Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

HIMAB Gelar Dialog Pikiran Ngobrol Pintar

Admin1 by Admin1
01/01/2023
in Nanggroe
0

JANTHO – Himpunan Mahasiswa Aceh Besar menggelar kegiatan DIPIKIR NGOPI atau Dialog Pikiran Ngobrol Pintar” yang bertempat di Kedai Kupi Barika – Lambaro Kafe dengan tema “Jaminan dan Kesejahteraan Dunia Pendidikan untuk Masyarakat dari Pemerintah Aceh Besar di masa Kepemimpinan Penjabat Bupati Aceh Besar.”

Acara berlangsung selama kurang lebih 2 jam dan di ikuti oleh puluhan mahasiswa dan pemuda Aceh Besar, Sabtu 31 Desember 2022.

Tampil sebagai pembicara Pj. Bupati Aceh Besar yang diwakili oleh Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar Agus Jumaidi, M. Pd, Ketua MPD Aceh Besar  Prof. Dr. Mustanir, M.Sc, Wakil Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar Muslim, SE dan pengamat sosial dan politik Usman Lamreung.

Koordinator kegiatan, Isratullah mengaku bahwa kegiatan ini penting untuk dilaksanakan mengingat HIMAB sebagai lembaga penyeimbang antara masyarakat dengan pemerintah.

Selanjutnya ia menambahkan tujuan  diciptakan kegiatan ini agar terbukanya ruang dialog dalam mempertanyakan dan mendapatkan jawaban terhadap jaminan dan kesejahteraan pendidikan di Aceh Besar yang masih penuh tanda tanya dimasa mendatang.

Adapun yang menjadi latar belakang diskusi ini terlaksana berdasarkan temuan dan hasil kajian diantaranya; progress Qanun Aceh Besar Nomor 1 Tahun 2022 terkait Sistim Pendidikan Terpadu dan Rancangan Qanun Satu Gampong Satu Hafidz, penguasaan teknologi tingkat pelajar dan mahasiswa yang masih minim, desentralisasi pendidikan di Aceh Besar, kurangnya minat dan ketidakmampuan finansial pelajar dalam melanjutkan perguruan tinggi, ketiadaan beasiswa dan tidak di prioritaskannya hak-hak tenaga pengajar (kontrak/honorer) di wilayah Aceh Besar.

Sementara itu, Ketua Umum HIMAB, Dias Rahmatullah menyampaikan butuhnya sentuhan intens dari Pemkab melalui dinas terkait terhadap substansi permasalahan pada tenaga pengajar dan pelajar di Aceh Besar.

Ketiadaan beasiswa untuk mahasiswa juga menjadi pertanyaan mendasar yang terkesan pemkab seolah-olah lepas tangan terhadap program penunjang mahasiswa Aceh Besar.

Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Agus Jumaidi, M. Pd mengatakan bahwa DISDIKBUD Aceh Besar selalu welcome terhadap peran mahasiswa dalam mendorong sistem pendidikan di Aceh Besar agar lebih maju. Ia juga menambahkan bahwa perlunya kolaborasi dari semua stakeholder yang ada di wilayah Aceh Besar agar permasalahan ini bisa di selesaikan secara menyeluruh.

Disisi lain, Prof. Dr. Mustanir, M.Sc yang hadir sebagai Ketua MPD Aceh Besar membantah minimnya SDM yang dimiliki pelajar Aceh Besar. Beliau mengatakan bahwa siswa/i saat ini sudah sangat lihai dalam mengotak-atik gadgetnya. Dan terkait mahasiswa yang memiliki keinginan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi khususnya dalam kategori kurang mampu, tengah dirumuskan rencana agar langkah mereka menuju perguruan tinggi bisa di wujudkan sesuai harapan.

Wakil Ketua Komisi V, Muslim, SE memberikan keterangan pada permasalahan guru PPPK yang dinyatakan lulus tes sampai saat ini belum ada kejelasan soal SK.

“Mudah-mudahan Januari 2023 ini dapat di realisasikan,” tutupnya.

Usman Lamreung sosok pengamat Aceh Besar menyampaikan bahwa berbicara tentang pendidikan maka berbicara tentang kesejahteraan semua unsur yang ada didalam pendidikan. Tenaga pengajar penting untuk di pertimbangkan mengingat sosok itulah yang akan melahirkan pelajar yang unggul akan kapasitas. Ia menambahkan keterlibatan para akademisi dari perguruan tinggi terhadap pemerintah daerah sangat perlu untuk menemukan solusi yang tepat. []

Previous Post

Pergantian Malam Tahun Baru di Aceh Berlangsung Aman

Next Post

Komnas HAM Berikan Atensi Khusus Pengungsi Rohingya di Aceh

Next Post

Komnas HAM Berikan Atensi Khusus Pengungsi Rohingya di Aceh

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

Empat Mahasiswa UIN Ar-Raniry Raih Emas di PKM IV PTKIN Se-Sumatera

02/10/2026
Komnas HAM Perkuat Kapasitas Advokat IKADIN Aceh dalam Penanganan Perkara HAM

Komnas HAM Perkuat Kapasitas Advokat IKADIN Aceh dalam Penanganan Perkara HAM

02/10/2026
Pemerintah Bangun Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang di Pedalaman Aceh Barat

Pemerintah Bangun Sekolah Rusak Akibat Banjir Bandang di Pedalaman Aceh Barat

02/10/2026
Alue Deah Teungoh Jadi Kampung Zakat Pertama di Banda Aceh

Alue Deah Teungoh Jadi Kampung Zakat Pertama di Banda Aceh

02/10/2026
Merindu Doa

Merindu Doa

02/10/2026

Terpopuler

HIMAB Gelar Dialog Pikiran Ngobrol Pintar

01/01/2023

Forkorda: Aceh Usulkan 6 CDOB Baru, Seluruh Syarat Administrasi Lengkap

Demo Tuntut PT CA, Polres Abdya: Kami Dukung Langkah Masyarakat, Tapi Tetap Dalam Koridor Hukum

IMM Lakukan Aksi Dorong Motor, Buntut Kelangkaan BBM di Abdya

Gedung SMP Unggul Pidie Jaya Akan Dipinjamkan untuk Sekolah Rakyat, DPRK Sorot Kelayakan

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com