Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Kolom

Perjalanan Anak Sinabang Kuliah di Negeri Kinanah

Atjeh Watch by Atjeh Watch
27/04/2023
in Kolom
2
Perjalanan Anak Sinabang Kuliah di Negeri Kinanah

Penulis adalah anak Aceh yang sedang menuntut ilmu di Al Azhar Mesir

Nama saya Afif Rayhan. Saya lahir di Sinabang, pada 28 januari 2003. Saya biasa dipanggil Afif terkadang juga Rayhan. Saya anak ke-2 dari Bapak Muslim dan Ibu Sunarsih dari 3 bersaudara.

Saya lulusan dari Pondok Pesantren Moderen Babun Najah Banda aceh Tahun 2021. Saya ingin menceritakan sedikit pengalaman saya sehingga sekarang saya bisa berpijak berada di Negeri Kinanah ini.

Pada 2021, saya pernah mengikuti seleksi penerimaan mahasiswa di Al-Azhar Asy-syarif melalui Kemenag. Tapi, Qadarullah saya tidak lulus sehingga saya melanjutkan Pendidikan Non-formal di Ma’had Tahfizh Darul Amanah di Bandung.

Alhamdulillah wa asykuru lillah, saya terkagum-kagum melihat hikmah yang saya dapati Selama saya menimba ilmu di Bandung. Pernah dulu setelah saya dinyatakan tidak lulus, saya seperti meyalahkan taqdirnya,“astaghfirullah” ucap saya. Oleh karena itu, maka benarlah firman Allah bahwa sesuatu yang kita sukai belum tentu itu baik bagi kita dan sesuatu yang kita tidak sukai belum tentu buruk bagi kita.

 Hari berganti pekan, pekan berganti bulan, bulan berganti Tahun. Alhamdulillah saya menyelesaikan program Tahfiz di Ma’had Darul Amanah. Seleksi penerimaan Mahasiswa Al-Azhar 2022 pun dibuka melalui jalur Kedubes Mesir di Jakarta pada bulan April. Singkat cerita, belum rezeki saya untuk meraihnya.

Saya tetap berhusnuzhan kepada Allah bahwa pasti Allah menyiapkan sesuatu yang terbaik bagi saya. Lalu, seleksi penerimaan mahasiswa Al-Azhar Kembali dibuka melalui jalur PBNU pada bulan Juli. Pemberkasan di seleksi ini agak sedikit berbeda dengan seleksi yang lain yaitu para pendaftar diharuskan melampirkan surat rekomendasi dari PCNU setempat. Kebetulan saat itu saya masih berada di Bandung. Saya harus bolak balik dari Cihampelas ke Padalarang untuk mengambil surat rekomendasi di PCNU Padalarang dikarenakan kantor PCNU untuk Bandung Barat bertempat di sana. Hari seleksi pun tiba,singkatnya, seleksi ini juga bukan rezeki saya.

“Mungkin Allah tidak Ridha saya belajar di Al-Azhar, eh astaghfirullah jangan suuzan kepada Allah,” monolog dalam pikiran saya.

  Terdengar kabar bahwa seleksi penerimaan mahasiswa Al-Azhar melalui Kementerian Agama  ditiadakan 2022 karena ijazah keluaran Kemenag sudah tidak setara/muadalah dan harus diperbarui. Saya menjadi pesimis dan mengubah haluan untuk berkuliah di dalam Negeri saja.

Singkat cerita, saya lulus di UIN Sunan Gunung Jati Bandung jurusan Tafsir Hadist.

“Eh kamu kan dari dulu mimpinya emang pengen kuliah di Azhar, inget ga kata guru kamu kalimat Ajaib yaitu Man jadda wajada,” begitu gumam hati saya.

Saya pun berniat untuk tes tahun depan lagi untuk terakhir kalinya. Jadi, saya tidak membayar UKT di UIN Bandung sehingga nama saya pun tergeser. Saya pasrah kepada Allah pada saat itu, “Kalau seandainya Kemenag tidak buka dalam beberapa bulan ini, saya akan masuk Tahfizh lagi di bulan Oktober,” ucap saya.

 Qadarullah sekitar bulan Agustus seleksi penerimaan melalui Kemenag akhirnya dibuka juga. Saya pun mengikuti rangkaian seleksi yang diadakan.

“Semoga saya lulus Tahun ini.”

 Klik, saya membuka daftar nama-nama mahasiswa yang diterima di Al-azhar Tahun 2022. Saya langsung mendapati nama saya karena abjad awal nama saya ‘A’.

“Alhamdulillah saya lulus ya Allah.”

Saya mengikuti pelatihan Bahasa Online yang diadakan PUSIBA sebanyak 7 tingkatan yang mana saya harus berada di depan layar laptop selama 7 jam setiap hari kecuali hari Jum’at. Ketika berada di level 5, saya diinstruksikan untuk menyiapkan berkas.

Kebetulan karena pada saat itu saya masih di Bandung jadi agak sedikit susah mengenai pemberkasan ini. Salah satu yang paling sulit adalah pembuatan paspor. Saya dan teman-teman lainnya hanya diberi waktu sekitar beberapa hari saja untuk meyiapkan semuanya. Antrian pembuatan paspor di Bandung itu hampir sama menurut saya seperti antrian Haji, karena kita harus antri di aplikasi pembuatan papor sampai sebulan bahkan 2 bulan untuk bisa membuat paspor. Akhirnya saya memilih  kantor Imigrasi Cianjur untuk membuat paspor. Lumayan jauh sih dari Bandung ke Cianjur, tapi ya pada saat itu tidak ada pilihan lain.

Sampai di level 7 pembelajaran dihentikan dan saya tidak tahu alasannya apa, tapi yang jelas saya dan teman-teman seangkatan diberitahu bahwa kemungkinan besar kami diberangkatkan di akhir Desember.

 Desember berganti Januari, Januari berganti Februari. Saya disuguhi banyak pertanyaan yang diulang-ulang setiap harinya.

“Kapan berangkatnya Afif?” tanya tetangga, guru, sanak saudara dll.

Bagi saya pertanyaan itu adalah pertanyaan yang tidak ada dalil untuk menjawabnya, saya hanya tersenyum tipis Ketika diberi pertanyaan tersebut.

“Belum tau lagi kapan berangkatnya,” jawab saya.

 Sekitar 20 Maret angin segar pun mulai datang. Saya dan teman teman akan diberangkatkan Tanggal 2 April 2023. Antara senang dan sedih karena akan diberangkatkan di bulan Ramadhan. Jadi saya tidak dapat membersamai keluarga di hari Fitri.

  Tanggal 2 April pun tiba. Saya salami umi dan abi untuk meminta maaf sekaligus minta restu untuk merantau di negeri nan jauh di sana untuk menimba ilmu. Tak lupa juga teman teman yang hadir mengantarkan saya di bandara SIM Banda Aceh.

“Sampai jumpa lagi bro, assalamu’alaikum!” ucap saya sebelum masuk ruangan boarding pass. Sekitar 2 jam 30 menit, saya dan teman-teman tiba di Bandara Soekarno Hatta pada sore hari menjelang magrib. Lalu kami menginap di hotel Orchad yang mana itu merupakan pengalaman pertama saya menginap di hotel berbintang. Singkat cerita, esok harinya saya dan teman-teman take of dari Bandara Soekarno Hatta ke Bandara Abu Dhabi. Ada satu hal yang menarik di maskapai Internasional, yaitu terdapat layar di belakang kursi penumpang, selimut, dan earphone di atas kursi sebelum saya mendudukinya. Spontan saya bertanya ke pramugari ,“Can I bring this blanket and this earphone to my home?”

 Teman disamping saya tertawa sampai terpingkat karena pertanyaan saya. “You can use this only in the plane, not at your home,” ucap pramugari sambil tersenyum ramah.

 Saya dan teman-teman tiba di bandara Abu Dhabi sekitar pukul 20:00 tepat. “Kamu ada lihat airpord saya ga?” ucap teman saya.

“Nggak,” jawab saya sambil  merangkak melihat di bawah kursi untuk membantu mencarinya. Saya dan teman saya yang kehilangan airpord ini tertinggal rombongan karena kami agak sedikit lama di dalam pesawat. Singkat cerita, Ketika kami sampai di rombongan saya memeriksa perlengkapan saya.

”Keknya passport saya tinggal ustadz,” lapor saya ke ustadz Zuhri.

“Yaudah ambil lagi di pesawat sana, kami tunggu di gate 14-18,” jawab beliau agak kesal.

 Pada saat itu saya sangat sangat panik, jika tidak ada paspor maka saya tidak bisa melanjutkan perjalanan. Tidak berhenti lisan bershalawat untuk mengambil berkah agar paspor saya Kembali. Ketika panik memuncak, tiba-tiba notifikasi handphone saya berbunyi.

”Paspormu di tasku keselip,” pesan Abrar teman saya. Alhamdulillah….

 Tepat pukul 10 waktu Mesir kami tiba di bandara Internasional Kairo. Alhamdulillah wa asykuru lillah akhirnya, mimpi saya untuk berkuliah di universitas Al-Azhar Kairo terwujud.

  Selama beberapa hari disini ada beberapa kesan yang saya tidak saya dapati kecuali di Negeri Kinanah ini yaitu Muslim di Mesir samgat gencar mencari pahala puasa kaum muslimin dengan cara memberikan mereka ifthar di rumahnya, di jalan-jalan dll. Bahkan, saya pernah diajak lebih tepatnya seperti dipaksa untuk Ifthar di kediamannya.

Kemudian saya mendapati orang-orang suka membaca Al-Qur’an di mana pun mereka berada seperti di jalanan, kereta api. Tremko dll.

Ternyata di Mesir ini orang tidak terlalu mementingkan pakaian, saya melihat seseorang yang pakaiannya seperti anak jalanan ternyata Ketika imam salah membaca ayat, dialah orang yang membenarkan bacaan imam tersebut.

Masih banyak lagi kesan yang saya dapati di Mesir ini, tapi saya rasa 3 ini cukup untuk mewakili betapa indahnya Negeri Kinanah ini baik itu dari segi agama, sosial, dan dari segi ciri khasnya.

 Saya berterima kasih khususnya kepada kedua orang tua yang telah mendukung saya, baik dari segi materi ataupun non-materi. Tidak lupa jua  saya berterima kasih guru-guru, teman-teman , dan kerabat yang mungkin meyelipkan sepotong do’a di penghujung malam merka. Saya mengucapkan Jazakumullahu kasiran kepada Mediator IKAT yang telah mengurusi pemberkasan, bimbingan belajar, hingga keberangkatan. Saya tidak bisa membalas kebaikan para Asatidz\zah, Allah saja yang dapat membalas seluruh kebaikan mereka karena ia adalah sebaik-baik dzat pembalas. []

Previous Post

Polda Larang Mobil Barang Angkut Penumpang Akibat Kerap Kecelakaan

Next Post

Isi 4 Pilar Kebangsaan, Nasir Djamil: Saatnya Kembali ke Landasan Ideologis

Next Post
Isi 4 Pilar Kebangsaan, Nasir Djamil: Saatnya Kembali ke Landasan Ideologis

Isi 4 Pilar Kebangsaan, Nasir Djamil: Saatnya Kembali ke Landasan Ideologis

Comments 2

  1. Edy Harta. S says:
    3 tahun ago

    Assalamualaikum wr.. wb.. Salam Idul Fitri 1 Syawal 1444 hijriah dari Abang sekeluarga mohon maaf lahir dan batin.. Adikku Afif Raihan do’a kami buat kamu selama engkau menuntut ilmu di Al Azhar Mesir semoga saja di suatu saat engkau menjadi permata hati kami penyejuk jiwa di keluarga kita selamat ia adikku teruskan perjuanganmu tetap semangat..

    Balas
  2. Aina farida says:
    3 tahun ago

    Kisah yang sangat menginspirasi saya, jangan pernah su’uzzan kepada allah

    Balas

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Pembahasan Revisi UUPA

Wagub Dek Fadh Pimpin Rapat Pembahasan Revisi UUPA

14/04/2026
Nasdem Aceh Minta Tempo Minta Maaf Terbuka

Nasdem Aceh Minta Tempo Minta Maaf Terbuka

14/04/2026
Wabup Abdya Kunjungi Warga Cot Mane, Pastikan Pembangunan Rumah Layak Huni

Wabup Abdya Kunjungi Warga Cot Mane, Pastikan Pembangunan Rumah Layak Huni

14/04/2026
Siswa SMPN 2 Peukan Bada Kunjungi Museum Indrapurwa

Siswa SMPN 2 Peukan Bada Kunjungi Museum Indrapurwa

14/04/2026
Sinergi Tiga Lembaga Percepat Sertifikasi Wakaf di Aceh, Lindungi Aset Umat dari Sengketa

Sinergi Tiga Lembaga Percepat Sertifikasi Wakaf di Aceh, Lindungi Aset Umat dari Sengketa

14/04/2026

Terpopuler

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

Muscab PKB Pidie Lahirkan 7 Nama Kadidat Ketua

13/04/2026

Gubernur Mualem Tunjuk Nurlis Jadi Jubir

Krak, Warga Tak Terdata JKA Diberi Kesempatan Sanggah

Pemerintah Aceh Didesak Laporkan IUP PT. Linge Mineral Resource ke Pemerintah Pusat

Perjalanan Anak Sinabang Kuliah di Negeri Kinanah

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com