Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kesehatan

Omicron Menyebar Cepat, WHO: Kasus Bisa Berlipat Ganda dalam 3 Hari

Admin1 by Admin1
19/12/2021
in Kesehatan
0

Jakarta – Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO kembali mengingatkan bahaya varian Omicron virus Corona. Varian ini telah dilaporkan di 89 negara. Menurut WHO, jumlah kasus Omicron bisa meningkat dua kali lipat dalam 1,5 hingga 3 hari ke depan.

Omicron menyebar dengan cepat di negara-negara yang rata-rata penduduknya sudah divaksinasi Corona penuh sehingga memiliki tingkat kekebalan tinggi. Belum jelas benar, apakah ini berarti virus mampu menghindari kekebalan, peningkatan penularan yang melekat atau kombinasi keduanya, menurut WHO.

WHO menetapkan Omicron sebagai variant of concern pada 26 November, setelah pertama kali terdeteksi. Masih banyak yang belum diketahui tentang Omicron, termasuk tingkat keparahan yang ditimbulkannya.

“Data keparahan klinis Omicron masih terbatas,” kata WHO. “Lebih banyak data diperlukan untuk memahami profil keparahan, bagaimana keparahan dipengaruhi oleh vaksinasi serta kekebalan yang sudah ada sebelumnya.”

WHO menambahkan data yang tersedia masih terbatas. “Tidak ada bukti peer-review, tentang kemanjuran atau efektivitas vaksin hingga saat ini untuk Omicron,” kata WHO dalam pernyataannya seperti dikutip dari Reuters.

WHO memperingatkan bahwa dengan kasus yang meningkat begitu cepat, bisa menyebabkan rumah sakit kewalahan. “Rawat inap di Inggris dan Afrika Selatan terus meningkat. Mengingat jumlah kasus yang meningkat pesat, ada kemungkinan sistem perawatan kesehatan kewalahan.”

Sumber: Tempo

Previous Post

Skandal Pelecehan Seks, Eks Bos McDonald’s Kembalikan Pesangon Rp 1,5 T

Next Post

Unesco Masukkan Songket sebagai Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan Malaysia

Next Post

Unesco Masukkan Songket sebagai Warisan Budaya Non-benda Kemanusiaan Malaysia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Gempa M 7,8 Guncang Filipina Berpotensi Tsunami

Lagi, Gempa Magnitudo 4.0 Guncang Sinabang

15/06/2026
Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

Empat Orang Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Pidie

15/06/2026
Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

Karhutla di Aceh Barat Meluas Jadi 34,1 Hektare

15/06/2026
Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

Ketua MWA USK Dorong Perluasan Program Pengabdian Masyarakat FK USK ke Seluruh Wilayah Terdampak Bencana di Aceh

15/06/2026
Tiga Desa di Aceh Barat Mulai Terendam Banjir Luapan

BPBD Siagakan Personel Hadapi Banjir Luapan di Aceh Barat

15/06/2026

Terpopuler

Omicron Menyebar Cepat, WHO: Kasus Bisa Berlipat Ganda dalam 3 Hari

19/12/2021

Di Balik WTP, BPK Bongkar Dana BOSP Rp312 Juta Bermasalah di Pidie Jaya

Sambut HUT ke-19 Pidie Jaya, Pemkab Luncurkan Twibbon Resmi untuk Masyarakat

Rp800 Juta untuk HUT Pidie Jaya: Sederhana Bagi Pemkab, Bagaimana Menurut Rakyat?

Ohku, 56 Izin Tambang Terbit dalam 5 Tahun, Aceh Menuju Darurat Ekologis?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com