JANTHO – Masyarakat Aceh dinilai perlu pembekalan tentang mitigasi bencana. Mitigasi bencana dinilai penting untuk masyarakat Aceh yang pernah dilanda gempa dan tsunami.
Hal ini disampaikan anggota DPRK Aceh Besar, H. Azwar Muhammad Lc MA, yang juga Sekretaris Komisi II DPRK Aceh Besar, saat menjadi narasumber Indonesia Inspiring 17 tahun Aceh pasca tsunami. Program ini menjadi film dokumenter TVRI nasional.
“Segala sesuatu bisa dipersiapkan sedini mungkin. Kita harus sadar bahwa bencana bisa datang kapan saja dan bisa melakukan langkah-langkah antisipasi agar meminimalisir jumlah korban,” kata Haji Azwar.
Menurutnya, Aceh sebagai model penanganan bencana, terutama sikap gotong royong dari seluruh elemen masyarakat lokal dan internasional.
“Sikap gotong royong betul-betul mempercepat pemulihan seperti tsunami 2004, selain koordinasi yang baik dari pemerintah juga sangat memiliki peranan vital.”
“Pemukiman di pesisir pantai saat ini lebih padat dari sebelum tsunami. Sedangkan infrastruktur evakuasi sangat minim, ini akan menimbulkan masalah serius ketika harus terjadi evakuasi, makanya kawasan pemukiman tersebut harus melalui kajian tata ruang.”
“Edukasi kepada masyarakat tentang bencana; mereka harus paham bencana apa saja yang bakal mereka hadapi jadi segala sesuatu bisa dipersiapkan sedini mungkin. Sebab Tsunami bukan yang pertama kali di Aceh di 2004, jadi masih terbuka kemungkinan terulang,” katanya.
Menurut dia, tsunami tahun 2004 membawa hikmah paling essential, yaitu kedua belah pihak yang berkonflik mendadak bisa berdamai, sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat keseluruhan.
“Jika pada saat konflik setiap jatuh korban maka akan menimbulkan dendam, berbeda dengan musibah tsunami walaupun korban jauh lebih banyak tapi tidak menyisakan dendam. Dan menurut saya, tsunami merupakan cara Allah untuk mendamaikan Aceh. Karena begini, seandainya konflik berakhir tanpa sebab tsunami, Aceh pasti sulit untuk mengejar ketinggalan dari daerah lain khususnya dibidang infrastruktur & ekonomi jika hanya mengandalkan sumber APBD dan APBN,” ujarnya.








