BANDA ACEH – Guru Dayah Terpadu Inshafuddin Banda Aceh, Zulfahmi, S.P lulus seleksi pengiriman guru dayah yang akan mengikuti magang bahasa asing (bahasa Arab dan bahasa Inggris) ke Pare Provinsi Jawa Timur. Kegiatan ini merupakan program unggulan Dinas Pendidikan Dayah Aceh tahun 2022.
Seleksi diadakan pada tanggal 8 Agustus 2022 di Banda Aceh. Hasil seleksi 8 orang guru dayah bidang bahasa Arab dan 8 orang bahasa Inggris.
Dayah terpadu Inshafuddin Banda Aceh merupakan salah satu dayah menyandang status akreditasi dayah dengan nilai A (Amat Baik).
Sebagai perwakilan dari kota Banda Aceh, Ustadz Zulfahmi, S. P berhasil lolos seleksi dengan bobot nilai yang diperoleh 80 bidang bahasa Inggris. Zulfahmi akan terbang ke Kota Pare Jawa Timur mewakili kota Banda Aceh bersama dengan sahabatnya Ustadz Salman Al-Farisi guru Dayah Modern Darul Ulum Banda Aceh bidang Bahasa Arab.
Putra kedua dari Pasangan Tajuddin/Rita Fajriani ini, merupakan alumni Dayah Terpadu Inshafuddin dan jebolan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara Medan. Ustaz Zulfahmi di kampus dayah terpadu Inshafuddin dipercayakan mengasuh bidang kebahasaan.
Pemuda yang masih lajang ini, sangat bangga dan sangat berterima kasih kepada pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh yang telah memberikan kepercayaan dan kesempatan kepadanya untuk mengikuti Magang Bahasa Asing di Kota Pare Provinsi Jawa Timur.
“Tujuan Kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kualitas tenaga pengajar pada dayah yang ada di provinsi Aceh, khususnya peningkatan penguasaan ketrampilan berbahasa Arab dan Bahasa Inggris, yang nantinya dapat diterapkan dan dikembangkan di dayah-dayah di Aceh,” kata Zulfahmi.
Menurutnya, keberhasilan yang diraih adalah berkat semangat pantang menyerah untuk terus belajar dan yang paling penting adalah doa orang tua, guru dan guru-guru di dayah terpadu Inshafuddin.
Pemuda yang lahir di Banda Aceh, 12 April 1997 ini bercita-cita ingin mengaplikasikan ilmunya di bidang pertanian, di samping itu juga ingin mengabdi di dayah terpadu Inshafuddin untuk mendidik dan mengajar santri di dayah tersebut.










