BANDA ACEH – Komisi V DPR Aceh sebagai alat kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Aceh yang salah satu bidang tugasnya yaitu Sosial memulai tugasnya dengan melakukan sidak pada Dinas Sosial Aceh, Selasa 18 Januari 2022.
Sidak ini dihadiri oleh Ketua Komisi V DPR Aceh M. Rizal Falevi Kirani dari partai PNA dan empat orang anggota Komisi V DPR Aceh, Tarmizi (dari Partai Aceh), Muslim Syamsudin (Partai Sira), Sofyan Puteh (Partai PAN) dan Fakhrurrazi H. Cut ( Partai PPP).
Dalam sidak ini Komisi V DPR Aceh mengawali pertemuan dengan Sekretaris Dinas Sosial Aceh Devi Riansyah, A.Ks, M.Si. Selanjutnya rombongan bertolak ke gudang penyimpanan barang (bufferstock) di Daerah Labuy Kabupaten Aceh Besar yang merupakan milik Dinas Sosial Aceh.
Ketua Komisi V DPR AceH, M. Rizal Falevi Kirani menyampaikan kepada Kepala Seksi Penanggulangan Bencana Alam agar selalu mengontrol kondisi dan ketersediaan barang-barang di gudang.
“Bencana bisa datang kapan saja, sehingga dengan sering melakukan cek barang logistik, maka dapat memastikan status barang siap digunakan saat bencana tiba,” kata politisi PNA ini.
“Di cek kembali masa expiered barang, serta logistik mana yang mulai menipis, agar barang bufferstok itu ready dan layak konsumsi saat kita salurkan kepada warga ketika bencana.”
Dalam kunjungannya Komisi V DPR Aceh mendapati stok pangan di gudang sangat menipis.
“Dan ini menjadi catatan penting untuk kita bencana tidak kita cari namun antisipasi itu penting,” ujar Falevi Kirani.
“Komisi V DPR Aceh berencana akan menjadwalkan pertemuan dengan Kepala Dinas Sosial untuk dibicarakan lebih lanjut apakah ada kendala atau langkah apa yang harus kita lakukan dengan melihat stok pangan hari ini dalam menghadapi bencana.”
“Tujuan sidak hari ini dilakukan adalah bukan untuk mencari – cari kesalahan namun ketua Komisi V DPR Aceh menegaskan dirinya melakukan sidak beberapa Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) untuk memperbaiki pelayanan kepada masyarakat.Ada pelayanan yang buruk, kita perbaiki sistem pelayanannya. Ini semua, tergantung kemampuan kepemimpinan, dalam menata sistem manajerial,” katanya. [Parlementaria]








