Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Alasan Irlandia Terpecah: Dua Negara di Satu Wilayah

Admin1 by Admin1
12/09/2022
in Internasional
0

Dublin -Sebagai negara yang berdiri diatas daratan Britania Raya, Irlandia memiliki sejarah yang panjang nan rumit sebelum seperti sekarang. Hal ini karena Irlandia telah terbagi menjadi dua, yakni Republik Irlandia dan Irlandia Utara.

Melansir laman Britannica, Republik Irlandia mengalami kelahiran yang sulit. Dijajah oleh Inggris Raya sejak abad ke-13, warganya yang banyak dari memeluk Katolik ini, berjuang untuk melepaskan diri dari dominasi Inggris selama beberapa ratus tahun ke depan. Kondisi Irlandia berubah secara dramatis pada awal abad ke-20. Karena pada 1919, Republik Irlandia diproklamasikan oleh Sinn Féin, sebuah partai nasionalis Irlandia.

Mengutip laman University of Rochester, kaum nasionalis Irlandia secara sepihak mendeklarasikan Irlandia merdeka dan meluncurkan kampanye gerilya atau Perang Anglo-Irlandia dari 1919 hingga 1921 dan menolak untuk mengakui Undang-undang yang dirancang oleh Inggris tentang pemerintahan dalam negeri.

Akibat dari pendeklarasian ini, Irlandia mengalami perang saudara. Menghadapi perang saudara di Irlandia, Inggris membagi pulau itu pada tahun 1920, dengan parlemen terpisah di timur laut yang didominasi Protestan dan sebagian besar Katolik di bagian selatan dan barat laut. Namun, kaum republik menentang rancangan tersebut, dan pada 1922 Negara Bebas Irlandia dibentuk.

Kemudian, Dublin ditetapkan sebagai ibu kota Negara Bebas Irlandia. Lalu pada 1937, konstitusi yang baru mengganti nama negara ini menjadi negara Éire, atau Irlandia. Lalu, pada 1949 negara ini berubah menjadi republik dan meninggalkan persemakmuran Inggris.

Meski telah merdeka, negara ini masih diterpa banyak masalah. Dikutip dari Britannica, mayoritas pemeluk agama Protestan dan minoritas orang beragama Katolik di Irlandia berada dalam konflik sejak lama. Pada 1969, kekerasan yang berkembang di antara kelompok-kelompok yang berselisih menyebabkan pemasangan Tentara Inggris untuk menjaga perdamaian, dan tiga tahun kemudian serangan teroris di Irlandia dan Inggris Raya menyebabkan pemerintah Irlandia Utara dan parlemen Inggris membuat perjanjian.

Pada 1985 sebuah perjanjian Anglo-Irlandia yang memberikan Republik Irlandia peran konsultasi dalam pemerintahan Irlandia Utara. Pada tahun 1993 Republik Irlandia dan Inggris menyepakati kerangka kerja untuk menyelesaikan masalah dan membawa perdamaian abadi ke daratan Britania Raya.

Selanjutnya, Republik Irlandia, Kerajaan Inggris Raya dan Irlandia Utara bergabung dengan Uni Eropa pada 1 Januari 1973, dan diintegrasikan ke dalam Uni Eropa pada tahun 1993.

Sumber: Tempo.co

Previous Post

Ramli. H Menang di Pilchiksung Gampong Keub Arongan Lambalek Aceh Barat

Next Post

Kemenag Investigasi Kematian Santri Gontor, Ini Hasilnya

Next Post

Kemenag Investigasi Kematian Santri Gontor, Ini Hasilnya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

Nominal Transaksi QRIS di Aceh Capai Rp2,7 Triliun Selama 2026

06/07/2026
Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

Wakil Bupati Aceh Besar Sampaikan Nota Pengantar Raqan Pertanggungjawaban APBK 2025

06/07/2026
FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

FPA: PT PEMA di Bawah Mawardi Nur Sedang Benahi Beban Masa Lalu, Publik Perlu Beri Kepercayaan

06/07/2026
Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

Kejurda Karate FORKI Aceh Perebutkan Piala Bupati Pidie Jadi Barometer Pembinaan Atlet Menuju Pentas Nasional

06/07/2026
Nasir Syamaun berpose bersama Sarjev, salah seorang panitia Jazz Fashion. (foto: Ist.)

Nasir Syamaun Dipastikan Hadir di Jazz Fusion Fiesta, Sinyal Kuat Kebangkitan Jazz Tanah Rencong

06/07/2026

Terpopuler

Alasan Irlandia Terpecah: Dua Negara di Satu Wilayah

12/09/2022

Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Komisaris PIM Awasi Distribusi Pupuk Bersubsidi di Pidie Jaya

STAI Nusantara Buka Magister Studi Islam, Dr. Safwan: Saatnya Manuskrip Ulama Aceh Menjadi Rujukan Ilmu Pengetahuan Modern

Terkait Gaji, Guru PPPK Paruh Waktu Abdya Apresiasi Komitmen Bupati Dr. Safaruddin

Fantastis, 21 Siswa SMAN 1 Tapaktuan Terpilih Anggota Paskibra Aceh Selatan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com