BANDA ACEH – Pengusaha asal Aceh yang juga calon Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Ismail Rasyid menilai letak Aceh di pintu masuk Selat Malaka sangat strategis bagi perdagangan global, ditambah lagi Tanah Rencong ini memiliki sumber daya alam yang melimpah.
“Letak Aceh yang strategis ini maka kita perlu membangun konektivitas sektor transportasi, sehingga nantinya menjadi penghubung tumbuhnya ekonomi daerah, nasional, dan internasional,” katanya dalam silaturahmi dengan pimpinan media di Aceh Besar, Minggu (19/6/2022).
Ismail Rasyid mengatakan potensi sumber daya alam Aceh harus dimanfaatkan dengan baik. Melalui Kadin Aceh, dirinya ingin berkontribusi banyak untuk industri di daerah berjulukan Serambi Mekkah itu.
Selain memiliki misi ingin membangun konektivitas sektor transportasi sebagai penghubung pertumbuhan ekonomi nasional dan internasional, CEO Trans Continent itu juga bertekad untuk mengembangkan ekonomi kreatif dalam bentuk kombinasi lintas sektor guna meningkatkan nilai tambah produk dan menciptakan lapangan kerja.
Ia juga siap bersinergi dengan berbagai pihak untuk mencapai pembangunan ekonomi Aceh yang mandiri dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi nasional. Selanjutnya akan mengoptimalkan hilirisasi komoditas pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan tangkap, dan budi daya.
“Ketika hasil tangkapan nelayan banyak atau produksi melimpah, maka nilai jualnya rendah, bahkan ada sebagian yang membusuk. Untuk itu diperlukan mesin pendingin dan jika harganya kembali meningkat maka produksi tersebut dipasarkan kembali,” kata dia.










