Atjeh Watch
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
Atjeh Watch
No Result
View All Result
Home Nanggroe

Sosiolog USK Aceh Harapkan ASEAN 2023 Lahirkan Kesepakatan Tentang Rohingya

Atjeh Watch by Atjeh Watch
12/07/2023
in Nanggroe
0
21 Pengungsi Rohingya Kembali Mendarat di Abdya

Pengungsi Rohingya yang berada di Aceh. (REUTERS/STRINGER)

Banda Aceh – Sosiolog dan Guru Besar Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh Prof Ahmad Humam Hamid mengharapkan pertemuan antar-anggota negara Perhimpunan Bangsa-Bangsa di Aceh Tenggara (ASEAN) dalam Kekuatan ASEAN 2023 di Indonesia harus melahirkan kesepakatan bersama tentang penyelesaian penanganan pengungsi etnis Rohingya.

Humam Hamid meyakini Indonesia memiliki kekuatan untuk menggagas hal itu dan sudah menyiapkan bahan untuk membicarakan bagaimana peran Indonesia, peran ASEAN, dan peran internasional untuk menyelesaikan konflik Rohingya di Myanmar.

“Biasanya, selalu ada cara ASEAN untuk menyelesaikan berbagai masalah yang timbul dari komunitas ASEAN, selalu ada, konflik apapun. Kita harapkan (ASEAN 2023) lahirkan langkah-langkah menyelesaikan konflik Myanmar ini,” katanya di Banda Aceh, Rabu.

Terlepas dari betapa besarnya krisis pengungsi di Eropa dan Afrika, namun dunia tidak lupa dengan Asia Tenggara. Karena kekacauan regional ASEAN, kekacauan Rohingya yang berkelanjutan akan bisa mengacaukan Selat Malaka.

“Dan itu tidak bagus. Nanti akan banyak masalahnya, kalau Aceh tidak terima (kedatangan Rohingya), mereka ke Malaysia dan Malaysia tidak terima, mereka ke Thailand,” ujar Akademisi Aceh itu.

Apalagi, menurut dia, saat ini wilayah Aceh menjadi daerah tujuan yang paling sering didatangi pengungsi etnis Rohingya, setelah negara-negara lain menolak kedatangan mereka, salah satunya seperti Malaysia.

Namun, kata dia, sekali atau dua kali Rohingya mendarat di Aceh masih hal wajar. Masyarakat mengedepankan alasan kemanusiaan untuk menolong dan memberi perlindungan. Tetapi, jika gelombang pengungsi ini sudah terus-menerus, maka akan menjadi musibah bagi masyarakat Aceh.

“Mungkin 90 persen lebih pengungsi Rohingya itu ke Aceh mendarat. Dan awalnya belas kasihan masyarakat karena pernah merasakan krisis, tapi kemudian menjadi beban di masyarakat, dan Pemda juga mengurus. Jadi kalau saya melihat ini jangan lagi menjadi isu daerah, ini isu menjadi sepenuhnya perhatian nasional, dari nasional menjadi perhatian ASEAN,” ujarnya.

Ia menambahkan, penanganan krisis kemanusiaan seperti ini tidak boleh dibiarkan hanya diurus oleh orang-orang lokal. Apalagi model pengungsi Rohingya saat ini diduga telah disusupi oleh berbagai Tindak Pidana Perdagangan Orang (Human Trafficking), sehingga ASEAN harus menaruh perhatian serius untuk menyelesaikannya.

“Ini mafia Internasional, ini ada berbagai kriminal lintas negara, atau bahkan mereka sudah mempunyai jaringan di Indonesia, termasuk di Aceh, bukan tidak mungkin. Jadi, jangan karena Indonesia memimpin ASEAN, ini menjadi PR nya Indonesia, apalagi Aceh,” ujarnya.

Belum lagi, lanjut Humam, potensi para pengungsi Rohingya disusupi oleh gerakan radikal internasional. Lalu, menyebar ke negara-negara termasuk Indonesia, lewat Aceh. Oleh sebab itu, anggota negara ASEAN tidak menganggap remeh persoalan penyebaran pengungsi Rohingya di wilayah Asia Tenggara.

“Ini menjadi modus operandi untuk macam-macam. Kita jangan lihat enteng kalau ini hanya persoalan kemanusiaan, persoalan pengungsi, mustahil itu. Sebelum ini lebih jauh, harus sudah ada kesepakatan (ASEAN) dan bentuk penyelesaian ini,” katanya.

Sumber: antara

Previous Post

Polda Aceh Gagalkan Penyelundupan Sabu Sebesar 57 Kilogram di Perairan Aceh Besar

Next Post

Kakanwil Semangati Kontingen MQKN Aceh di Jawa Timur

Next Post
Kakanwil Semangati Kontingen MQKN Aceh di Jawa Timur

Kakanwil Semangati Kontingen MQKN Aceh di Jawa Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru

[Opini] Betapa Islam Memuliakan Wanita

[Opini] Betapa Islam Memuliakan Wanita

18/08/2026
BSI KC Bangpidie Berikan Bantuan Kursi Roda untuk RSUD-TP Abdya

BSI KC Bangpidie Berikan Bantuan Kursi Roda untuk RSUD-TP Abdya

18/08/2026
Gerindra Aceh Bagikan Paket Pendidikan untuk Siswa SD 72 Alue Naga

Gerindra Aceh Bagikan Paket Pendidikan untuk Siswa SD 72 Alue Naga

18/08/2026
Gampong Suaq Nibong Raih Status Desa Mandiri dari Kemendes PDT, Kado HUT RI ke-81 Untuk Abdya

Gampong Suaq Nibong Raih Status Desa Mandiri dari Kemendes PDT, Kado HUT RI ke-81 Untuk Abdya

18/08/2026
3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

3 Keuchik di Kemasjidan Air Sialang Samadua Resmi Tolak IUP PT MMS, 2 Keuchik Cabut Rekomendasi

18/08/2026

Terpopuler

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

Dekan Serahkan SK kepada 44 Ketua Departemen, Sekretaris, dan Ketua Program Studi di Lingkup FKIP USK

17/08/2026

Mualem, Belajarlah kepada Luhut!

Sudah 21 Tahun Damai: Tentara GAM Jadi Veteran Tidak Bergaji, Korban Konflik Dijadikan Alat Politik

Sosiolog USK Aceh Harapkan ASEAN 2023 Lahirkan Kesepakatan Tentang Rohingya

Wakil Bupati Pidie Jaya Hasan Basri Kembali Absen di HUT ke 81 RI, Ada Apa?

  • Home
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber

© 2022 atjehwatch.com

No Result
View All Result
  • Nanggroe
    • Lintas Barat Selatan
    • Lintas Tengah
    • Lintas Timur
      • Nasional
  • Internasional
  • Saleuem
  • Feature
  • Olahraga
  • Sejarah
  • Sosok
  • Opini
  • Cerbung
  • Foto
  • Video

© 2022 atjehwatch.com