SIGLI – Ketua DPRK Pidie, Mahfuddin Ismail, meninjau jembatan gantung di Gampong Mesjid Tongpudeng, Kecamatan Titeue, Pidie.
Kunjungan kerja ini diterima oleh Camat Titeue Fakhruddin, geuchik setempat, unsur KPA Sagoe Titeue, PD dan perangkat gampong setempat.
Adapun tinjauan tersebut terkait aduan warga masyarakat setempat, dimana kelayakan jembatan yang ada di gampong setempat sudah tidak layak untuk digunakan secara maksimal.
Jembatan itu hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki dan kendaraan sepeda motor saja dikarenakan lebar jembatan hanya berkisar 1 meter.
Secara terpisah salah seorang warga mengatakan bahwa sudah banyak memakan korban, ada beberapa orang yang terperosok kakinya kecelah lantai jembatan.
Kemudian permasalahan lain nya adalah tidak bisa dilewati kendaraan mobil, seperti contoh kasus ketika ada warga yang sakit untuk dilarikan ke RS, mobil ambulan tidak bisa menjangkau kawasan tersebut dikarena hanya jembatan gantung dan sangat riskan untuk dilalui. Sedangkan penduduk di situ lebih kurang 250 jiwa.
“Harapan masyarakat sangat berkeinginan untuk membangun satu jembatan permanen yang bisa dilalui kendaraan roda empat,” ujar Mahfuddin.
Keuchik Gampong Mesjid Tongpeudeng Muhammad Yusuf mengatakan pihaknya siap jika pemerintah tidak mampu merealisasikan jembatan tersebut dengan sumber APBK Pidie.
“Maka saya geuchik & masyarakat sudah siap menganggarkan anggaran APBG gampong Mesjid Yongpeudeng. Ini sudah di sepakati oleh masyarakat dalam musyawarah gampong beberapa waktu yang lalu,” kata dia.
Namun hasil musyawarah geuchik dengan pendamping desa dan camat, kata dia, penggunaan dana gampong terbatasi oleh regulasi seperti peraturan bupati.
“Ini karena penggunaan dana gampong untuk pembangunan infrastruktur dibatasi anggarannya, sedangkan anggaran Jembatan itu di prediksikan menghabiskan anggaran 1 miliar,” kata dia.
Tokoh KPA setempat Samsul menjelaskan bahwa selama ini warga apabila ingin keluar gampong menggunakan kendaraan mobil atau ambulan mengantar pasien harus jauh berputar ke arah gampong tetangga karena hanya di gampong tersebut yang memiliki akses masuknya kendaraan roda 4.
“Oleh sebab itu kami menyampaikan aspirasinya kepada Bang Mahfud selaku ketua DPRK Pidie, dan alhamdulillah beliau bisa melihat langsung ke lokasi tempat yang direncanakan jembatan itu akan dibangun dengan harapan agar ditindaklanjuti dan membantu kebutuhan dasar masyarakat tersebut, semoga ada solusi agar pembangunan jembatan itu segera terealisasi,” katanya.












