Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Pengungsi Suriah Jalani Ramadan di Tengah Kenaikan Harga Pangan

Admin1 by Admin1
10/04/2022
in Internasional
0
Pengungsi Suriah Jalani Ramadan di Tengah Kenaikan Harga Pangan

Tenda menutupi gua bawah tanah yang menjadi tempat penampungan pengungsi Suriah di Om al-Seer, Idlib, Suriah, 26 Desember 2015. REUTERS/Khalil Ashawi

Jakarta – Pengungsi Suriah, yang masih terlantar, menjalani ramadan di kamp-kamp di Provinsi Idlib jauh dari tempat tinggal mereka. Perang Suriah antara rezim Presiden Bashar al-Assad melawan kelompok-kelompok radikal di negara itu, yang sudah berlangsung selama 11 tahun, telah membuat masyarakat Suriah terpencar dan kehilangan tempat tinggal.

Ramadan adalah bulan ke-9 dalam kalender Islam. Para pengungsi Suriah menjalani puasa ramadan dalam kondisi kesulitan keuangan sebagai dampak dari perang sipil Suriah.

Bukan hanya itu, ramadan pada tahun ini, Suriah dihadapkan pada kenaikan harga-harga bahan makanan dan tingginya angka pengangguran. Derita semakin berlapis saat para pengungsi Suriah merindukan rumah mereka, yang ditinggalkan akibat serangan yang tiada henti.

Warga sipil Suriah, yang menjadi pengungsi di kamp-kamp di Idlib, menanti bantuan agar mereka bisa berbuka puasa. Cemile al Ala, pengungsi di kamp Azraq yang ada di wilayah utara Idlib, mengatakan tidak ada lowongan pekerjaan sehingga banyak keluarga di kawasan itu menderita karena serba kekurangan.

“Tadinya saya punya banyak rumah di desa tempat tinggal saya. Saya dulu punya uang dan bebas makan apa saja yang saya inginkan. Namun sekarang, saya tak punya apa-apa,” kata al Ala, 64 tahun, ibu dengan enam anak.

Al Ala menceritakan dia tak pernah meninggalkan tempatnya berlindung saat ini karena serangan tiada henti masih saja terjadi.

“Ramadan di Idlib, tidak sama rasanya dengan ramadan di desa tempat saya tinggal dulu. Sulit untuk tinggal di sini (kamp pengungsi). Banyak keluarga di sini tak punya cukup uang untuk membeli makanan. Kami tak punya uang untuk belanja,” kata Al Ala.

Fatima Omar, warga sipil Suriah yang mengungsi ke Idlib, mengatakan ramadan di desanya dulu dan di kamp pengungsian jelas terasa bedanya. Dulu, dia menghabiskan ramadan bersama keluarga besarnya. Di kamp pengungsian, juga sulit untuk mencari pekerjaan.

“Ramadan telah tiba. Semuanya serba mahal, masyarakat hampir tak bisa membeli sepotong roti,” ujarnya.

Sumber: tempo.co

Previous Post

Cerita Pengungsi Afghanistan Jalani Ramadan Perdana di Amerika

Next Post

Safari Ramadhan ke Kualasimpang, Keurukon Katibul Wali Laksanakan Kegiatan-Kegiatan ini

Next Post
Safari Ramadhan ke Kualasimpang, Keurukon Katibul Wali Laksanakan Kegiatan-Kegiatan ini

Safari Ramadhan ke Kualasimpang, Keurukon Katibul Wali Laksanakan Kegiatan-Kegiatan ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

Jembatan Perintis Garuda Jadi Akses Baru bagi Warga Aceh Tengah

05/07/2026
Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

Sumur Minyak Tradisional di Aceh Timur Meledak

05/07/2026
Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

Setahun Berdiri, Destinasi Wisata Batu Gajah Dinilai Masih Perlu Pembenahan Fasilitas

05/07/2026
3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

3 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Lolos OSN Tingkat Provinsi Aceh 2026, Siap Harumkan Aceh Selatan

05/07/2026
Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

Mengenal Mulyadi, Narasumber Workshop Jazz Fusion Fiesta di Taman Budaya Aceh

05/07/2026

Terpopuler

Pengungsi Suriah Jalani Ramadan di Tengah Kenaikan Harga Pangan

Pengungsi Suriah Jalani Ramadan di Tengah Kenaikan Harga Pangan

10/04/2022

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Sarjev Ajak Masyarakat Dukung Penampilan Yudi Amirul di Aceh Jazz Fusion

Kerja Keras Bupati Dr. Safaruddin Lobi Pusat, Petani Abdya Senyum Bahagia

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com