Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

JW Banda Aceh Ikuti Workshop tentang Kepemiluan dan Jurnalistik

Admin1 by Admin1
07/10/2022
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Sepuluh jurnalis warga di Banda Aceh mendapatkan pembekalan terkait dengan isu-isu kepemiluan dan keterampilan jurnalistik dalam kegiatan workshop bertema Warga Berdaya Pelopor Pemilu Jujur dan Adil yang berlangsung selama dua hari , Rabu—Kamis, 5—6 Oktober 2022.

Workshop ini menghadirkan empat narasumber, yakni Komisioner KIP Aceh, Tgk Akmal Abzal, yang membawakan topik Pemilu Berkeadilan dan Direktur Eksekutif LSM Flower Aceh, Riswati, yang mengangkat topik Pemilu yang Inklusif dan Humanis yang tampil di hari pertama. Di hari kedua, menghadirkan Koordinator Forum Aceh Menulis, Hayatullah Pasee, yang menyampaikan materi tentang Teknik Menulis dan Meliput Karya Jurnalis Warga, dan Yarmen Dinamika dari harian Serambi Indonesia yang menyampaikan materi tentang Kode Etik dan Keselamatan Jurnalis Warga Meliput Isu Pemilu.

Koordinator Jurnalis Warga Banda Aceh, Ihan Nurdin, mengatakan workshop ini merupakan rangkaian awal dari kegiatan yang didukung oleh Perhimpunan Pengembangan Media Nusantara (PPMN) yang berkolaborasi dengan Perludem untuk program The Asia-Pasific Regional Support for Election and Political Transitions (RESPECT) hingga Januari 2023. Sepuluh warga yang direkrut berasal dari berbagai latar belakang seperti mahasiswa, ibu rumah tangga, guru, pekerja sosial, hingga bloger.

“Pembekalan ini menjadi penting bagi para jurnalis warga untuk memahami isu-isu pemilu, khususnya dalam menyongsong pemilu 2024 dan pentingnya memiliki dasar keterampilan jurnalistik sebelum melakukan tugas-tugas jurnalistik di lapangan,” ujar Ihan.

Ihan mengatakan, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk mendorong terwujudnya sistem demokrasi yang lebih baik di Indonesia, khususnya di Aceh. Selama ini, masyarakat cenderung bersikap pasif dalam menyambut hajatan demokrasi yang dihelat setiap lima tahun sekali, baik itu di tingkat pemilihan kepala daerah maupun legislatif. Namun, sikap pasif itu juga bisa disebabkan karena kurangnya akses informasi maupun ruang bersuara bagi masyarakat, terutama yang tergolong dalam kelompok rentan.

Oleh karena itu, dengan menggiatkan aktivitas jurnalis warga yang dipelopori oleh tiap-tiap individu bisa menjadi wadah bagi warga untuk berpartisipasi dalam kegiatan pesta demokrasi mulai dari pra, saat, dan sesudah pemilu berlangsung. Tulisan-tulisan jurnalis warga bisa dipublikasikan di berbagai platform seperti kanal-kanal jurnalis warga di media arus utama, blog, media sosial, atau website komunitas/gampong.

Akmal Abzal dari KIP Aceh sangat mengapresiasi adanya jurnalis warga yang fokus pada isu-isu pemilu dan demokrasi ini. Menurutnya partisipasi masyarakat dalam setiap tahapan pemilu sangat penting dan sangat membantu panitia penyelenggara pemilu seperti KIP ataupun Panwaslih dalam menyebarluaskan tahapan pemilu hingga ke level akar rumput.

“Salah satu bentuk partisipasi masyarakat ialah membuat kegiatan-kegiatan edukasi yang bertujuan untuk menginformasikan kepada khalayak bahwa kita sedang menyongsong pemilu 2024,” katanya.

Sementara Riswati yang menitikberatkan pada pemilu inklusif menjelaskan tentang hak untuk dipilih dan memilih yang disebut dengan universal suffrage yang diakui secara internasional. Pemilu yang inklusif dan humanis kata Riris hendaknya tidak ada perlakuan diskriminasi kepada setiap individu baik karena perbedaan ras, kelamin, agama, pilihan politik, kondisi fisik, dan lain-lain.

“Namun, dalam praktiknya masih jauh dari kata ideal. Setiap perhelatan pemilu digelar kita selalu mendengar adanya permainan politik uang maupun kampanye hitam kepada peserta pemilu maupun diskriminasi kepada warga selaku pemilih,” katanya.

Dalam konteks kepemiluan kata Riswati, peserta pemilu perempuan seperti caleg atau calon kepala daerah paling sering mengalami diskriminasi berbasis gender sehingga tantangan yang mereka hadapi di lapangan lebih kompleks. Oleh karena itu, Riris mengajak peran serta jurnalis warga dalam mengampanyekan pemilu yang adil, inklusif, dan humanis, sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dan bisa merasakan efek dari demokrasi yang sehat.

Sementara itu, Hayatullah Pasee menyampaikan bahwa tulisan memiliki daya dorong yang besar untuk memengaruhi cara berpikir atau perilaku publik maupun pembuat kebijakan. Menurutnya, menulis menjadi salah satu cara yang efektif dalam mengdvokasi isu atau suara-suara publik yang terabaikan.

Di era keterbukaan informasi seperti saat ini kata Hayatullah, warga bisa berpartisipasi aktif dalam setiap isu-isu yang menyangkut hajat orang banyak dengan menyalurkan pikiran-pikiran kritis mereka di berbagai ruang. Tidak hanya mengharapkan diliput atau ditulis oleh media arus utama, tetapi juga bisa memanfaatkan media sosial.

Terakhir, Yarmen Dinamika menyampaikan agar para jurnalis warga menyadari bahwa kerja-kerja jurnalistik mereka di lapangan tidak dilindungi oleh Undang-Undang Pers sebagaimana jurnalis profesional. Ketika berhadapan dengan hukum, mereka akan dihadapkan dengan Undang-Undang ITE. Karenanya, penting menghasilkan karya jurnalistik berkualitas yang sesuai dengan kode etik jurnalistik dan menghindari negative remarks, serta menghindari opini yang tidak bisa dipertanggungjawabkan.

Banyak isu-isu pelayanan publik, termasuk tentang kepemiluan yang bisa diangkat dan dituliskan oleh jurnalis warga. Ia menekankan, pentingnya menulis yang berimbang dan adil sehingga tidak ada pihak-pihak yang dirugikan dari tulisan yang dihasilkan warga.[]

Previous Post

Al Imtiyaaz Travel Perwakilan Abdya Berangkatkan 60 Jamaah Umrah

Next Post

Bhayangkara FC Terkam Putra Barona FC di Turnamen HUT Persimura

Next Post

Bhayangkara FC Terkam Putra Barona FC di Turnamen HUT Persimura

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

1.000 Paket Pangan Subsidi Dibagikan untuk Warga Banda Aceh

11/04/2026
Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

Tim BRIN Kunjungi DKP Perkuat Kolaborasi Riset Kelautan dan Perikanan

11/04/2026
Penyintas Bencana Aceh Timur Beralih Profesi Jadi Buruh Kayu

Pembersihan Lumpur Sisa Banjir di Aceh Dipastikan Terus Berjalan

11/04/2026
Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

Mensos Salurkan Rp205 M Santunan Korban Bencana Tamiang

11/04/2026
Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

Sekda Serahkan Penghargaan API Award 2025 Kepada Pengelola Arung Jeram Lukup Badak

11/04/2026

Terpopuler

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

Dua Terpidana TPPU Masuk DPO Kejari Banda Aceh

09/04/2026

20 Santri Al Zahrah Beunyot Dinyatakan Lulus SPAN PTKIN 2026

Mualem Kantongi Dua Nama Calon Pengganti Abang Samalanga

Ohku, Wabup Pijay Didesak Nonaktif Sementara Demi Prinsip Equality Before The Law

Heri Ahmadi dan 4 Tokoh Lainnya Dicalonkan Jadi Kandidat Ketua DPC PKB Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com