Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Wali Nanggroe ke Rusia, Pembicara Khusus hingga LOI dengan Kazan State Power Enginering University

Atjeh Watch by Atjeh Watch
21/05/2023
in Nanggroe
0
Wali Nanggroe ke Rusia, Pembicara Khusus hingga LOI dengan Kazan State Power Enginering University

Kazan – Wali Nanggroe Aceh Paduka Yang Mulia Tgk. Malik Mahmud Al Haythar melakukan kunjungan ke Negara Federasi Rusia, tepatnya ke Kota Kazan, Ibukota Negara Bagia Republik Tatarstan, dan ke Kota Moskow, Ibukota Federasi Rusia.

Ada sejumlah agenda penting yang dilaksanakan Wali Nanggroe selama di Rusia. Diantaranya, menjadi pembicara pada acara Climate Resilience: Russia-OIC countries dialogue, Russia Islamic World Kazan Forum 2023, dan Round Table “Rusia-Indonesia: Prospects Economic Cooperation”

“Ini adalah kali kunjungan yang keduakalinya Wali Nanggroe Kazan dan Moskow dalam rangka memenuhi undangan dari Presiden Republik Tatarstan dan Kantor Kepresidenan Federasi Rusia,” kata Kabag Humas dan Kerjasama Wali Nanggroe, M. Nasir Syamaun, MPA.

Wali Nanggroe diagendakan melakukan lawatan kerja ke Rusia dari tanggal 14 hingga 24 Mei 2023.

Pada kegiatan pertama di tanggal 18 Mei, Wali Nanggroe bergabung dalam sesi Climate Resilience: Russia-OIC Countries Dialogue atau Forum Ketahanan Iklim: Dialog Rusia-Negara-Negara OKI.

Pada kesempatan itu, Wali Nanggroe secara tegas menyatakan kesiapan Aceh untuk bekerjasama dengan Rusia dan Negara-negara Islam dunia dalam upaya ketahanan iklim dan lingkungan.

“Aceh memiliki hutan tropis yang indah, satwa langka, dan pantai,” kata Wali Nanggroe pada forum itu.

Ia juga menambahkan, dengan wilayah seluas 5.888.087 Ha, Aceh memiliki kawasan hutan sebanyak 3.550.390,23 Ha atau 23 persen dari tutupan hutan di Pulau Sumatera yaitu lebih kurang 13.946.946 Ha.

“Hal ini menunjukkan bahwa kawasan hutan Aceh memiliki tutupan hutan yang paling baik di Pulau Sumatera. Hutan Aceh juga memiliki empat spesies kunci dalam satu bentang ekosistem, serta memiliki potensi karbon yang diperkirakan Emission Reduction (ER) mencapai tiga ton per hektar,” papar Wali Nanggroe.

Diakhir acara, para pembicara sepakat pentingnya menjalin kerjasama internasional dalam menghadapi perubahan iklim. Meningkatkan investasi dalam proyek-proyek kesejahteraan iklim, dan menciptakan teknologi baru yang memenuhi persyaratan lingkungan saat ini.

Di sesi yang lain masih pada tanggal 18 Mei, Wali Nanggroe kembali didapuk untuk menjadi pembicara pada Russia Islamic World Kazan Forum 2023.

Kegiatan itu dibuka secara resmi oleh Presiden Republik Tatarstan, Rustam Minnikhanov, yang di dampingi Wakil Perdana Mentri Rusia Marat Khusnullin dan Mentri Pembagunan Ekonomi Maxim Reshetnikov dan Perdana Mentri Tajakistan Kohir Rasulzoda.

Pada forum itu turut hadir Berlian Helmy Wakil Duta Besar RI untuk Federasi Rusia beserta para Diplomat dan Staf KBRI Moscow serta Prof. K.H. Din Syamsuddin, M.A., Ph.D

Sementara Wali Nanggroe Staf Khusus Wali Mohammad Raviq, dan Kasubag Protokol Keurukon Katibul Wali Ichsan Iswandi.

Di sela-sela berlangsungnya forum tersebut, juga ditandatangani Letter of Intent (LoI) atau Surat Minat Kerja Sama akademik antara Lembaga Wali Nanggroe Aceh dan Kazan State Power Enginering University (KSPPEU).

LoI itu ditandatangani langsung oleh Wali Nanggroe dan Rektor KSPEU Edvard Abdullazyanov.

Keesokannya pada 19 Mei, Wali Nanggroe kembali menjadi pembicara pada sesi Round Table “Rusia-Indonesia: Prospects Economic Cooperation” atau prospek kerjasama ekonomi antara Rusia-Indonesia.

Isue-isue yang dibicarakan pada forum itu antaralain, food security, tourism, health, pengembangan SDM bidang digital dan teknologi, transfer teknologi, seta pertukaran mahasiswa dan peneliti.

Wali Nanggroe, dalam forum itu secara detail menyampaikan potensi-potensi yang dimiliki Aceh, dan status Aceh dalam Negara Republik Indonesia.

“Aceh adalah bagian dari Indonesia yang otonom, yang memungkinkan Aceh untuk melakukan bisnis dengan caranya sendiri. Otonomi ini telah memberi Aceh kebebasan untuk mengatur agenda pembangunannya sendiri dan untuk melakukan pengaturan bisnisnya, sebaik mungkin. Maka sudah sepantasnya saya bisa mewakili kepentingan Aceh di sini, hari ini, di pertemuan ini,” jelas Wali Nanggroe.

Selain di Kota Kazan, mulai tanggal 21 Mei, Wali Nanggroe juga dijadwalkan untuk melakukan beberapa pertemuan di Kota Moskow.[]

Previous Post

59 Hewan Ternak di Aceh Jaya Ditangkap Satpol PP

Next Post

Digelar 29 Mei, 3.568 Peserta Ikut UMPTKIN UIN Ar-Raniry

Next Post
Digelar 29 Mei, 3.568 Peserta Ikut UMPTKIN UIN Ar-Raniry

Digelar 29 Mei, 3.568 Peserta Ikut UMPTKIN UIN Ar-Raniry

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

Ohku, Ada Tumpahan CPO di Gunung Geurutee Bahayakan Pengemudi

Ohku, Ada Tumpahan CPO di Gunung Geurutee Bahayakan Pengemudi

26/04/2026
1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

26/04/2026
Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

26/04/2026
Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

Satpol PP dan WH Aceh Besar Amankan Lima Sapi Berkeliaran di Ingin Jaya

26/04/2026
Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

Irwansyah Bantu Warga Aceh Jaya Korban KDRT di Banda Aceh

26/04/2026

Terpopuler

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

Dana Desa Rp.450 Juta Digerus, Keuchik Lancang Pidie Jaya Berakhir di Rutan

22/04/2026

BPC HIPMI Sambut Kehadiran Pengusaha Ternama di Jakarta dan Eropa Asal Abdya pada Ajang HUT Abdya ke-24

Krak, ASDP Siapkan Wacana Rute Langsung Jakarta–Aceh

Kualifikasi Pra PORA Cabor Balap Motor, Abdya dan 11 Kabupaten/Kota Lolos ke PORA XV Aceh Jaya

1.000 Paket Digelontorkan, PMI Pidie Jaya Sasar Warga Huntara Terdampak Banjir

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com