Meulaboh – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mencatat luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi sejak dua pekan terakhir telah mencapai 34,1 hektare.
“Meskipun sudah meluas dan bertambah, sebagian besar lokasi kebakaran sudah berhasil kami padamkan,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal, di Meulaboh, seperti dilansir Antara, Minggu malam, 14 Juni 2026.
Berdasarkan data yang dihimpun Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat, sebaran wilayah terdampak karhutla meliputi beberapa kecamatan. Di Kecamatan Bubon, lahan yang terbakar tersebar di Desa atau Gampong Berawang seluas 15 hektare dan Gampong Kuta Padang Layung seluas 10 hektare.
Di Kecamatan Samatiga, kebakaran terjadi di Gampong Cot Seumeurueng seluas 4 hektare. Kecamatan Meureubo terdampak di Gampong Ujong Tanoh Darat dengan luas 2,6 hektare. Kecamatan Johan Pahlawan meliputi Gampong Lapang (1 hektare) dan Gampong Seunebok (0,5 hektare). Sementara di Kecamatan Arongan Lambalek, kebakaran terjadi di Gampong Gunung Pulo seluas 1 hektare.
Teuku Ronal mengatakan operasi pemadaman kebakaran di Kabupaten Aceh Barat telah berlangsung secara maraton sejak 31 Mei 2026 hingga saat ini. Tidak hanya melalui jalur darat, intervensi penanganan juga diperkuat lewat jalur udara berkat dukungan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Meski demikian, Teuku Ronal tidak menampik adanya hambatan serius yang dihadapi petugas di lapangan. Angin kencang serta kepulan asap tebal di lokasi sangat memengaruhi jarak pandang tim pemadam. Ditambah lagi, akses jalan yang sulit membuat armada roda empat tidak bisa menjangkau seluruh titik api secara langsung.
Akibat kebakaran ini, kerusakan vegetasi tidak terhindarkan. Kabut asap mulai mengganggu kesehatan pernapasan masyarakat sekitar serta memicu potensi meluasnya api jika tidak segera dilakukan pembatasan.
Dalam upaya memadamkan api, BPBD Aceh Barat menurunkan sejumlah sarana dan prasarana (sapras). Di antaranya dua unit mobil dobel kabin, satu unit Panther Pick-Up, satu unit motor trail, tiga unit mesin pompa air, serta dibantu satu unit armada 014 dan pompa air milik masyarakat gampong.
BPBD Aceh Barat mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan tidak membuka lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca kering seperti saat ini, karena tindakan tersebut sangat rentan memicu kebakaran lahan.










