Banda Aceh – Pj Wali Kota Banda Aceh, Bakri Siddiq meresmikan pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) di Gampong Doy Kecamatan Ulee Kareng, Rabu (15/2/2023).
Pemko Banda Aceh bekerjasama dengan Kementerian PUPR hingga saat ini telah merampungkan pembangunan IPAL di lima Gampong (Desa) di Banda Aceh.
Bakri Siddiq meresmikan pembangunan sistem pengolahan air limbah rumah tangga itu secara simbolis di Gampong Doy yang ditandai dengan penandatanganan prasasti.
Adapun gampong-gampong yang telah selesai dibangun IPAL komunal pada tahun 2022 lalu adalah, Gampong Doy, Lampaseh Kota, Rukoh, Jeulingke dan Gampong Blang Kecamatan Meuraxa.
“Dengan selesainya pembangunan IPAL ini, kita berharap dapat bermanfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Bakri Siddiq.
Pembangunan sistem pengolahan air limbah di lima gampong di Banda Aceh itu merupakan pembangunan IPAL baru skala permukiman kombinasi MCK dan jaringan perpipaan.
Kata Bakri Siddiq, tujuan pembangunan IPAL ini untuk sanitasi sesuai program pemerintah pusat untuk “Gerakan 100-0-100” yaitu 100 persen akses air minum yang layak, 0 persen pemukiman kumuh dan 100 persen akses sanitasi yang layak.
“Tantangan dari pelayanan air minum dan sanitasi adalah bagaimana mendukung pencapaian target universal akses 100-0-100, yaitu 100 persen capaian akses air minum, 0 persen kawasan kumuh dan 100 persen capaian akses sanitasi yang telah ditetapkan oleh Presiden Jokowi,” kata Pj Wali Kota.
Ia kemudian menyampaikan capaian akses sanitasi layak di Banda Aceh sampai dengan tahun 2022 sudah mencapai 88,54 persen.
“Untuk mencapai target universal yang ditetapkan, diperlukan dukungan guna terwujudnya layanan sanitasi air minum dan perumahan yang berkelanjutan sesuai Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Banda Aceh 2023-2026,” kata Bakri Siddiq.
Tujuan lain yang tak kalah penting, kata Bakri adalah dalam rangka mendukung tema penurunan angka kematian ibu dan stunting karena dengan penanganan air limbah yang terintegrasi akan menghindari pencemaran lingkungan yang kemudian bermuara pada kualitas kesehatan masyarakat.
“Alhamdulillah, setiap tahunnya Banda Aceh telah mencapai penurunan jumlah stunting sampai dengan tahun 2022 yaitu 7,32% menurut E-PPGBM dengan target Renstra Dinkes 16% untuk Tahun 2023,” ungkapnya.
Dikatakannya, target Pemerintah Indonesia pada tahun 2024 yaitu 14%.
“Ini berarti kita telah memberikan kontribusi penurunan target bagi Pemerintah Indonesia,” tambahnya.










