Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Lintas Barat Selatan

Darmansah: Pencegahan Stunting Bukan Hanya Program Nasional, Tapi Juga Kabupaten

Atjeh Watch by Atjeh Watch
11/10/2022
in Lintas Barat Selatan
0

BLANGPIDIE – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya menggelar Rembuk Stunting dengan tujuan untuk meningkatkan integrasi gizi dalam pencegahan dan penurunan angka Stunting di kabupaten setempat.

“Pencegahan stunting ini sudah menjadi program nasional. Oleh karenanya stunting ini juga menjadi program kita,” ungkap Pj Bupati Abdya, H. Darmansah, S. Pd MM, saat membuka acara Rembuk Stunting tingkat Kabupaten Abdya, yang dilaksanakan di Aula Bappeda, Selasa (11/10/2022).

Di Aceh, sebenarnya persoalan pencegahan Stunting sudah dilakukan dengan cara kearifan lokal. Salah satunya adalah tradisi Jok Bu Bidan.

“Tradisi Jok Bu bidan adalah salah satu cara pencegahan stunting. Jadi, ibu hamil itu diantarkan nasi, buah-buahan dan juga penunjang gizi lainnya. Oleh karenanya tradisi ini perlu dilestarikan. Namun demikian, gizi lainnya juga perlu diperhatikan,” ucap Darmansah.

Ia mengatakan, generasi penerus bangsa harus sehat, cerdas, kreatif, dan produktif. Jika anak-anak terlahir sehat tumbuh dengan baik dan didukung oleh pendidikan yang berkualitas, maka mereka akan menjadi generasi yang menunjang kesuksesan pembangunan bangsa.

Sebaliknya, kata Darmansah, jika anak-anak terlahir dan tumbuh dalam situasi kekurangan gizi kronis, mereka akan menjadi anak yang kerdil sehingga menjadi generasi yang tidak produktif bagi negara.

“Salah satu masalah gizi yang ditemukan dan menjadi isu nasional sekarang ini adalah Stunting. Stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis, terutama pada 1000 hari pertama kehidupan, sehingga anak lebih pendek dari rata-rata tinggi anak seusianya,” terangnya.

Masih tingginya persentase stunting pada balita ini, tambah Darmansah, menunjukkan bahwa stunting masih menjadi masalah kesehatan bagi masyarakat. Bila tidak ada pencegahan yang tepat terhadap masalah ini, maka dapat mengakibatkan tidak optimalnya perkembangan otak, fisik, dan berpengaruh pada sistem kekebalan anak tersebut, dan tentunya di masa mendatang dapat menyebabkan hilangnya generasi (loss of generation) karena kemampuan bersaing mereka yang lemah.

“Dalam Islam juga menganjurkan umatnya agar jangan sampai meninggalkan generasi yang lemah, baik dari segi akidah, ilmu, maupun fisik. Maka kita sebagai muslim sudah diajarkan bagaimana menjaga anak agar bisa menjadi generasi unggul dan berguna,” kata Darmansah.

Dalam rangka mendukung dan mengoptimalkan peran para pihak yang berkepentingan dan lintas sektor dalam pencegahan dan penanganan stunting, Pemerintah Abdya memandang perlu untuk melaksanakan pertemuan Rembuk Stunting tingkat kabupaten setempat.

“Pertemuan Rembuk Stunting ini merupakan salah satu wadah bagi semua lintas sektor terkait, dalam menyamakan persepsi untuk menyusun strategi intervensi yang terencana, terpadu dan fokus pada solusi dalam hal penanganan stunting di Kabupaten Abdya. Rembuk Stunting ini juga merupakan bentuk komitmen kita dalam melakukan percepatan pencegahan dan penurunan stunting di kabupaten yang kita cintai ini,” ujar Darmansah.

Sementara itu, Kepala DPMP4 Abdya, Nur Afni, S. Pd dalam sambutannya mengatakan, percepatan penurunan stunting merupakan salah satu prioritas nasional yang membutuhkan keterpaduan penyelenggaraan intervensi pada lokasi dan kelompok sasaran prioritas (pada masa 1000 HPK).

“Untuk mencapai keterpaduan tersebut kita akan melaksanakan 8 aksi konvergensi/integrasi untuk menyelaraskan perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, dan pemantauan, dengan tujuan untuk meningkatkan integrasi gizi dalam pencegahan dan penurunan stunting,” ujar Nur Afni.

Ia mengatakan, pertemuan Rembuk Stunting Tingkat Kabupaten Abdya dilaksanakan selama satu hari. Kegiatan tersebut diikuti oleh 36 orang peserta yang terdiri dari berbagai instansi antara lain, Bappeda, Dinas Kesehatan, DPMP4, Perkim, Disdikbud, Badan Keuangan Kabupaten, Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Sosial, Kemenag, Dan Para Camat.

Dalam kegiatan itu turut hadir Wakil Ketua DPRK Hendra Fadli, Sekda Salman Alfarisi, Unsur Forkopimkab, Kepala BKKBN Aceh, Sahidal Kasturi, para Kepala SKPK, dan tamu undangan lainnya. [Rusman]

Previous Post

Jaga Hubungan yang Harmaonis, Kapolres Coffe Morning Bersama Insan Pers

Next Post

Safaruddin Serap Aspirasi dan Santuni Yatim Piatu di Tangan-Tangan

Next Post

Safaruddin Serap Aspirasi dan Santuni Yatim Piatu di Tangan-Tangan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pentagon Gandeng Elon Musk Petakan Perang Masa Depan

Pentagon Gandeng Elon Musk Petakan Perang Masa Depan

04/10/2026
Iran Eksekusi Mati Demonstran Anti-pemerintah

Iran Eksekusi Mati Demonstran Anti-pemerintah

04/10/2026
Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

03/10/2026
PT Socfindo Seumayam Salurkan Santunan untuk 33 Anak Yatim di Desa Pulau Kayu

PT Socfindo Seumayam Salurkan Santunan untuk 33 Anak Yatim di Desa Pulau Kayu

03/10/2026
Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Gelar Kunjungan Edukatif ke Pok Teupeun Songket

Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Gelar Kunjungan Edukatif ke Pok Teupeun Songket

03/10/2026

Terpopuler

Darmansah: Pencegahan Stunting Bukan Hanya Program Nasional, Tapi Juga Kabupaten

11/10/2022

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Ohku Rp9,2 Miliar Tiga Tahun untuk Sapi-Lembu di Pidie Jaya, Anggaran 2026 Capai Rp3,3 Miliar

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Sang Kombatan [Jilid 2]-Bagian 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com