Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Gubernur Aceh Apresiasi Kajian Kompak Terkait Dana Otsus Aceh

Admin1 by Admin1
26/05/2022
in Nanggroe
0
Gubernur Aceh Apresiasi Kajian Kompak Terkait Dana Otsus Aceh

BANDA ACEH – Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengapresiasi kajian dari KOMPAK (Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan) terkait pentingnya keberlanjutan Dana Otonomi Khusus Aceh, demi mendukung berbagai program pembangunan di Bumi Serambi Mekah.

Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Aceh Nova Iriansyah, usai mendengarkan pemaparan tim KOMPAK, di aula ruang VIP Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Rabu (25/5/2022) sore.

“Terima kasih kepada Ibu Astrid dan tim KOMPAK. Apresiasi Saya atas kajian yang telah dilakukan oleh bapak ibu di KOMPAK, terkait dana Otsus Aceh,” kata Gubernur.

Gubernur Nova menambahkan, kajian KOMPAK ini akan memberikan dukungan argumentasi tentang gambaran utuh tentang capaian dan dampak pemanfaatan Dana Otsus terhadap percepatan kesejahteraan dan pembangunan Aceh selama ini.

“Semua orang menyatakan pentingnya perpanjangan Dana Otsus Aceh.Oleh karena itu, kajian dari KOMPAK ini tentu akan menjadi bahan untuk meyakinkan secara kuantitatif kepada Pemerintah Pusat, tentang seberapa pentingnya Dana Otsus diperpanjang,” ujar Gubernur.

Sementara itu, tim KOMPAK Dalam materinya yang berjudul Kajian Peranan Dana Otonomi Khusus Terhadap Pembangunan Aceh, menyimpulkan beberapa poin terkait dana Otsus Aceh, di antaranya KOMPAK merekomendasikan agar Pemerintah Aceh memperkuat program di bidang ekonomi dengan strategi, Peningkatan/pertumbuhan peran dunia usaha/swasta, yang akan sangat bergantung kepada iklim investasi/berusaha di Aceh.

Berbagai insentif untuk peningkatan peran dunia usaha perlu disiapkan di Aceh oleh berbagai level pemerintahan sesuai kewenangan.

Hal yang juga tak kalah penting adalah mendorong tumbuh kembang UMKM di Aceh, melalui program pemberdayaan yang masif dan terpadu. Serta penyediaan skema pembiayaan melalui lembaga keuangan syariah (tidak dengan label dana pemerintah).

Selanjutnya, KOMPAK juga merekomendasikan kepada Pemerintah Aceh untuk mendorong peningkatan nilai tambah sektor primer, melalui peningkatan peran sektor manufaktur (industri pengolahan) yang berbasis kepada keunggulan komparatif Aceh (bagian dari strategi substitusi barang impor dari luar daerah di Aceh). Dan perlunya terobosan untuk mendorong pertumbuhan sektor jasa di Aceh, karena saat ini potensi tersebut belum tergarap secara optimal.

Sebagai upaya antisipasi atas penurunan dan berakhirnya Dana Otsus, KOMPAK juga merekomendasikan agar Pemerintah Aceh mengidentifikasi kemungkinan sumber-sumber pendanaan baru, bagi program-program Bidang Pendidikan dan Kesehatan yang selama ini dibiayai oleh Dana Otsus.

KOMPAK mencontohkan, untuk mengantisipasi penurunan Dana Bidang Kesehatan, dapat diupayakan dengan mengalokasikan share penerimaan cukai rokok yang diterima Kabupaten/Kota, untuk dikelola oleh Pemerintah Aceh dalam rangka mendukung JKA. Beberapa sumber pembiayaan lainnya yang juga bisa dioptimalkan adalah pembiayaan yang berasal dari social finance, seperti BMT, yang potensinya cukup besar.

Selanjutnya, Pemerintah Aceh perlu menyusun rencana transisi, untuk memastikan program-program Bidang Pendidikan dan Kesehatan yang selama ini mendapat pembiayaan Dana Otsus tetap dapat dirasakan manfaatnya oleh rakyat Aceh. Untuk Bidang Kesehatan, salah satunya adalah dengan mengkonversi JKA menjadi JKN.

Terakhir, Kompak juga merekomendasikan agar Pemerintah Aceh menyusun strategi komunikasi yang tepat ke masyarakat terkait dengan penurunan Dana Otsus yang dapat berdampak pada berkurangnya intensitas program-program pelayanan masyarakat. Hal ini penting untuk meminimalisir gejolak sosial yang mungkin muncul akibat penurunan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, tim KOMPAK terdiri atas Astrid Kartika, Riri Silalahi, Machfud Sidik, Nurkholis, Devi Suryani, Heracles Lang, Dicky Ariesandi dan Marwan

Pada pertemuan ini juga dilakukan penandatanganan perjanjian antara Pemerintah Aceh dengan Australian Embassy Jakarta, tentang Pinjam Pakai Ruangan pada Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh.

Pada pertemuan ini, Gubernur turut didampingi oleh Sekretaris Daerah Aceh Taqwallah, Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh Iskandar, Kepala Bappeda Aceh T Ahmad Dadek, Kepala Dinas Pendapatan dan Keuangan Aceh Azhari, Kepala Dinas Komunikasi, Informasi dan Persandian Aceh Marwan Nusuf, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Gampong Aceh Zulkifli, Kepala Badan Kepegawaian Aceh Abdul Qahar, Kepala Dinas Perhubungan Aceh T Faisal, Kepala Dinas ESDM Mahdinur, Kadispora Dedy, Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh Muhammad Iswanto serta sejumlah Kepala Biro di jajaran Setda Aceh lainnya.

Previous Post

IKAPTK Aceh Gelar Halal Bihalal untuk Perkuat Ukhwah

Next Post

Eks Bupati Bener Meriah Aceh Ditangkap terkait Kasus Jual Kulit Harimau

Next Post
Eks Bupati Bener Meriah Aceh Ditangkap terkait Kasus Jual Kulit Harimau

Eks Bupati Bener Meriah Aceh Ditangkap terkait Kasus Jual Kulit Harimau

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

Optimalkan Pelayanan RSUD Indrapuri, Wabup Syukri Ajak Nakes Tingkatkan Komunikasi dan Koordinasi

21/04/2026
35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

35 Calon Mahasiswa Al Azhar Sukses Ikuti Tes Tahdid Mustawa di Al Zahrah Bireuen

21/04/2026
Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

Iran Buka Lagi Selat Hormuz, Tapi Ancam Tutup jika Blokade AS Lanjut

21/04/2026
Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

Israel Tunda Lagi Sidang Korupsi Netanyahu karena Alasan Keamanan

21/04/2026
Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

Muhammad Zubir Resmi Pimpin Diskominfotik Banda Aceh

20/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

Gubernur Aceh Apresiasi Kajian Kompak Terkait Dana Otsus Aceh

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Pesona Bawah Laut Karang Cina Putri Abdya: Surga Tersembunyi yang Siap Dongkrak Wisata Bahari Aceh Barat Daya

Buka Usai Subuh Hingga Tengah Malam, GNI Kupi Jadi Tempat Nongkrong Asyik di Blangpidie

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com