BANDA ACEH – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melalui Wakil Ketua (Waka) Safaruddin, S. Sos. MSP berharap kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian untuk menunjuk sosok Pj Gubernur Aceh yang tepat dengan paham kondisi kekinian Aceh.
Harapan itu disampaikan mengingat Gubernur Aceh Nova Iriansyah akan berakhir 5 Juli 2022, kemudian selanjutnya kepemimpinan Aceh dilanjutkan Penjabat (Pj) Gubernur hingga terpilihnya Gubernur Definitif hasil Pilkada 2024 mendatang.
“Soal penetapan Pj Gubernur itu ranahnya Mendagri. Kita berharap yang ditunjuk nanti adalah sosok yang paham tentang Aceh,” kata Safaruddin, Selasa (18/01/2022).
Safaruddin mengungkapkan bahwa kondisi Aceh saat ini tidak sedang baik-baik saja. Ada bebrapa persoalan masih menjadi pekerjaan rumah (PR), diantaranya Pengentasan Kemiskinan, Pengangguran, Pendidikan, dan Kesehatan. Konon lagi Pandemi Covid-19 belum usai.
Pria yang saat ini menjabat Sekretaris Partai Gerindra Aceh juga berharap Pj Gubernur kedepan sosok yang bisa bersinergi dengan DPRA dalam menyelesaikan berbagai persoalan Aceh.
Yang lebih penting lagi, kata Safaruddin, Pj Gubernur adalah orang mendapat mandat khusus dari Presiden untuk menyelesaikan berbagai masalah di Aceh, termasuk soal kekhususan.
“Ini penting bagi Aceh. Kita berharap Pj Gubernur adalah sosok yang bisa membangun Aceh dan bisa bergandengan tangan dengan DPRA. Sebab membangun Aceh tidak bisa hanya dilakukan sendiri oleh Pemerintah Aceh, tapi harus bersama-sama dengan DPRA,” ungkap Safaruddin
Untuk menimalisir konflik kepentingan antar eksekutif dan legislatif seperti yang sudah-sudah terjadi, menurut alumni Ikatan Pelajar Muhammadiyah itu Aceh membutuhkan pembangunan dan kesejahteraan.
“Di masa transisi kepemimpinan nanti kita tidak ingin terjadi konflik kepentingan antara DPRA dan Pemerintah Aceh. Aceh hanya butuh perubahan dan kesejahteraan,” pungkas Safaruddin.
Reporter: Rusman








