MEULABOH – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mulai menyiagakan personel menyusul terjadinya banjir luapan yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Pante Ceureumen. Ketinggian air dilaporkan berkisar antara 20 hingga 49 centimeter akibat curah hujan tinggi dalam dua hari terakhir.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengonfirmasi bahwa banjir mulai menggenangi pemukiman warga sejak Minggu (14/6) sore. Berdasarkan data sementara, wilayah yang terdampak meliputi Gampong Canggai, Gampong Lawet, dan Gampong Seumantok.
“Banjir luapan ini terjadi akibat tingginya curah hujan sejak dua hari belakangan ini. Kondisi tersebut memicu kenaikan debit air Sungai (Krueng) Meureubo hingga meluap ke pemukiman,” ujar Teuku Ronal kepada wartawan, Minggu malam.
Kondisi Terkini dan Dampak Banjir Aceh Barat
Menurut pantauan BPBD di lapangan, genangan air saat ini masih berada pada kategori setinggi mata kaki hingga betis orang dewasa. Meski air telah memasuki pekarangan dan sebagian rumah warga, situasi secara umum dinilai masih relatif aman dan terkendali.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan mengenai warga yang mengungsi ke posko darurat. Masyarakat di wilayah terdampak memilih untuk tetap bertahan di rumah masing-masing sembari mengamankan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
BPBD mengimbau warga yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Meureubo untuk tetap waspada terhadap potensi kenaikan debit air secara tiba-tiba, mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi.
Langkah Penanganan BPBD
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Aceh Barat telah menempatkan personel di titik-titik rawan untuk memantau perkembangan debit air secara berkala. Koordinasi dengan pihak kecamatan dan perangkat desa terus diperkuat guna memastikan keselamatan warga.
Teuku Ronal menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pembaruan data terkait luasan wilayah terdampak serta melakukan pendataan terhadap total Kepala Keluarga (KK) yang mengalami kerugian materiil akibat bencana ini.
“Kami terus bersiaga di lapangan. Update data akan dilakukan secara berkala seiring dengan perkembangan kondisi cuaca dan situasi di lokasi banjir,” pungkasnya.









