Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Saleuem

Inilah Para ‘Koki’ di Dapur Redaksi atjehwatch.com

Admin1 by Admin1
20/01/2020
in Saleuem
0

Tak terasa hampir tiga bulan lamanya media online atjehwatch.com hadir di jagat maya. Dari awalnya hanya dikunjungi seribuan orang perharinya, kini berkisar enam hingga 14 ribu pengunjung perharinya.

Dari awal berdiri, sama seperti namanya atjehwatch.com, redaksi ingin memperbanyak konten lokal yang berhubungan dengan Aceh untuk media yang masih berumur sejagung ini. Tujuannya agar Aceh dikenal bak mata donya. Demikian juga memakai karakter atjeh dengan ejaan lama untuk kata Aceh, karena redaksi ini berharap agar situs berita ini menjadi ‘mata’ bagi siapapun untuk melihat Aceh. Baik sejarah, budaya, dan isu terkini yang berhubungan dengan Aceh.

Di awal-awal berdiri ini, kami memiliki banyak keterbatasan. Ini karena ‘para koki’ di dapur redaksi masih harus bekerja di lokasi yang berbeda-beda guna meng-update berita. Ini karena atjehwatch.com belum memiliki ‘markas’ serta ‘dapur’ tetap.

Karena atjehwatch.com tak memiliki pemodal yang kuat seperti layaknya media online lainnya di Aceh.

Kami terpaksa berpindah-pindah lokasi untuk menyiapkan informasi terbaru soal Aceh kepada pembaca sekalian.

Hal ini pula yang membuat box redaksi atjehwatch.com masih terkunci. Keadaan ini membuat sebahagian pembaca berpikir bahwa atjehwatch.com seolah-olah media abal-abal. Padahal hal tersebut taklah demikian.

Namun keterbatasan tadi kini sedikit berkurang. Kami ‘para koki’ di dapur atjehwatch.com kini baru memiliki sebuah tempat untuk tempat berteduh dalam melaksanakan tugas-tugas jurnalistik untuk pembaca sekalian.

Dari kantor inilah nantinya segala informasi tentang Aceh akan kami siarkan di jaga maya. Namun untuk alamat lengkap dan kepengurusan manajemen atjehwatch.com lengkap akan kami ‘perkenalkan’ dalam waktu dekat ini.

Untuk ulasan hari ini, kami juga ingin memperkenalkan beberapa koki yang siap bekerja 24 jam untuk para pembaca setia atjehwatch.com. Para sosok yang selama ini dianggap misteri oleh para pembaca.

Pertama, di ‘dapur’ kami adalah sosok bernama Murdani Abdullah di barisan redaktur. Ia adalah penulis novel Sang Kombatan serta pernah aktif di beberapa media cetak serta online di Aceh.

Bang Murdani, demikian ia biasa disapa, pernah ‘istirahat’ dari kewartawanan di 2017 hingga pertengahan 2019 lalu. Kini ia kembali ke dunia jurnalis serta menjadi salah satu ‘koki’ di dapur redaksi atjehwatch.com. Murdani juga salah seorang pendiri media online lokal ini.

Sosok selanjut di dapur redaksi atjehwatch.com adalah Jauhari Ilyas. Nama ini adalah penulis dan budayawan senior di Aceh. Tulisan-tulisannya dikenal sejak Aceh masih berkonflik. Bang Joe, demikian kami biasa menyapanya, akan memperkuat atjehwatch.com untuk pemberitaan lokal serta rubric budaya. Bang Joe juga merupakan pembuat album Aceh Nyawoung.

Kemudian juga ada sosok Fachrur Rizha, dosen jurnalistik di salah satu universitas di bagian tengah Aceh. Sosok ini akrab disapa dengan nama keren Acun. Ia merupakan mantan pimpinan pers kampus, Sumberpost, di UIN Ar-Raniry. Acun pernah aktif di ANTARA, sebelum akhirnya melanjutkan pendidikan magister dan mengabdi di kampus.

Sosok selanjutnya di barisan redaktur adalah Anharullah Sawang. Ia adalah salah seorang jurnalis televisi yang terbilang senior untuk Aceh. Pernah aktif di AcehTivi, kemudian menjadi ujung tombak salah satu media nasional di Aceh. Sosok ayah satu anak ini memiliki nama keren, Aan.

Kemudian ada nama Hendri yang menjadi ujung tombak kami untuk liputan Banda Aceh, Rozy untuk Aceh Besar, Muliadi untuk Pidie Jaya, Irwansyah untuk Aceh Timur, Sapti Andri untuk Aceh Tenggara, Muiza di Singkil serta beberapa lainnya yang sedang berstatus kontributor.

Kedepan, kami berharap bisa merekrut para jurnalis muda lainnya di sejumlah kabupaten kota yang ada di Aceh.

Kami berharap segala kekurangan yang menjadi kendala di awal-awal berdiri ini, dapat terus kami perbaiki seiring waktu. Kami ingin menjadi media yang selektif dan terpercaya, sesuai tagline atjehwatch.com, untuk pembaca sekalian.

Mohon doa dan dukungannya. Kritik kami jika salah, dan bantu kami agar atjehwatch.com dapat lebih eksis kedepan. Salam meusyeun. []

Previous Post

Mengingat Wasiat Teungku Lah Setelah 18 Tahun Berlalu

Next Post

Kisah Warga di Aceh Besar Terusir dari Rumahnya Sendiri

Next Post

Kisah Warga di Aceh Besar Terusir dari Rumahnya Sendiri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Lewat Tulisan Lindawati, Penyuluh KUA Tangan-Tangan Berkarya untuk Umat

Lewat Tulisan Lindawati, Penyuluh KUA Tangan-Tangan Berkarya untuk Umat

24/09/2026
Delegasi AS Walk Out saat Presiden Iran Pidato di Sidang PBB

Delegasi AS Walk Out saat Presiden Iran Pidato di Sidang PBB

24/09/2026
Presiden Iran Bawa Foto Anak-anak Sekolah Tewas Dibom AS ke PBB

Presiden Iran Bawa Foto Anak-anak Sekolah Tewas Dibom AS ke PBB

24/09/2026
LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Data

LPPM IAIN Takengon Gelar Coffee Morning, Perkuat Kolaborasi Riset Berbasis Data

23/09/2026
Tingkatkan Mutu Layanan, Direktur RSUD Teungku Peukan: Tahun ini Ada 178 Nakes Telah Ikut Pelatihan

Tingkatkan Mutu Layanan, Direktur RSUD Teungku Peukan: Tahun ini Ada 178 Nakes Telah Ikut Pelatihan

23/09/2026

Terpopuler

Inilah Para ‘Koki’ di Dapur Redaksi atjehwatch.com

20/01/2020

Utang RSUDZA Tembus Rp416,97 Miliar, Nasrul Zaman: Periksa Manajemen Lama

DPRK Pidie Jaya Rindu Wakil Bupati Hadir di Paripurna: Semoga Bupati Bisa Gandeng Tangan

Rp1,005 Triliun Belanja Pidie Jaya: Naik Lebih Cepat dari Pendapatan, FKPD Tagih Transparansi

PAD Baru 47,8 Persen, Belanja Meledak Rp89,82 Miliar: Fraksi PA “Sentil Keras” Pemkab Pidie Jaya

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com