Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Plt Gubernur Aceh Resmikan Pusat Kendali Bus Trans Koetaradja

Admin1 by Admin1
25/12/2019
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah, MT bersama Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, meresmikan operasional pusat kendali bus Trans Koetaradja, di Komplek Terminal Type A, Batoh, Banda Aceh, Selasa (24-12-2019).

Peresmian itu ditandai dengan pengguntingan pita oleh Plt Gubernur Aceh dan Wali Kota Banda Aceh di gedung pusat kendali Trans Koetaradja itu. Pusat kendali bus Trans Koetaradja berfungsi untuk mengawasi pergerakan armada bus dengan teknologi sistem monitor operasional jarak jauh itu.

“Aplikasi teknologi di pusat operasi ini sebagai upaya memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Nova.

Ia mengatakan, dengan hadirnya fasilitas baru tersebut, keluhan dan permasalahan masyarakat saat memanfaatkan layanan transportasi Trans Koetaradja dapat ditangani dengan cepat. Dengan demikian, kata dia, penumpang akan merasa nyaman dan aman.

“Segala aktivitas dalam bus sekarang sudah bisa dipantau lewat pusat kendali ini, jadi orang yang melakukan tindak kriminal seperti copet, pelecehan seksual sudah bisa diawasi,” kata Nova.

Nova mengatakan, inovasi baru itu hadir di Aceh berkat kerjasama semua pihak, mulai dari Pemerintah Aceh dan Pemko Banda Aceh, Universitas Syiah Kuala dan juga pihak swasta. Karena itu, ia mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi memajukan Aceh.

Nova mengatakan, keberadaan Trans Koetaradja merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mengubah kebiasaan mobilisasi masyarakat. Bahkan, lanjut dia, Pemerintah Aceh juga merencanakan membangun transportasi Moda Raya Terpadu (MRT) di Banda Aceh, demi menghadirkan transportasi yang cepat dan ramah lingkungan.

“Untuk itu, saya menghimbau masyarakat Banda Aceh dan Aceh Besar untuk mulai memanfaatkan fasilitas angkutan bus ini, dengan mengurangi penggunaan angkutan pribadi. Dengan demikian masyarakat dapat membantu kelancaran lalu lintas, mengurangi penggunaan BBM, mengurangi pencemaran udara, dan tentu saja akan lebih hemat,” tutur Nova.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Aceh, Junaidi, mengatakan, Trans Koetaradja yang telah beroperasi sejak 2017 itu telah melayani lebih dari empat juta penumpang.

Junaidi mengatakan, Pusat Kendali Bus Trans Koetaradja merupakan tempat berbasis teknologi untuk meningkatkan pengawasan terhadap operasional Trans Koetaradja.

“Di samping itu, dalam upaya meningkatkan pelayanan transportasi, maka Pemerintah Aceh mengadakan 12 bus baru pada tahun 2019 dan akan beroperasi pada 2020,” ujar Junaidi.

Selain itu, kata Junaidi, dalam rangka melakukan pembenahan pelayanan, pihaknya terus melakukan kerjasama dengn berbagai pihak, termasuk dengan pihak universitas.

Sementara itu, Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman, berterimakasih kepada Pemerintah Aceh khususnya Plt Gubernur yang terus mendukung pembangunan di Kota Banda Aceh.

“Dan hari ini juga kita rasakan peresmian pusat kendali bus trans koetaradja dan pengadaan 12 bus baru. Ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Kota Banda Aceh, tapi juga bagi seluruh masyarakat Aceh serta tamu wisatawan,” kata Aminullah.

Aminullah mengatakan, keberadaan transportasi Trans Koetaradja merupakan komponen penting dalam menggenjot kemajuan pariwisata di Banda Aceh. Ia mengatakan, transportasi akan memudahkan wisatawan mengakses sejumlah objek wisata.

“Selain itu, keberadaan Trans Koetaradja juga sangat dibutuhkan untuk menghadapi kondisi jalanan di Kota Banda Aceh yang semakin padat,” kata Wali Kota.

Aminullah mengatakan, seiring adanya Trans Koetaradja, pemerintah Kota Banda Aceh juga akan berupaya menumbuhkan budaya masyarakat Banda Aceh yang senang memanfaatkan transportasi umum. Dengan demikian, ia yakin kemacetan di Banda Aceh akan berkurang.

Bus Baru

Di samping peresmian Pusat Kendali Bus Trans Koetaradja, pada waktu yang sama Plt Gubernur Aceh juga meluncurkan 12 unit bus baru yang akan beroperasi di wilayah Banda Aceh dan Aceh Besar. Semua bus baru itu dilengkapi dengan teknologi sistem kendali terkini.

Plt Gubernur mengatakan, kehadiran teknologi itu menunjukkan komitmen Pemerintah Aceh untuk menerapkan teknologi informasi dalam setiap pelayanan publik, termasuk alat transportasi umum. Pihaknya, kata dia, akan menyesuaikan pembangunan dengan kemajuan era revolusi industri 4.0.

“Adapun ruang pusat kendali yang telah dibangun, dilengkapi dengan berbagai perangkat modern yang dirancang atas kerjasama Pemerintah Aceh, Unsyiah dan lembaga riset nasional lainnya. Dengan sistem kendali ini, operasional Trans Koetaradja akan lebih teratur, tepat waktu, efektif dan efisien,” kata Nova.

Ikut hadir dalam acara peresmian itu, Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Aceh Teuku Ahmad Dadek, Asisten Bidang Administrasi Umum Bukhari, Kepala Bappeda Aceh Helvizar Ibrahim, Staf Ahli Gubernur Mahyuzar, Kepala Biro Humas dan Protokol Muhammad Iswanto dan Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdulgani []

Tags: bus kutaradjapemerintah aceh
Previous Post

Proyek Jalan Diduga Asal Jadi, Sejumlah Petani di Jambur Latong Harus Gotong Royong 

Next Post

Forkopimda Aceh Pantau Pos Keamanan Gereja

Next Post

Forkopimda Aceh Pantau Pos Keamanan Gereja

Terbaru

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

Omen, Puluhan Sekolah di Aceh Masih Belajar di Tenda Darurat

06/06/2026
Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

Korban Cuaca Ekstrem di Langkahan Peroleh Bantuan Masa Panik

06/06/2026
Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

06/06/2026
CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

CKG di Sarah Mane Temukan Dominasi PTM, Dinkes Pidie Jaya Soroti Krisis Air Bersih

06/06/2026
Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

Pemko Bongkar Sejumlah Bangunan di Atas Saluran Air di Rukoh

06/06/2026

Terpopuler

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

14 Gampong Belum Ajukan Dana Desa Tahap I, Karena Tuha Peut dan Syarat Pendamping Desa

04/06/2026

Sawah Tertimbun Lumpur Banjir Disulap Jadi Sentra Bawang Merah, Upaya Pemulihan Ekonomi Petani Pidie Jaya

Nyan, Pidie Jaya Raih Peringkat Dua Pengelolaan KDMP Terbaik di Aceh

Plt Gubernur Aceh Resmikan Pusat Kendali Bus Trans Koetaradja

Setelah “Poh Bandet”, Bang Gaes Rilis Lagu “Gas Beracun”, Suarakan Pencemaran Udara

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com