Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Toke Sabee untuk Legislator Aceh

Atjeh Watch by Atjeh Watch
07/05/2023
in Saleuem
0
Penyelundupan 169 Kilo Sabu Jaringan Timur Tengah Digagalkan di Aceh

SEBUAH pepatah mengatakan bahwa pemimpin merupakan cerminan rakyatnya. Karena pemimpin daerah untuk semua tingkatan, diakui atau tidak, merupakan perwakilan rakyat yang sesungguhnya. Mereka dipilih secara demokratis dalam pesta 5 tahunan.

Pemimpin yang baik merupakan cermin sesungguhnya masyarakat yang tinggal di daerah tersebut. Demikian juga sebaliknya.  

Baik buruk prilaku pemimpin, baik legislative maupun eksekutif, merupakan cerminan daerah tersebut. Karena mereka dipilih secara langsung. Jika rakyatnya baik, maka pemimpin yang terpilih pastilah orang-orang baik. Baik secara nilai-nilai agama maupun pendidikan, maupun cerdas secara emosional maupun pendidikan.

Lantas bagaimana dengan Aceh? Sebuah daerah yang dikenal dengan sebutan Serambi Mekkah dengan aturan syariat Islamnya yang ketat.

Sejak dulu Aceh dikenal dengan sejarah Islamnya yang kuat. Negeri yang melahirkan ratusan ulama-ulama kharismatik serta awal mula masuknya Islam ke nusantara. Daerah yang subur dengan sumber daya alam yang berlimpah.

Di sisi lain, Aceh hingga saat ini juga dicap sebagai daerah termiskin di Sumatera. Anggaran yang besar ternyata tak mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakatnya. Korupsi merajalela serta kemiskinan masih di atas rata-rata nasional.

Lantas dimana salahnya? Jika pemimpin Aceh baik, maka seharusnya korupsi tak pernah terjadi. Karena secara agama, prilaku korup serta menyimpang merupakan pelanggaran serius yang harus dihindari.

Sebaliknya, jika pemimpin korup, maka seharusnya prilaku tersebut merupakan penyakit serius yang seharusnya juga menjalar di tengah-tengah masyarakat Aceh.

Baru-baru ini, salah seorang wakil rakyat di Bener Meriah juga ditangkap karena nyabu. Sebelumnya, wakil rakyat di Bireuen dan Aceh Timur juga ditangkap karena kasus yang sama.

Salah seorang mantan anggota DPR Aceh dari Parlok juga ditangkap di Jawa karena membawa sabu dalam jumlah yang besar.

Periode sebelumnya, salah seorang anggota DPR Aceh dari Dapil Aceh Timur, juga ditangkap karena nyabu di komplek perumahan DPR Aceh.

Kasus ini mengindentifikasikan bahwa kondisi Aceh sedang tak baik baik saja. Para wakil rakyat yang berstatus sebagai pengedar dan pemakai sabu menandakan kondisi politik di Aceh sedang tak baik-baik saja.

Para ‘Toke Sabu’ kini bisa dengan mudah masuk ke parlemen Aceh. Buktinya adalah beberapa kasus di atas yang akhirnya mampu dibongkar oleh polisi.

Toke Sabu yang biasanya memiliki banyak uang kini dengan mudah bisa membeli suara rakyat  Aceh saat pemilih. Pemahaman dan ajaran agama hanyalah berlaku di masjid dan meunasah-meunasah serta tak ada implementasi dalam kehidupan sehari-hari.

Orang baik memilih diam dan menjauhkan diri dari politik. Karena bagi mereka, politik kotor. Imbasnya, kini toke-toke sabu-lah yang berkuasa. Inilah yang akhirnya menyebabkan korupsi merajalela dan Aceh menjadi miskin.

Di Pemilu 2024 nanti, hal yang sama masih mungkin terulang. Ini karena kita selaku masyarakat Aceh, masih terpesona dengan uang ratusan ribu. Kita rela menjual hak suara kita demi rupiah. Mengabaikan mereka yang baik dan pintar dengan alasan tak memiliki modal.

Inilah wajah Aceh yang sesungguhnya. Kita sedang sakit tapi mengaku diri suci. Kita bangga dengan syariat Islam tapi wakil kita di parlemen adalah Toke Sabu. Miris, namun inilah yang terjadi.

Previous Post

Lima Kecamatan di Nagan Masih Digenangi Banjir

Next Post

Surya Paloh Buka Suara soal Alam Pikiran Jokowi hingga Urusan Moral

Next Post
Surya Paloh Buka Suara soal Alam Pikiran Jokowi hingga Urusan Moral

Surya Paloh Buka Suara soal Alam Pikiran Jokowi hingga Urusan Moral

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Nyan, Petani Sawit Aceh Masih Berjuang Pulihkan Kebun

Nyan, Petani Sawit Aceh Masih Berjuang Pulihkan Kebun

21/04/2026
Al- Farlaky Kukuhkan Pengurus DPC APDESI Aceh Timur 2026-2031

Al- Farlaky Kukuhkan Pengurus DPC APDESI Aceh Timur 2026-2031

21/04/2026
Tito Saksikan Penyerahan Bantuan Keuangan Daerah untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

Tito Saksikan Penyerahan Bantuan Keuangan Daerah untuk Pemulihan Pascabencana di Aceh

21/04/2026
Al – Farlaky Evaluasi Huntara Bersama Vendor dan BNPB

Al – Farlaky Evaluasi Huntara Bersama Vendor dan BNPB

21/04/2026
Hari Kurniawan Jabat Kepala Rutan Banda Aceh

Hari Kurniawan Jabat Kepala Rutan Banda Aceh

21/04/2026

Terpopuler

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

Obat Kosong hingga Mogok Dokter di RSUD Aceh Besar, Zulfikar DPRK: Ini Seperti Tentara Disuruh Berperang tanpa Senjata

20/04/2026

BGN Perkuat SPPG Pidie: Profesionalitas Dijaga, Hoaks Dilawan, UMKM Didorong

Toke Sabee untuk Legislator Aceh

Apel Senin di Disdikbud, Plt Sekda Abdya Minta Tempat Meusuraya Lemang Dibersihkan

Ratoh Jaroe Disebut “Industri”, Budayawan Aceh: Tradisi Asli Justru Tergeser

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com