Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Ekonomi

Disidak, Kios di Banda Aceh Jual Gas 3 Kg Subsidi Rp 35 Ribu

Admin1 by Admin1
10/03/2022
in Ekonomi
0

Banda Aceh – Sejumlah pedagang di Banda Aceh menjual gas elpiji 3 kilogram subsidi atau gas melon Rp 35 ribu per tabung. Penjualan itu lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET), yakni Rp 18 ribu per tabung.

Penjualan harga gas tinggi itu terungkap dalam sidak yang digelar tim terpadu di sejumlah lokasi di Banda Aceh, Rabu (9/3/2022). Tim awalnya mendatangi warung kopi hingga rumah makan untuk melihat penggunaan elpiji.

Setelah itu, barulah difokuskan ke pedagang di kios-kios di kawasan Lampaseh. Di sana ditemukan banyak pedagang yang menjual gas melon Rp 35 ribu.

“Mereka mengaku membeli gas Rp 30 ribu kemudian dijual sampai Rp 35 ribu. Padahal HET hanya Rp 18 ribu sesuai SK gubernur,” kata Kabid Minyak dan Gas Bumi Dinas ESDM Aceh Dian Budi Dharma kepada wartawan.

Dia mengatakan tim terpadu bakal mensosialisasikan dan memantau agar gas tersebut tepat sasaran. Pihaknya bakal mengambil tindakan setelah masa sosialisasi selesai.

“Untuk tahap awal kita sosialisasi dulu karena memang dengan naiknya harga gas terjadi disparitas harga yang cukup tinggi antara subsidi dengan nonsubsidi. Kita harus menjaga gas subsidi harus sampai sasaran,” jelas Dian.

Ketua Hiswana Migas Aceh Nahrawi Noerdin mengatakan pihaknya akan menertibkan sehingga elpiji subsidi hanya sampai ke pangkalan. Lembaga penyalur resmi hanya pangkalan.

“Nanti gas subsidi tidak boleh lagi beredar di pengecer. Tadi ada gas dari Aceh Besar masuk ke Banda Aceh. Inilah perlu penerapan kartu kendali agar nggak mudah didapat,” jelas Nahrawi.

Menurutnya, bila tidak ada kartu kendali, ada satu keluarga yang mendapatkan elpiji lebih dari satu tabung. Elpiji itu kemudian dijual ke pengecer di kios-kios dengan harga lebih mahal.

“Modus operandinya misalnya satu keluarga ada lima orang. Satu orang dapat satu gas, setelah dikumpulin kemudian dijual. Makanya harganya bisa Rp 30 ribu, Rp 35 ribu,” ungkapnya.

“Ini lagi kita rapikan. Targetnya ke pengecer nggak ada lagi. Cuma agen ke pangkalan,” lanjut Nahrawi.

Sumber: detik.com

Previous Post

Polres Aceh Barat Tahan 5 Truk Pengangkut Batu Bara

Next Post

Wali Kota: Ekonomi Banda Aceh Tumbuh 5,53 Persen

Next Post
Wali Kota: Penularan Covid-19 Semakin Parah, Minta Patuhi Prokes

Wali Kota: Ekonomi Banda Aceh Tumbuh 5,53 Persen

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

Koplo Comunity Gelar Working Abroad Series: Mengupas Jalan Menuju Karier Global dari MIT hingga Amazon

20/06/2026
Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

Menko PMK Minta Percepatan Implementasi Rehab Rekon Pascabencana di Aceh

20/06/2026
Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

Pemkab Aceh Besar Siapkan Enam Usulan WBTb untuk Penetapan 2027

20/06/2026
NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

NasDem Siap Kawal Keberlanjutan Otsus Aceh Melalui UUPA

20/06/2026
Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

Drama Penalti di Tengah Hujan, Satreskrim Polres Pidie Rebut Gelar Juara Trofeo PM ke-80

20/06/2026

Terpopuler

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

Komisi III DPRA Apresiasi PT Samira Karena Serap Tenaga Kerja Lokal

19/06/2026

Penuhi Undangan Kemendagri, Pemerintah Aceh Bahas Tujuh Poin Inti Revisi UUPA

Haji Kamaruddin Terpilih sebagai Ketua Komite Percepatan Pemekaran Provinsi ABAS

Rp1,4 Triliun Modal Daerah Dipertanyakan, IDeAS Desak Audit Total Tiga BUMA Aceh

Rian Firmansyah Dorong Seniman Aceh Jadikan Budaya sebagai Kekuatan Ekonomi Kreatif

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com