Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Internasional

Taiwan Tolak Gagasan ‘Satu Negara Dua Sistem’ seperti di Hong Kong

Admin1 by Admin1
17/10/2022
in Internasional
0

Jakarta – Taiwan tidak akan menyerahkan kedaulatan atau kompromi pada kebebasan dan demokrasi, dan rakyatnya jelas menentang gagasan Beijing tentang manajemen “satu negara, dua sistem” untuk Taiwan, kata kantor kepresidenan Taiwan, Minggu, 16 Oktober 2022.

Pernyataan itu muncul tak lama setelah Presiden China Xi Jinping mengatakan dalam pidato pada pembukaan Kongres Partai Komunis di Beijing bahwa terserah kepada rakyat China untuk menyelesaikan masalah Taiwan dan China tidak akan pernah meninggalkan penggunaan kekuatan atas Taiwan.

Menjaga perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan dan kawasan adalah tanggung jawab bersama kedua belah pihak dan pertemuan di medan perang bukanlah pilihan, kata kantor kepresidenan Taiwan dalam pernyataannya.

Dewan urusan daratan Taiwan – badan pemerintah tertinggi yang bertanggung jawab atas urusan China – mengatakan kebijakan Partai Komunis China tentang Taiwan salah dan tidak menawarkan pemikiran baru.

“Republik China adalah negara berdaulat, dan Taiwan tidak pernah menjadi bagian dari Republik Rakyat China,” kata badan itu dalam sebuah pernyataan setelah pidato Xi.

Lebih lanjut dikatakan bahwa rakyat Taiwan “tidak akan pernah menerima” apa yang disebut Konsensus 1992 atau formula “satu negara, dua sistem” yang digunakan di Hong Kong.

Konsensus 1992 mengacu pada pemahaman diam-diam antara mantan pemerintah Kuomintang Taiwan dan Partai Komunis China bahwa kedua sisi Selat Taiwan mengakui ada “satu China”, dengan masing-masing pihak memiliki interpretasi sendiri tentang apa arti “China”.

“Hanya 23 juta orang di Taiwan yang memiliki hak untuk memutuskan masa depan,” kata dewan urusan daratan hari ini.

“Kami di sini untuk mengirim peringatan kepada otoritas PKC untuk meninggalkan kerangka politik yang dipaksakan dan tindakan pemaksaan dan agresi.”

Xi: Urusan Taiwan Diputuskan Rakyat China

“Memecahkan masalah Taiwan adalah urusan rakyat China sendiri, dan terserah rakyat China untuk memutuskan,” kata Xi di Balai Besar Rakyat Beijing.

“Kami bersikeras pada prospek reunifikasi damai dengan ketulusan terbesar dan upaya terbaik kami, tetapi kami tidak akan pernah berjanji untuk melepaskan penggunaan kekuatan dan mencadangkan pilihan untuk mengambil semua tindakan yang diperlukan. Ini diarahkan semata-mata pada campur tangan oleh pasukan luar dan beberapa separatis yang mencari kemerdekaan Taiwan.”

Taiwan tidak pernah dikendalikan oleh Komunis China.

Presiden Tsai Ing Wen, yang terpilih kembali pada 2020, menolak untuk mengakui Konsensus 1992 – tidak seperti pendahulunya dari KMT yang sekarang menjadi oposisi, Ma Ying Jeou, yang memandangnya sebagai warisan politik intinya.

Su Chi, mantan kepala dewan urusan pemerintah daratan KMT, mengaku mengarang istilah tersebut pada tahun 2000, delapan tahun setelah pertemuan di tempat asalnya.

Ketegangan lintas selat telah memuncak dalam beberapa bulan terakhir.

Setelah Ketua DPR AS Nancy Pelosi mengunjungi Taipei pada Agustus, Beijing meluncurkan latihan militer terbesarnya dengan pesawat, kapal, dan rudal.

Sumber: Tempo

Previous Post

Khairul Rijal dan 12 Immawan/Immawati Pimpin IMM Komisariat STKIP Abdya

Next Post

Anies Baswedan Rampung Jadi Gubernur DKI, PKS: Layak Naik Kelas Pimpin Indonesia

Next Post

Anies Baswedan Rampung Jadi Gubernur DKI, PKS: Layak Naik Kelas Pimpin Indonesia

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Pentagon Gandeng Elon Musk Petakan Perang Masa Depan

Pentagon Gandeng Elon Musk Petakan Perang Masa Depan

04/10/2026
Iran Eksekusi Mati Demonstran Anti-pemerintah

Iran Eksekusi Mati Demonstran Anti-pemerintah

04/10/2026
Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

Atlet Anggar Abdya Sabet Emas dan Perak di Kejuaraan Anggar Mini Kompetisi Jilid II Banda Aceh

03/10/2026
PT Socfindo Seumayam Salurkan Santunan untuk 33 Anak Yatim di Desa Pulau Kayu

PT Socfindo Seumayam Salurkan Santunan untuk 33 Anak Yatim di Desa Pulau Kayu

03/10/2026
Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Gelar Kunjungan Edukatif ke Pok Teupeun Songket

Mahasiswa SKI FAH UIN Ar-Raniry Gelar Kunjungan Edukatif ke Pok Teupeun Songket

03/10/2026

Terpopuler

Taiwan Tolak Gagasan ‘Satu Negara Dua Sistem’ seperti di Hong Kong

17/10/2022

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Ohku Rp9,2 Miliar Tiga Tahun untuk Sapi-Lembu di Pidie Jaya, Anggaran 2026 Capai Rp3,3 Miliar

Mengurai Benang Kusut di Abdya: Ketika Public Distrust Membakar Sengketa Lahan PT Cemerlang Abadi

Sang Kombatan [Jilid 2]-Bagian 2

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com