Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Feature

Syiar Islam Dibalik FASI 2022

Admin1 by Admin1
10/11/2022
in Feature
0

Pembukaan Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) Aceh di Asrama Haji Embarkasi Aceh, 8 hingga 11 November 2022, berlangsung meriah. Kegiatan ini merupakan bagian untuk menghidupkan kembali pendidikan masyarakat berbasis masjid.

Kegiatan yang digagas Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) Aceh ini secara resmi dibuka oleh Pj Gubernur Aceh yang diwakili Kepala Dinas Syariat Islam Aceh Dr EMK Alidar Sag MHum di Asrama Haji Banda Aceh, Selasa malam 8 November 2022 lalu.

Kepala Dinas Syariat Islam Aceh EMK Alidar dalam sambutan tertulis Pj Gubernur Aceh antara lain menyampaikan pemerintah bertanggung jawab dalam mendorong dan membina anak Aceh untuk meningkatkan pemahaman ajaran agama, apalagi Aceh sejak 20 tahun yang lalu menerapkan syariat Islam.

Tapi tanggung jawab ini, sambungnya, tentu tidak hanya menjadi kewajiban pemerintah saja, melainkan juga menjadi tanggung jawab orang tua sebagai guru pertama bagi anak-anak, bahkan lembaga pendidikan baik formal maupun non formal.

“Oleh karena itu, Pemerintah Aceh memberikan dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan kegiatan FASI tingkat Provinsi Aceh ini. Yang perlu kami ingatkan bahwa kegiatan ini bukanlah semata-mata even festival untuk mencari juara dan menjadi kebanggaan untuk kemudian diperlombakan pada level berikutnya. Akan tetapi yang sangat penting, even ini kiranya dapat menjadi sarana membentuk watak dan karakter generasi qurani sebagai modal utama membangun Aceh yang lebih baik di masa mendatang,” kata Alidar.

Untuk itu, ia mendorong agar even ini di samping dapat menumbuh kembangkan kreativitas anak-anak dan memotivasi mereka agar bersungguh-sungguh dalam mempelajari Alqur’an, juga berupaya memaksimalkan pengajian anak-anak baik pada level TKA, TPA maupun TQA, terutama di masjid-masjid, mushalla dan meunasah di gampong-gampong di seluruh Aceh.

“Semua itu sebagai upaya untuk menghidupkan syiar Islam yang menjadi salah satu dimensi terpenting dalam pelaksanaan syariat Islam di Aceh,” ujar Alidar.

Ya, ada sebanyak 1.104 peserta yang ikut andil bagian dalam Festival Anak Shaleh Indonesia (FASI) tingkat Provinsi Aceh pada 8 -11 November 2022 di Asrama Haji Embarkasi Aceh, Banda Aceh.

“Kegiatan ini bertujuan menghidupkan ruh pendidikan berbasis masyarakat di masjid-masjid dan sarana evaluasi pendidikan TPA, baik dari segi kurikulum dan juga ustad dan ustazah,” kata Ketua Ketua Umum BKPRMI Aceh Mulia Rahman di Banda Aceh.

Ia menjelaskan total peserta yang akan hadir pada FASI 2022 yang di pusatkan di Banda Aceh itu berjumlah sebanyak 1.104 peserta.

Menurut dia kegiatan tersebut juga sebagai sarana uji kompetensi santri sehingga setiap kabupaten/kota di Aceh bersaing secara sehat untuk uji kemampuan para santri dari berbagai tingkatan.

Mulia yang turut didampingi Ketua Panitia Pelaksana FASI Aceh 2022 Azwir Adnan menambahkan kegiatan tersebut turut mempertandingkan berbagai cabang perlombaan tingkat TKA, TPA dan TQA masing-masing tartil, adzan dan iqamah dan nasyid Islami.

Kemudian peragaan shalat perorangan, cerdas cermat Al Quran, mewarnai gambar dan ceramah agama Islam bahasa Indonesia.

Dalam FASI ini, juga diperlombakan Tilawah, Tahfiz, hafal Quran, cerdas cermat, tartil, lomba Adzan, lomba shalat, pidato sampai kaligrafi dan lainnya.

Peserta yang ikut FASI berasal dari 23 Kabupaten/kota di Aceh, dan setiap kawasan mengirimkan 41 peserta untuk mengikuti perlombaan FASI 2022.

Ketua Umum BKPRMI Aceh Dr Mulia Rahman SPdI MA, menambahkan tujuan dilaksanakan FASI 2022 yakni untuk menghidupkan kembali pendidikan masyarakat berbasis masjid.

Menurutnya, pendidikan yang berasal dari Masjid penting untuk dilakukan, karena Aceh menerapkan syariat Islam, sehingga menjadi kewajiban segenap masyarakat menjaga keberlangsungan syariat tersebut.

Selanjutnya, Mulia menerangkan bahwa ada 250 hadiah yang akan diberikan kepada peserta yang berhasil keluar sebagai juara.

Selain mendapatkan hadiah, para peserta yang menang tersebut akan diperlombakan sampai tingkat nasional.

Ketua Panitia, Azwir Adnan mengatakan, setiap kabupaten/kota memiliki 41 kuota peserta. Peserta yang telah tiba lebih awal berasal dari Simeulue, Aceh Tenggara, dan Sabang.

“Selain anak santri TPA juga hadir orang tua santri serta para anggota keluarga lainnya yang turut meramaikan Asrama Haji dalam kegiatan ini,” jelas Azwir.

Sementara itu, penjabat gubernur Aceh, Achmad Marzuki, di tempat terpisah, menambahkan mendukung penuh pelaksanaan FASI 2022 tingkat provinsi Aceh sebagai bagian dari membangun masyarakat Aceh yang berkarakter islami.

“Sebagai satu-satunya daerah yang menerapkan Syariat Islam, maka Pemerintah Aceh dan kita semua tentu sangat bertanggungjawab untuk membangun umat dan generasi penerus yang Islami. Oleh karena itu, kami sangat mendukung BKPRMI yang perjuangan dakwahnya berbasis Masjid untuk menjadikan FASI sebagai kegiatan rutin,” ujar Penjabat Gubernur Aceh Achmad Marzuki.

Keseriusan dukungan terhadap FASI ditunjukkan Gubernur dengan memerintahkan langsung Kepala Dinas Pendidikan Dayah Aceh Zahroel Fajri, dan Dinas Syariat Islam Aceh, EMK Alidar, untuk membuat payung hukum.

“Segera buat payung hukum terkait FASI. Tidak hanya Dinas Pendidikan Dayah dan Dinas Syariat Islam, libatkan juga Dinas Kebudayaan dan Pariwisata,” kata Pj Gubernur Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan apresiasi perjuangan pengurus BKPRMI membentuk generasi muda Islami berbasis Masjid.

“Apresiasi saya terhadap rekan-rekan BKPRMI yang tetap istiqamah membangun generasi Islami berbasis Masjid serta terus menjaga independensinya untuk tidak berafiliasi dengan partai politik,” kata Achmad Marzuki.

“Salam sayang saya kepada seluruh anak-anak yang akan berangkat, sehat selalu. Insya Allah dapat membawa harum nama Aceh,” kata dia.

Sementara Wakil Ketua DPRA, Safaruddin merasa tersanjung bisa melantunkan ayat-ayat suci Alquran pada pembukaan FASI Aceh 2022. Ia mengaku terakhir kali menjadi pembaca tilawah saat masih menjadi mahasiswa di Universitas Sumatera Utara (USU) pada usia 19 tahun.

“Pada kesempatan ini, saya memberanikan diri. Pengalaman saya sebagai seorang tilawah saat membuka acara, itu terakhir di usia 19 tahun. Waktu saya masih menjadi mahasiswa S1 di USU dan saya memang juara MTQ di USU saat itu,” ujar Safaruddin.

Safaruddin mengaku dirinya menjadi seperti saat ini karena pernah dibina dan dibesarkan oleh lingkungan masjid. “Saya juga pernah mengajar di salah satu Taman Pendidikan Alquran (TPA) saat kecil. Dulu saya dikenal dengan ‘Ustaz Kecil’,” kenangnya.

“Sekarang saya tidak berani disebutkan sebagi ustaz, karena orang politik dekat-dekat dengan kemudharatan duniawi, dan saya tidak memberanikan diri menjadi ustaz hari ini,” ujar putra Aceh Barat Daya (Abdya) ini.

Tulisan ini merupakan hasil kerjasama Dinas Syariat Islam Aceh dengan media atjehwatch.com

Tags: dinas syariat islam aceh
Previous Post

Bonus untuk Sang Juara

Next Post

Ketua DPR Aceh Prihatin Banyak Jalan Rusak di Aceh Utara

Next Post

Ketua DPR Aceh Prihatin Banyak Jalan Rusak di Aceh Utara

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

Terima Kunjungan Kaposwil PRR, Wali Nanggroe Minta Penanganan Menyeluruh Aceh Pasca Bencana

02/04/2026
Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

Bima Arya Ingatkan Praja IPDN Jaga Kinerja Pengabdian di Aceh Tamiang

02/04/2026
Aceh Tengah Kembali Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor

10 Desa di Aceh Tengah Kembali Terisolir Akibat Banjir Bandang

02/04/2026
Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

Rencana HUT ke-24 Abdya Didesain Jadi Penggerak Ekonomi Lokal

02/04/2026
PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

PT Pembangunan Aceh Gelar Halal Bihalal 2026: Sinergi dalam Kebersamaan, Produktif dalam Kinerja

02/04/2026

Terpopuler

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

Hapus JKA = Bunuh Hak Rakyat, Fadhlullah TM Daud: Pemerintah Aceh Jangan Main Api

02/04/2026

Rotasi Jabatan: AKP Dedy Miswar Putra Terbaik Pidie, Pindah ke Polres Bireuen

272 Murid SMA dan SMK Aceh Selatan Lulus SNBP 2026, Meningkat dari 2025

Papan Bunga Pelantikan Imum Syik Seret Nama Kapolda Aceh dan Pangdam IM

KNPI dan IMM Abdya Soroti Pemanggilan Wartawan oleh Polda Aceh

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com