Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Opini

[Opini] Dilema Langka Minyak Goreng di Tengah Masyarakat Multikultural

Admin1 by Admin1
30/06/2022
in Opini
0

Oleh Syahrul Amin. Penulis adalah mahasiswa Prodi kesejahteraan sosial UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Kelangkaan minyak goreng menjadi permasalahkan dari kalangan masyarakat,di berbagai daerah di Indonesia dalam beberapa bulan terakhir. Hal tersebut kemudian menimbulkan harga minyak goreng  kemudian menimbulkan harga minyak goreng naik hingga dua atau tiga lipat di pasaran.

Sehingga membuat para ibu-ibu rumah tangga hingga membuat putra ibu-ibu menjadi resah karna haraga minyak naik, sehingga harga minyak goring menjadi tending topic di kalangan masyarakat Indonesia.

Sejauh ini, pemerintah telah melakukan berbagai kebijakan dari penggaturan batas kota ekspor sawait sehingga distribusi minyak goreng serta menimbulkan produk minyak goring semakin naiak.

Sehinggah komisi VI DPR RI melakukan kerja untuk mengusut polimik yang terjadi di tengga masyarakat, tentang minyak goreng yang melambung tinggi sejumlah partai politik Indonesia setujuh untuk membentuk panitia khusus untuk menyikapi persoalan tersebut.

Dikutip dari tempo.co, dimana fraksi PKS sebagai mengusulkan hak angket di bentuk pansus minyak gororeng karena pemerintah di nilai telah gagal mengatasi gejolak tersebut.

Kelengkaan minyak goreng,adanya  indikasi aksi borong dan menyimpan stok dalam jumlah di atas rata-rata kebutuhan bulanan,kemudian di jual kembali atau spektulan dengan harga di atas rata-rata.

Kemudian dikutip dari merdeka.com, factor penyebab kelangakaan minyak goreng dikalangan  masyarakat yaitu adanya makfia pangan yang beredar di tengah masyarakat,sehingga ada persepsi tidak bisa di pungkiri meningkatkan susahnaya kenaikan minyak goreng.

Membuat masyarakat terutama ibu-ibu mengaruk kepala untuk mencari minyak goreng semakin sulit di dapatkan, bahkan terkadang ibi-ibu rela berebutan, antrean bahkan sampai berantam saking maunya mendapatkan minyak goreng tersebut, dikabarkan bahkan ibu-ibu rela menunggu hujan- hujanan saking ingin sekali mendapatkan minyak goreng.

Minyak goreng dari berbagai jenis kompak mengalami kenaikan rata-rata di atas 5 %. Jika dirinci, harga minyak goreng curah naik 6,2 % menjadi Rp18.850 per kg, harga minyak goreng kemasan bermerek I naik 4,98 % menjadi Rp23.200, dan harga minak kemasan bermerek II naik 5,16% menjadi RP. 22.440.

Penyebab lain yang menyebabkan naiknya harga minyak goreng yang adanya kenaikan permintaan CPO untuk pemenuhan industry global dengan penerapan kebijakan B30, faktornya lainya yaitu gangguan logestik selama pandemi seperti berkurangnya jumlah konsisten.

Dilema minyak goreng melanda masyarakat Indonesia khususnya para ibu rumah tangga yang menjadi sorotan tajam, karena tanpa minyak goreng ibu-ibu Indonesia seakan tidak bisa hidup karena minyak goreng semakin langka di pasar.

Persoalan warga +62 sekarang ini adalah bagaimana mengatasi dilemma minyak goreng tidak langka lagi di pasaran. Dimana RT, RW, mengeluhkan tentang persoalan ibu rumah tangga yang sangat galau atau susah hati untuk mencari minyak goreng.

Persoalan minyak goreng normalnya lembaga lambatnya akhir februari 2022, mentri perdagangan Muhammad lutfi memastikan situasi kalangan minyak goreng  premium dan sederhana dalam bentuk kemasan akan kembali normal.

Logistik untuk ibu rumah tangga supaya terpenuhi kebutuhan untuk bahan dapurnya tanpa minyak goreng bumbu-bumbu dapur akan terasa hampa dan sunyi karena tidak adanya pelengkap utamanya di dalam dapur.

Sumber daya ekonomi yang terbatas  dengan jumlah kebutuhan yang tidak terbatas karena kebutuhan manusia terus bertambah, karena kebutuhan seorang kelompok masyarakat sering berubah – rubah pendirian dan kemauannya, karena sifat manusia  sering tidak singron tidak adanya kepuasan yang mereka mau. Ketika harga minyak goreng semakin mahal, ibu-ibu rumah tangga harus berhemat sedemikian rupa dalam memakai stok minyak goreng di dalam dapurnya. Agar minyak goreng bisa digunakan beberapa kali, ada baiknya melakukan penyimpanan minyak goreng secara baik dan benar agar karakter minyak tak berubah senyawanya alias rusak dan bisa membahayakan kesehatan.

Masyarakat harus berhemat, seperti yang dibilang Megawati; ada banyak cara membuat makanan selain digoreng, membuat makanan dengan cara merebus, dengan cara ini minyak goreng tidak menjadi dilema kelangkaan di tengah masyarakat itu sendiri  karena minyak goreng tersebut.

Walaupun kebutuhan di dalam masyarakat minyak goreng itu sangat penting tetapi sering kali kita memasak mengunakan minyak goreng itu akan mengganggu kesehatan kita, lebih baiknya kita cari solusi lain kalau minyak goreng menjadi langka, akan lebih bagusnya dengan cara yang lain yaitu merebus, mengkukus dan lain lain.


Untuk mengatasinya dengan cara mengurangi pemakaian yang berlebihan, sering kali kita mengonsumsi minyak goreng yang berlebihanakan mengakibatkan atau beresiko membuat penyakit lain hinggap di tubuh kita, lebih baik  mengunakan dengan cara lain seperti mengkukus, merebus ataupun dengan cara yang lainnya, dengan mengurangi pemakaian minyak goreng di kalangan masyarakat, maka masyarakat menjadi terhindar dari penyakit yang lebih bisa merusak ekosistem daya tubuh manusia itu sendiri.

Jadilah ibu rumah tangga yang bijak menggunakan minyak goreng supaya minyak tersebut tidak langka dan mahal di pasaran, bijaklah mengunakan relasi dan rancangan apabila harga minyak goreng melambung tinggi, kan bisa menggunakan merebus, mengkukus dan lain-lainnya seperti yang dilakukan orang pada zaman dulu, dimana tidak adanya lestrik,gas,cosmos,dan  minyak goreng seperti sekarang ini.

Bukankah rancangan pemerintah untuk membuat minyak goreng tidak lagi langka,bahkan pemerintah sendiri telah membuat pasukan kusus untuk mengusut kenapa minyak goreng menjadi langka di kalangan masyarakat kita, jadi kita harus tetap bersabar untuk menunggu hasilnya. []

Previous Post

Penindakan Pelaku Illegal Mining di Pidie Sempat Dihadang Warga, Kabid Humas: Situasi Sudah Kondusif

Next Post

Gubernur Lepas Atlet Marching Band Aceh ke FORNAS ke-VI di Palembang

Next Post
Gubernur Lepas Atlet Marching Band Aceh ke FORNAS ke-VI di Palembang

Gubernur Lepas Atlet Marching Band Aceh ke FORNAS ke-VI di Palembang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

Wali Nanggroe Terima Kunjungan Wakil Duta Besar Kerajaan Belanda, Bahas Penguatan Kerja Sama Strategis di Aceh

07/05/2026
Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

Menyangkut Kemanusian, Dr. Safaruddin Instruksikan Rumah Sakit Korea Layani Semua Desil

07/05/2026
Baitul Mal Abdya Serahkan Piagam Penghargaan kepada Kodim 0110/Aceh Barat Daya

Baitul Mal Abdya Serahkan Piagam Penghargaan kepada Kodim 0110/Aceh Barat Daya

07/05/2026
Direktur RSUD Subulussalam Minta Dukungan Pendanaan Pendidikan Dokter

Direktur RSUD Subulussalam Minta Dukungan Pendanaan Pendidikan Dokter

07/05/2026
Bersiap Sambut Musim Tanam Gadu 2026, Abdya”Musyawarah Turun Ke Sawah”

Bersiap Sambut Musim Tanam Gadu 2026, Abdya”Musyawarah Turun Ke Sawah”

07/05/2026

Terpopuler

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

[Opini] JKA dan Martabat Keistimewaan Aceh

06/05/2026

Ratusan Eks Karyawan PT KKA Mengadu ke Azhari Cage Terkait Tunggakan Gaji dan Pesangon

544.626 Warga di Aceh Resmi Dicoret dari Penerima Manfaat JKA

Nyan, Bupati Pidie Minta Baitul Mal Baru Profesional dan Kejar Program Tertunda

Ketua DPRA Safaruddin: Demi Rakyat Aceh, JKA Tetap Lanjut

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com