PERWAKILAN Aceh memiliki tren yang baik di Musabaqah Tilawatil Qur’an Korp Pegawai Republik Indonesia (MTQ-Korpri).
Tahun lalu, perwakilan Aceh, berada di peringkat 3 nasional. Sedangkan MTQ nasional yang berlanjut di Banjarmasin, menempatkan Aceh di posisi 10 nasional. Lantas bagaimana dengan MTQ ke 6 Korpri tahun ini?
Pelaksanaan MTQ Korpri merupakan ajang silaturahmi Korp Pegawai Republik Indonesia di bidang keagamaan. Pelaksanaan event nasional ini mendapat perhatian dari berbagai pihak di seluruh nusantara. Termasuk Aceh di dalamnya.
Tahun 2022, pelaksanaan MTQ Korpri yang dilaksanakan di Sumatera Barat, memiliki gengsi tersendiri bagi Aceh. Pasalnya, MTQ ke 5 Korpri pada dua tahun lalu atau 2020, yang dilaksanakan di Sulawesi Tenggara, menempatkan provinsi Aceh pada peringkat 3 nasional. Posisi ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya.
Kemudian, Provinsi Aceh juga merupakan daerah yang menerapkan syariat Islam serta memiliki sejarah panjang tentang tradisi keislaman. Aceh menjadi kiblat nasional dalam hal-hal yang berkaitan dengan syiar Islam.
Kondisi inilah yang menuntut Aceh untuk memberikan hasil terbaik untuk 2022 ini di ajang MTQ Korpri ke 6 ini. Setidaknya, kafilah Aceh bisa mengulang keberhasilan perwakikan Aceh dalam mempertahankan posisi 10 besar nasional di ajang MTQ Nasional Banjarmasin, kemarin.
“Kita berharap perwakilan Aceh memberi hasil yang maksimal,” ujar Mustafa, salah seorang ASN pemerintah Aceh, beberapa waktu lalu.
Hal ini diungkapkannya di sela sela pelepasan peserta MTQ ke 6 Korpri ke Sumatera Barat.

Ya, Penjabat (Pj) Gubernur Aceh yang diwakili Asisten Administrasi Umum Sekda Aceh, Iskandar, melepas 26 ASN Aceh yang menjadi peserta pada ajang MTQ Korpri ke-6 tingkat nasional yang digelar di Kota Padang, Sumatera Barat. Acara penglepasan tersebut berlangsung di Kantor Gubernur Aceh, Jumat 4 November 2022.
Iskandar berpesan agar ajang MTQ tersebut dapat menjadi momentum untuk meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah SWT di kalangan Aparatur Sipil Negara.
“Aparatur Sipil Negara hendaknya senantiasa berlandaskan pada nilai–nilai qur’ani, agar pembangunan yang sedang dilakukan membawa kepada kejayaan dan kesuksesan di bawah naungan ridha dan rahmat Allah SWT,” kata Iskandar.
Iskandar mengatakan, MTQ juga merupakan salah satu instrumen dalam rangka mewujudkan masyarakat yang mencintai Al-Qur’an, serta sebagai pendorong semangat dan minat baca masyarakat terhadap Al-Qur’an.
“Bagi anggota KORPRI khususnya, kegiatan MTQ ini kami nilai sangat penting, mengingat posisi Pegawai Negeri Sipil yang mempunyai kedudukan dan peran sangat strategis dalam pembangunan, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” kata Iskandar.
Iskandar berharap para perwakilan Aceh dapat mengerahkan kemampuannya semaksimal mungkin, sehingga mampu mencapai prestasi terbaik dan menjadi kenangan manis sebagai persembahan bagi Provinsi Aceh.
“Setiap prestasi yang kita raih, tentu akan memberikan citra dan nama baik bagi provinsi serta mengharumkan nama Aceh di tingkat nasional,” ujar Iskandar.
Sementara itu, Ketua Bidang Mental Rohani Korpri Aceh yang juga Kepala Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar, mengatakan, MTQ Korpri Nasional merupakan ajang yang digelar dua tahun sekali. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memicu semangat para ASN dalam bertaqwa kepada Allah.
Alidar juga mengatakan, dalam mempersiapkan peserta terbaik pada ajang tersebut, panitia telah melakukan seleksi terlebih dahulu dan memilih ASN terbaik dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Para peserta juga telah diberikan pelatihan selama satu minggu dari 28 Oktober sampai 3 November 2022 di Gedung LPTQ Aceh.
“Korpri Aceh mengirim 26 peserta yang akan berkompetensi pada sembilan cabang lomba,” kata Alidar.
Ke sembilan cabang lomba tersebut, yakni, tartil Al Quran, tilawah, hafalan Qur’an, dakwah, kaligrafi, azan, khutbah, penulisan artikel Al Quran dan membaca doa.
“Kita sudah tiga tahun berturut-turut menjadi juara 3 nasional MTQ Korpri, harapannya, tahun ini bisa kita tingkatkan menjadi juara satu atau dua,” kata Alidar.
MTQ Korpri ke-6 di Kota Padang akan berlangsung sejak tanggal 6 sampai 13 November 2022.

Sebelumnya, pada MTQ Korpri ke 5, Provinsi Aceh juga mengirimkan peserta sekitar 19 orang. Sebanyak delapan orang peserta diantarnya telah berhasil masuk ke babak final dan mampu meraih gelar juara.
“Dari 19 peserta yang mengikuti MTQ Korpri ke-5 tersebut, Provinsi Aceh mampu meraih juara III tingkat Nasional,” kata pimpinan kafilah Aceh, ustadz T Mardhatillah SHI MH, saat itu.
Kata Mardha, dari delapan peserta Aceh yang masuk babak final, dua orang diantaranya berhasil meraih juara satu, dua orang juara dua, satu orang juara tiga, dua orang juara harapan satu dan dua orang juara harapan dua.
“Prestasi yang kita raih pada MTQ Korpri tahun 2021 ini jauh meningkat dari MTQ Kopri sebelumnya tahun 2018 lalu di Jakarta,” ungkap T Mardhatillah.
Dijelaskan, gelar juara yang diraih peserta MTQ Korpri asal Aceh yaitu, Ahsanur Rifqi golongan tahfizh surat Al Baqarah juara I, Fajri golongan Khutbah Jum’at juara I, Rustandi golongan Dakwah putra juara II dan Fathurrahmi golongan Doa Juara II. Sementara, Ihsan golongan tartil putra mampu meraih juara III, Ely Silviani golongan tartil putri juara harapan I, Syathriah golongan tahfizh surat Ali Imran dan An Nisa putri juara harapan I serta Taisir golongan tahfizh surat Ali Imran dan An Nisa juara harapan II, tambahnya.
Lebih lanjut tambah ustadz Mardha, juara umum MTQ Korpri ke-5 tingkat Nasional tahun 2021 diraih Provinsi Kalimantan Selatan, peringkat dua diduduki oleh Provinsi Jawa Timur, peringkat tiga diraih Provinsi Aceh dan peringkat empat diraih Provinsi Sumatera Barat.
“Kita berharap untuk pelaksanaan MTQ Korpri ke 6 nanti, catatan ini bisa dipertahankan atau malah lebih baik lagi,” ujarnya.
Kini, semua masyarakat Aceh, menanti penampilan terbaik dari Korpri perwakilan Aceh yang bakal tampil di Sumatera Barat.
Tulisan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Syariat Islam dengan media atjehwatch.com








