Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memantau adanya bibit siklon tropis baru. Bibit Siklon Tropis 91B berada di Samudra Hindia barat Aceh dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara minimum 1003,8 hPa.
Bibit Siklon Tropis 91B bergerak ke arah utara timur laut dan memiliki potensi untuk menjadi siklon tropis dalam 24 jam ke depan dengan kategori rendah.
Pusat tekanan rendah terpantau di Samudra Hindia barat Banten yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang di Samudra Hindia barat Sumatra Barat-Lampung dan di Samudra Hindia barat daya Banten.
Sirkulasi Siklonik terpantau di Laut Cina Selatan utara Kalimantan, di Laut Jawa, dan di Laut Timor yang membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Tengah, dari Laut Timor hingga Laut Flores, dan di Laut Banda.
Kondisi tersebut mampu meningkatkan pertumbuhan awan hujan, kecepatan angin, dan ketinggian gelombang laut di sekitar wilayah bibit siklon tropis/pusat tekanan rendah/sirkulasi siklonik dan di sepanjang daerah konvergensi tersebut.
Wilayah yang berpotensi hujan lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang pada hari Jumat, 18 Maret 2022, adalah Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, Sumatra Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku dan Papua.
Prakiraan berbasis dampak hujan lebat dengan kategori siaga adalah Aceh (Aceh Jaya, Aceh Barat Daya) dan Kalimantan Timur (Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Kutai Kertanegara, Kutai Barat, Kutai Timur). Sementara itu, 22 Provinsi lainnya dalam kategori waspada.
Sementara itu, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari barat laut-timur laut dengan kecepatan angin berkisar 5-30 knot. Sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari tenggara–barat daya dengan kecepatan terpantau di perairan utara Sabang, perairan barat Nias, perairan Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan Pulau Sawu dan perairan Kupang–Pulau Rote.
Tinggi gelombang 4–6 meter (sangat tinggi) berpeluang terjadi di perairan barat Kepulauan Nias, perairan barat Kepulauan Mentawai, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias hingga Bengkulu dan Samudra Hindia selatan NTT.







![[Opini] Degradasi Nilai Pendidikan di Era Viralitas](https://atjehwatch.com/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-01-at-13.22.10-120x86.jpeg)



