Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nasional

Unesco Masukkan Songket sebagai Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan Malaysia

Admin1 by Admin1
19/12/2021
in Nasional
0

Jakarta – Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan PBB Unesco memasukkan songket dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan milik Malaysia.

Daftar warisan budaya itu diputuskan dalam sesi ke-16 Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Takbenda yang diadakan secara online dari 13 hingga 18 Desember 2021, demikian dimuat di laman resmi Unesco, Desember 2021. .

Mr Punchi Nilame Megaswatte, Sekretaris Jenderal Komisi Nasional Sri Lanka untuk UNESCO, memimpin pertemuan tahunan yang mengumpulkan ratusan peserta – perwakilan Negara Pihak, organisasi non-pemerintah, lembaga budaya dan pemangku kepentingan lainnya – dari seluruh dunia.

Pada sidang tahun ini, Komite Antar Pemerintah untuk Perlindungan Warisan Budaya Non-benda memasukkan 4 unsur ke dalam Daftar Warisan Budaya Non-benda yang Perlu Dijaga Mendesak, dan 39 unsur dalam Daftar Representatif Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan.

Sebenarnya selain Malaysia, songket juga dikenal sebagai pakaian tradisional etnis Melayu di Indonesia, Singapura, dan Brunei.

Dalam sebuah penelitian, Susan Rodgers, Anne Summerfield, dan John Summerfield menyebutkan bahwa songket dikaitkan dengan Kerajaan Sriwijaya dan sampai saat ini masih digunakan oleh masyarakat Palembang dan etnis Melayu pada umumnya.

Di laman Unesco, disebutkan bahwa songket adalah kain tenun tangan tradisional Malaysia yang dibuat oleh wanita di Semenanjung Malaya dan Sarawak.

Istilah songket mengacu pada teknik tenun dekoratif yang digunakan untuk membuat kain, yang melibatkan penyisipan benang emas atau perak di antara benang dasar.

Benang ekstra tampak melayang di atas latar belakang anyaman warna-warni untuk menciptakan efek ornamen. Songket ditenun menggunakan kek, alat tenun tradisional bersusun dua. Produk akhir adalah kain halus yang dihasilkan dari tenun tangan terampil selama berbulan-bulan oleh pengrajin ahli.

Teknik menenun yang sudah ada sejak abad ke-16 ini diturunkan dari generasi ke generasi, dan gaya songket dapat dikenali dari pola desain yang menggunakan bentuk geometris dan elemen organik, seperti bunga, burung, dan serangga.

Bahan songket secara tradisional hanya dikenakan oleh bangsawan dan keluarga mereka. Namun, hari ini digunakan oleh orang Melayu di seluruh negeri dalam pakaian upacara tradisional, untuk instalasi kerajaan, pernikahan, kelahiran, acara-acara perayaan dan acara resmi negara.

Meski tenun songket selalu kokoh di tangan perempuan, laki-laki juga ikut mendukung dengan membuat alat tenun.

Malaysia mengajukan songket ke Unesco sejak Maret 2020.

Indonesia dalam sidang kali ini mengajukan gamelan sebagai Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan dan telah diterima oleh Unesco.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Omicron Menyebar Cepat, WHO: Kasus Bisa Berlipat Ganda dalam 3 Hari

Next Post

Korban Kelima Mobil Jatuh ke Jurang Perbatasan Aceh-Sumut Ditemukan

Next Post

Korban Kelima Mobil Jatuh ke Jurang Perbatasan Aceh-Sumut Ditemukan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Aceh Tengah Tidak Terima Tambahan DAU Penanggulangan Bencana

Ohku, Aceh Tengah Tidak Terima Tambahan DAU Penanggulangan Bencana

27/03/2026
Ditjenpas Aceh Percepat Pemulihan Lapas Kuala Simpang Pascabencana

Ditjenpas Aceh Percepat Pemulihan Lapas Kuala Simpang Pascabencana

27/03/2026
Pergoki Maling, Dokter di Gayo Lues Tewas Dibunuh

Pergoki Maling, Dokter di Gayo Lues Tewas Dibunuh

27/03/2026
Sekretariat DPRA Gelar Apel Perdana dan Halal Bihalal

Sekretariat DPRA Gelar Apel Perdana dan Halal Bihalal

27/03/2026
Trump Kecewa NATO Tak Bantu Perangi Iran: Jangan Lupakan Momen Ini!

Trump Kecewa NATO Tak Bantu Perangi Iran: Jangan Lupakan Momen Ini!

27/03/2026

Terpopuler

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

Jadi Daerah Basis Mualem-Dekfadh, Anggaran Dayah untuk Aceh Utara Kalah Jauh dari Bireuen di APBA 2026

26/03/2026

Gagal Menangkan Mualem–Dek Fad di Bireuen, Peneliti: Pergantian Abang Samalanga Demi Masa Depan PA

Komisi III DPR RI Ultimatum Polisi: Hancurkan Jaringan Narkoba & Judi Online di Aceh Utara

Unesco Masukkan Songket sebagai Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan Malaysia

Dinilai Angkuh Dan Minim Empati: Bupati Aceh Selatan Diminta Segera Copot Kadiskes Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com