Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Kemarau, BMKG Deteksi 9 Titik Panas di Aceh

Admin1 by Admin1
28/05/2022
in Nanggroe
0

BANDA ACEH – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kelas I Sultan Iskandar Muda Aceh Besar mendeteksi sembilan titik panas di wilayah Provinsi Aceh, yang sudah memasuki musim kemarau, sehingga warga diminta waspada potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Pemantauan kita hari ini terdeteksi ada sembilan titik panas yang tersebar di sejumlah daerah wilayah Aceh. Jadi kami imbau warga mewaspadai api yang bisa menyebabkan kebakaran,” kata Koordinator Data dan Informasi BMKG Aceh Besar, Zakaria Ahmad di Banda Aceh, Jumat (27/5/2022).

Dijelaskan Zakaria, pemantauan titik panas dilakukan menggunakan sensor Satelit NOAA, Terra, Aqua, dan Suomi NPP, sepanjang hari pada Jumat (27/5) mulai pukul 00.00 WIB hingga 16.00 WIB.

Hasilnya, BMKG mendeteksi sembilan titik panas yang tersebar masing-masing satu titik di Kecamatan Darul Imarah dan Kecamatan Cot Glie Kabupaten Aceh Besar, Kecamatan Meuredu Kabupaten Pidie Jaya, dan Kecamatan Pandrah Kabupaten Bireuen.

Selanjutnya, satu titik di Kecamatan Linge Kabupaten Aceh Tengah, Kecamatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya, Kecamatan Rikit Gaib Kabupaten Gayo Lues, serta Kecamatan Trumon dan Kecamatan Trumon Timur Kabupaten Aceh Selatan.

“Jadi totalnya hasil pantauan kami ada sembilan titik panas per hari ini,” katanya.

Zakaria menambahkan, saat ini wilayah Aceh sudah memasuki musim kemarau. Musim ini diperkirakan akan berlangsung di daerah Tanah Rencong itu hingga September 2022.

“Tingkat karhutla sangat tinggi di tengah kondisi seperti ini, apalagi dengan kemunculan titik panas,” kata Zakaria.

Dengan memasuki musim kemarau, lanjut dia, maka pertumbuhan awan-awan hujan di provinsi paling barat Indonesia itu akan semakin sedikit, sehingga suhu udara panas secara otomatis akan terus naik.

Zakaria meminta warga perlu mewaspadai potensi karhutla di tengah musim kemarau. Terutama bagi warga di wilayah pantai Barat Selatan Aceh yang umumnya daerah hutan gambut.

Seperti wilayah Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Barat, Nagan Raya, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Kota Subulussalam hingga Kabupaten Aceh Tengah dan sekitarnya di wilayah tengah.

Kira meminta agar masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar di tengah musim kemarau, karena akan cepat mengakibatkan karhutla, katanya.

Selain itu, Zakaria juga mengingatkan warga tentang potensi gelombang laut tinggi dalam beberapa hari ke depan.

“Waspada potensi gelombang tinggi mencapai 4 meter atau lebih di wilayah perairan Utara Sabang, perairan Barat Aceh, Selat Malaka bagian Utara hingga Samudera Hindia Barat Aceh dan sekitarnya,” katanya.

Sementara perairan laut wilayah penyeberangan Banda Aceh-Sabang, perairan Lhokseumawe, dan perairan penyeberangan Meulaboh-Kepulauan Sinabang dengan tinggi gelombang laut diperkirakan mulai 0,01 – 2,50 meter.

Sumber: okezone.com

Previous Post

Kemenag Aceh Barat Luncurkan Program Wakaf Jitu

Next Post

1.988 Calon Jemaah Haji Aceh akan Berangkat ke Makkah

Next Post
Kemenkes: Baru 76 Persen Calon Jemaah Haji Divaksin Lengkap

1.988 Calon Jemaah Haji Aceh akan Berangkat ke Makkah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Kemarau, BMKG Deteksi 9 Titik Panas di Aceh

28/05/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com