan Darul Amni yang Tak Boleh Hilang

20/09/2026
Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

Penambang Kabur, 93 Gelondongan PETI Disikat Aparat di Geumpang

20/09/2026
Aceh Raih Peringkat 4 Nasional di MTQ 2026

Ketua DPRK Minta Pemko Banda Aceh Beri Bonus Layak untuk Pemenang MTQ Nasional, Pemerintah Aceh Diniai Perlu Perhatian Khusus

20/09/2026
RKI Kuta Alam Launching Sekolah Keluarga, Ibu‑ibu Muda Sambut Antusias

RKI Kuta Alam Launching Sekolah Keluarga, Ibu‑ibu Muda Sambut Antusias

20/09/2026
Pidato Perdana Sayuti, Bongkar Empat PR Besar Demokrat Aceh

Pidato Perdana Sayuti, Bongkar Empat PR Besar Demokrat Aceh

20/09/2026

Terpopuler

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

Produktivitas Padi Abdya Tembus 10,2 Ton per Hektare, Bukti Keberhasilan Penyuluh dan Petani

19/09/2026

Eks Direktur WHO Asia Tenggara Sebut 4 Upaya Tekan Omicron Menyebar di Indonesia

PKB Pidie Jaya Pasang Target Agresif: Satu Dapil Satu Kursi

Luar Biasa! Hasil Panen di Blangpidie Capai 8,7 Ton per Hektare, Rekor Tertinggi Selama 6 Tahun

TANI Merdeka Indonesia Abdya Apresiasi Kepemimpinan Safaruddin – Zaman Akli atas Capaian Hasil Panen Petani yang Melimpah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com