Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Pelaksanaan Syariat di Banda Aceh Dinilai Mulai Longgar

Atjeh Watch by Atjeh Watch
28/03/2023
in Nanggroe
0

Banda Aceh – Ketua DPR Kota (DPRK) Banda Aceh Farid Nyak Umar menilai, penegakan syariat Islam di ibukota Provinsi Aceh sudah mulai longgar. Dia meminta pemerintah kota untuk meningkatkan pengawasan termasuk menempatkan polisi syariah di lokasi rawan maksiat.

“Selama ini penegakan syariat Islam di Kota Banda Aceh mulai longgar. Hal itu dapat dilihat dari informasi maupun progres kegiatan penegakan syariat Islam oleh pemerintah kota yang kurang diketahui oleh masyarakat,” kata Farid dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (28/3/2023).

Farid menjelaskan, pihaknya telah memanggil Satpol PP-Wilayatul Hisbah (WH/polisi syariah) serta Dinas Syariat Islam (DSI) untuk mendiskusikan pelaksanaan syariat Islam. Menurutnya, penguatan syariat Islam tidak boleh kendor sedikitpun apalagi Banda Aceh menjadi wajah Aceh.

Ketua DPD PKS Banda Aceh itu juga menyoroti Tim Terpadu Penegakan Syariat Islam (T2PSI) yang dibentuk pada 2021 silam belum berfungsi secara optimal. Padahal tim itu dibentuk untuk mengintegrasikan penegakan syariat Islam yang selama ini terkesan kurang komprehensif dan hanya menjadi beban bagi OPD tertentu saja.

“Tujuan awal kami mendorong pembentukan T2PSI untuk memaksimalkan dan mengintegrasikan penegakan syariat. Artinya kewajiban pengawasan syariat Islam bukan hanya tanggung jawab OPD tertentu saja, tapi harus melibatkan lintas sektoral dan juga stakeholder di Banda Aceh, dan kepala daerah harus berada di garda terdepan sebagai panglimanya,” jelas Farid.

“Peran muhtasib sebagai pageu gampong (pagar kampung) harus diperkuat, tidak boleh longgar. Mereka harus terus diberdayakan untuk memantau rumah kos, kafe dan tempat yang terindikasi adanya pelanggaran syariat Islam,” ujarnya.

Farid meminta Pemko Banda Aceh memperkuat pengawasan syariat Islam khususnya nahi mungkar. Sosialisasi dan edukasi secara persuasif juga disebut perlu dilakukan terutama di tempat-tempat rawan terjadi maksiat serta keramaian.

“Di samping dakwah persuasif yang dilakukan para da’i DSI, kita juga meminta adanya penempatan petugas dari Satpol PP-WH untuk kawasan atau lokasi yang sudah dipetakan rawan terjadinya maksiat,” ujarnya.

Sumber: detik.com

Previous Post

Safari Ramadan, Bakri Siddiq Tarawih Bersama Warga Lamdingin

Next Post

BMKG Sebut Banda Aceh Cerah Berawan Hari Ini

Next Post

BMKG Sebut Banda Aceh Cerah Berawan Hari Ini

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

Ohku, Warga Aceh Timur Tewas Diterkam Buaya Saat Seberangkan Kerbau

06/09/2026
Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

Pemulihan Akses Kuala Baru Jadi Prioritas Penanganan Pascabencana di Singkil

06/09/2026
Bupati Aceh Besar Hadiri Peusijuek Dua Rektor di Aceh

Bupati Aceh Besar Hadiri Peusijuek Dua Rektor di Aceh

06/09/2026
Baitul Mal Aceh Besar Terima Zakat Perusahaan PT BAS Rp 400 Juta

Baitul Mal Aceh Besar Terima Zakat Perusahaan PT BAS Rp 400 Juta

06/09/2026
Karhutla di Aceh Barat Hanguskan 8 Hektare Lahan

Kebakaran Lahan di Aceh Barat Meluas Jadi 11,5 Hektare

06/09/2026

Terpopuler

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

Senat UIN Ar-Raniry Minta Pemerintahan Aceh Transparan Terkait Anggaran Tanggap Darurat, Masa Transisi, dan Rehab-Rekon PascaBencana Hidrometorologi

04/09/2026

Membongkar 70 Paket Benih DKP Pidie Jaya: Rp10 Miliar, Pokir, dan Jejak Vendor, Mengapa Tak Dilelang?

USK–ANU Perkuat Kolaborasi Riset, Dalami Dinamika Perdamaian Aceh dan Bangsamoro

Pelaksanaan Syariat di Banda Aceh Dinilai Mulai Longgar

3.069 Huntap Pidie Jaya, Baru 110 Ditender: Korban Bencana Kembali Menunggu

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com